Menjelang Subuh, penjaga toilet pool bus di salah satu sudut kota Medan itu terbangun dari tidur lelapnya. Barangkali insting liarnya menggugahnya karena sudah banyak orang yang berlalu lalang keluar masuk WC tanpa membayar “fee” sebesar 2000 rupiah sebagaimana tertulis besar-besar dengan menggunakan cat berwarna merah di atas masing-masing pintu WC.
Dipan kayu kecil yang berada di depan toilet ia bereskan seadanya. Sambil menanyakan lokasi musala, saya menyerahkan satu lembar kumal uang berwarna kelabu kepada pria penjaga toilet itu. Perawakannya kurus. Kepalanya dengan rambut yang jarang. Wajahnya tirus berdagu lancip. Kumis tipis hanya tumbuh di masing-masing sudut bibir. Bibirnya hitam menandakan ia pecandu rokok kelas berat. Dan betul, ia menanyakan ini.
“Ada mancis?”
Hujan yang Dipeluk Rindu

rinainya menyala-nyala dengan cinta
tak pernah minggat dari tanah ini
tiga hari tiga malam
mengembara berjinjit-jinjit
sembunyi di balik rumput
sebagiannya menjadi asa
yang tumbuh di kepala
akarnya ceracau
rantingnya puisi
daunnya ribang
buahnya sekotak dingin
yang terjengkang di atas tubuhku
dihantam sekerat sunyi
dan setumpuk mimpi yang antri
kalau begitu kita khatamkan sama-sama
segara huruf dalam berjilid-jilid buku
yang berjudul:
engkau.
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
Tapaktuan, 17 Oktober 2016
99 Sanjungan Semanis Madu

Buku ini ditulis dan diadaptasi dari acara serial reality show di Inggris dengan judul yang sama: Supernanny yang mulai dirilis acaranya pada tahun 2004. Di tahun yang sama acara perbaikan pola pengasuhan anak ini mengilhami dibuatnya serial TV lainnya berupa Dog Whisperer with Cesar Milan. Objeknya bukan anak-anak melainkan anjing.
Saat saya membaca buku Supernanny, saya tertarik untuk menceritakan satu kisah di sini. Ada seorang anak perempuan bernama Sophie. Ia sulung dari dua bersaudara. Perilakunya tidak terkendali dan memiliki penghargaan diri yang rendah. Ibunya, Kelly, pelit untuk memuji.
Baca Lebih Lanjut.
Inilah Cara Jitu Mendapatkan Tiket Pesawat Murah
Tiap akhir pekan, liburan nasional, lebaran, maupun akhir tahun pasti banyak orang yang cari tiket pesawat murah untuk liburan bersama keluarga maupun pulang ke kampung halaman. Sayangnya, waktu-waktu tersebut tentu sangat sulit untuk mendapat tiket pesawat murah yang diinginkan. Namun tak perlu khawatir akan hal itu, karena saat ini banyak cara yang dapat dilakukan agar mendapatkan tiket pesawat murah dengan mudah.

(Sumber Gambar : Nationalgeographic.co.id)
Untuk mendapatkan tiket pesawat yang murah, Anda perlu memperhatikan beberapa hal sebelum booking tiket. Berikut beberapa langkah atau cara jitu yang bisa membantu Anda cari tiket pesawat murah.
Buatku, Apalagi yang Ditunggu?

