[Feature] Penamat 264 Km: 90 Persen Soal Mental, Sisanya Fisik


Muhammad Ady Sucipto Rachmat meneteskan air matanya saat menceritakan pengalaman memasuki garis finis usai berlari sejauh 264 km dalam Jogja Ultra Charity 264K di Yogyakarta kepada Intax. “Senang campur sedih. Pengen nangis,” kata lelaki yang akrab disapa Acip, “tetapi tidak bisa karena pada saat itu suasananya ramai sekali.”

Istri, satu anaknya, dan Sakiyakerti—sesama anggota DJP Runners yang untuk acara ini menjadi panitia—menyambut Acip di garis finis. Acip mampu menyelesaikan ratusan kilometer jarak itu dalam waktu lima hari yang terbagi 26 putaran mulai 28 Oktober sampai 1 November 2020. Setiap putaran berjarak lebih dari 10 km mengelilingi bagian kota. “Perlu strategi khusus untuk menyelesaikannya,” ujar Acip.

Baca Lebih Lanjut

Nyamuk Namruz


Saya masih teringat suasana ketika aplikasi Sistem Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) pertama kali mulai diterapkan di Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga pada 2004 lampau.

Tahun itu semua kantor pajak di lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus dimodernisasi. Tidak hanya soal integritas dan budaya kerja, melainkan teknologi informasinya. Menyusul kantor pajak di lingkungan Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar yang sudah mendahului sejak 2002.

Baca Lebih Lanjut

Cukuplah Perang Jawa Menjadi Amsal


Pungutan negara tanpa aturan bukan bernama pajak, melainkan palak. Sekalipun ada aturan, sehingga ia resmi bernama pajak, maka dengan pembiaran dan penekanan kepada rakyat, pajak pun tetap menjadi momok dan memicu rakyat memberontak. Cukuplah Perang Jawa menjadi amsal.

Perang Jawa yang berlangsung dari tahun 1825 sampai 1830 menjadi perang terbesar yang pernah dialami dan hampir membangkrutkan penjajah Belanda. Pihak yang berhadap-hadapan dalam perang ini adalah Belanda dan Keraton Yogyakarta di satu sisi dan Pangeran Diponegoro beserta rakyat di sisi lain.

Baca Lebih Lanjut

Kini Hasil, Bukan Hadir


Kampanye #dirumahaja pada saat pandemi COVID-19 bergema. Ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus yang telah menginveksi lebih dari 10 juta orang dan korban meninggal dunia lebih dari lima ratus ribu orang di seluruh dunia. Berbagai instansi pemerintah kemudian memberlakukan bekerja dari rumah atau lebih dikenal sebagai Work From Home (WFH). Termasuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Sejak medio Maret 2020 sampai dengan akhir Mei 2020, hampir seluruh pegawai DJP bekerja dari rumah. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menginstruksikan hal ini pada saat rapat bersama jajaran pimpinan unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada 19 Maret 2020. “Semua Eselon I tolong di rumah saja, dijaga semua stafnya. Please, take care of them for me,” pesan Sri Mulyani.

Continue reading Kini Hasil, Bukan Hadir

Sosok Sigit Danang Joyo: Berani Berantas Korupsi


Sigit Danang Joyo menerima Intax di ruangan kantornya yang bersahaja pada Senin, 9 Desember 2019. Itu hampir sepekan setelah acara peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di, Aula Cakti Buddhi Bhakti Kantor Pusat DJP, Jakarta.

Nama Sigit mulai dikenal masyarakat setelah ia masuk ke dalam sepuluh nama yang diserahkan oleh Pansel Capim KPK kepada Presiden Joko Widodo September 2019 lalu. “Boleh saya bilang tes yang paling berat bagi saya selama mengikuti seleksi adalah ketika wawancara dengan sembilan anggota Pansel (panitia seleksi–Red.) ditambah tiga ahli hukum yang sebagian besar adalah para guru besar,” ucapnya.

Walaupun demikian Sigit belum berhasil melaju ke Kuningan. “Mereka (anggota DPR) bilang, secara politik Mas Sigit belum cukup mendapatkan dukungan,” tutur pria pemilik hobi mancing dan pecinta alam ini.

  Baca Lebih Lanjut

Menilik Konten Viral dan Kasus BMKG


Apa yang membuat sebuah konten menjadi viral di media sosial? Viral dalam lingkup organisasi sendiri, nasional, atau bahkan global. Viral itu berarti konten yang kita buat dibicarakan banyak akun media sosial.

Buku bagus berjudul 200 Tips Ampuh Meningkatkan Performa Organisasi di Internet dengan Anggaran Terbatas menjelaskan bagaimana caranya menjadi terkenal dan menjawab pertanyaan di atas. Jawabannya satu, yakni konten itu memberikan manfaat kepada pengguna media sosial. Media sosial yang kita kelola menyediakan konten yang memberi solusi dari berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.

Continue reading Menilik Konten Viral dan Kasus BMKG

Langgam Menaikkan Rasio Pajak


Rasio Pajak masih menjadi pilihan yang dibahas menjelang pemilihan presiden dan legislatif pada 17 April 2019. Salah satunya pada diskusi publik yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Ekonomi dan Perpajakan (PSEP) di Café 88, Kampus PKN STAN, Tangerang, Banten (Kamis, 21 Maret 2019).

Acara yang mengangkat tema Prospek Tax Ratio Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global ini menghadirkan narasumber Kepala Kantor Wilayah Jakarta Selatan II Edi Slamet Irianto, anggota Komisi XI DPR RI M Misbakhun, Direktur Program INDEF Berly Martawardaya, dan Direktur Eksekutif PSEP Hangga Surya Prayoga.

Baca Lebih Lanjut

Ditjen Pajak Raih Gold Winner InMA 2019


Pengurus SPS yang baru periode 2019-2023 menyerahkan penghargaan Golden Winner InMA 2019 kepada perwakilan Ditjen Pajak Kepala Seksi Hubungan Internal Muchamad Multhazam.

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) meraih penghargaan Gold Winner untuk kategori The Best of E-Magazine Government dalam ajang The 8th Indonesia inhouse Magazine Awards (InMA) 2019 di Surabaya, semalam (Kamis, 7/2).

Serikat Perusahaan Pers (SPS) memberikan penghargaan tersebut kepada majalah internal Ditjen Pajak Intax Edisi November 2018 bertajuk “Duka Kita untuk 12 Pegawai DJP Penumpang Pesawat Lion Air JT 610”.

Baca Lebih Lanjut.

Mengepo Transaksi Repo


Pada Januari 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan siaran persnya yang mendukung Perhimpunan Pedagang Surat Utang (Himdasun) dalam penerbitan Market Standard untuk transaksi Repurchase Agreement yang bersifat utang.

Transaksi Repurchase Agreement atau biasa disebut Transaksi Repo adalah kontrak jual atau beli efek ekuitas (saham) dan efek bersifat utang (obligasi) dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan.

Baca Lebih Lanjut.

Per Non Dormire


Internet mengubah cara orang berkomunikasi. Inadia Aristyavani dalam artikelnya yang mengutip Profesor Terry Flew  dari Queensland University of Technology membuat komparasi cara komunikasi antara era sebelum dan sesudah adanya internet.

Era komunikasi massa atau era sebelum internet terjadi pada abad 20 dan dinamakan Komunikasi 1.0. Televisi menjadi media dominan pembentuk perubahan era itu. Sedangkan era internet yang membiak pada awal abad 21–dijuluk sebagai Komunikasi 2.0—mengacu kepada internet sebagai media perubahannya.
Baca Lebih Lanjut.