Aku pilih untuk menyudahi malam dengan memintal doa untukmu; untuk bahagiamu. Pada satu doa saat keinginan dan kepasrahan bersatu dalam sujud tanpa syarat, di sanalah kamu sebagai titik tujuannya.
(Moammar Emka)
Saya kembali tidur di musala lantai 2 Bandara Kualanamu tadi malam. Ini untuk kedua kalinya. Yang pertama karena ketinggalan travel menuju Tapaktuan beberapa waktu yang lalu. Sekarang, karena saya menyengaja menghindari naik travel agar bisa berlama-lama dengan keluarga. Dan karena saya sudah sampai pada titik jenuhnya mengarungi gelapnya malam Senin, Kabanjahe, Sidikalang, Subulussalam serta mengorbankan diri untuk duduk berlama-lama selama 10 jam di mobil Kijang Innova.
Makanya saya lebih memilih penerbangan terakhir dari Bandara Halim Perdana Kusumah menuju Bandara Kualanamu dengan menggunakan pesawat Batik Air pada pukul 20.05. Ternyata, saya banyak bertemu dengan teman-teman sejawat yang juga berangkatnya sama: memilih penerbangan terakhir.
Malam-malam Jahannam
Asalkan Disuapin Olehmu, Aku Rela

Makan nasi sudah menjadi sebuah kebiasaan selama 38 tahun. Kebiasaan yang baik tentunya. Tetapi ketika sudah berlebihan maka akan menjadi keburukan. Lalu bagaimana caranya agar kebiasaan menjadikan nasi sebagai satu-satunya sumber karbohidrat itu hilang atau berkurang? Apa dampaknya? Oleng sudah pasti. Alhamdulillah saya sudah bisa melewatinya.
Dulu sewaktu masih di Jakarta, saya penyuka nasi banget. Saya akan memilih warung makan yang memberikan nasi banyak. Kalau sedikit, ogah. Apalagi kalau nasinya sudah ditumplek dalam sebuah wadah atau mangkuk kecil lalu ditaruh dipiring. Itu cuma bukit, bukan gunungan nasi. Ini semua agar kebutuhan vitamin K (baca: kenyang) terpenuhi.
Seberapa Dashrath-nya Kita?

What I did is there for everyone to see. When God is with you, nothing can stop you.
Dashrath Manjhi
Kalau ada orang yang ingin membuktikan seberapa besar kekuatan cinta maka banyak sejarah telah menuliskannya. Kalau ada yang ingin tahu dahsyatnya cinta menghancurkan gunung, maka Dashrath Manjhi telah membuktikannya.
Selama 22 tahun—dari tahun 1960 sampai 1982 Dashrath Manjhi seorang diri menghancurkan gunung dengan hanya berbekalkan tali, palu, dan alat tatah. Di desa miskin Gehlaur, dekat Gaya di negara bagian Bihar orang-orang telah menganggapnya gila. Tapi Dashrath dengan tekad bulat tak memedulikan semua cemooh itu karena ia tahu betul apa tujuannya.
Kibul Besar di Suatu Malam

Sebenarnya begini, lagi asyik menulis malam-malam begini, fokus saya sedikit terusik dengan catatan pengamat ini. Ada beberapa hal yang perlu dikritisi dari apa yang diungkap oleh Salamuddin Daeng.
1. Saya belum menemukan beritanya kalau Jokowi mengumumkan penerimaan Tax Amnesty (TA) ada Rp 1000 triliun yang masuk. Barangkali teman-teman ada yang kasih tahu saya?
2. Soalnya target dana yang masuk ke APBN sampai berakhirnya periode TA di tahun depan adalah Rp 165 triliun bukan Rp 1000 triliun. Cuma itu. Walaupun banyak juga yang meragukan target ini.
Testimoni yang Menginspirasi

Ada seseorang yang bertanya kepada saya dengan memakai jalur pribadi di sebuah aplikasi percakapan. Ia bertanya begini, “Mas Riza, masih jalan terus Freeleticsnya?” Sebuah pertanyaan yang biasa dan barangkali diajukan karena di blog saya sudah jarang artikel yang saya tulis bertemakan Freeletics.
Saya jawab waktu itu dengan kalimat, “Alhamdulillaah masih.” Sampai catatan ini saya tulis saya tetap konsisten untuk menjalankannya. Saya sudah di level 65. Telah 863 latihan saya jalani. Berat badan masih stabil di kisaran 60 kg sampai dengan 62 kg. Bahkan di Ramadhan 1437 H lalu berat badan saya sampai menyentuh angka 56 kg.

