United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao


Alih-alih United Airlines tak pernah dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Mereka memanen hasil buruk atas perlakuan kotor mereka terhadap para pelanggan yang bernama depan: David dan Dave.

Beberapa hari nan lalu, Minggu (9 April 2017), di Bandara O’Hare, Chicago, seorang penumpang bernama David Dao, 69 tahun, warga negara Amerika Serikat kelahiran Vietnam, dipaksa keluar dari pesawat lantaran kelebihan penumpang. Pesawat itu rencananya mau terbang ke Louisville, Kentucky.

Continue reading United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao

Candra Membulat di atas Legian



Kehidupan malam yang gempita itu tak membuat saya beranjak dari lobi hotel. Benar-benar tidak mengusik kepenasaran saya tentang Legian. Hanya segelas kopi hitam panas yang saya sesap di atas meja sambil memandang candra yang membulat di hadapan dan di atas Legian.

Sampai pukul 01.15 dini hari sembari menunggu email yang masuk. Dari 100 orang itu berapa yang akan mengirim naskahnya. Masih belum sempat saya ketahui. Naskah yang lolos seleksi tahap pertama itulah yang akan diteruskan kepada saya.

Baca Lebih Lanjut.

Beste: Narasi Cita Tak Sampai


Muhammad Bestari, 27 tahun, mengamati kelir komputer. Kelimun huruf kecil di sana dibacanya dengan cermat. Tak lama ia menuliskan sesuatu di aplikasi pengolah kata. Ia melakukannya berulang kali. Kaca mata minus tidak cakap menyembunyikan kepayahan matanya. Hari itu, Beste sudah membaca puluhan berita yang masuk. 

Beste, nama panggilan yang diberikan kakeknya, bersyukur selepas dari DIV STAN tahun 2016 lalu bisa ditempatkan di Seksi Pengelolaan Berita, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). 

Baca lebih lanjut.

Bibliotek DJP: Pinjam Asli, Balik Bajakan


Alarm pendeteksi pencurian buku di Perpustakaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meraung lantam ke penjuru ruangan.  Ini isyarat ada buku yang sedang keluar ruangan perpustakaan tapi belum tercatat dalam sistem peminjaman buku.

Muhammad Arif Yusuf Hasibuan, 25 tahun, memeriksa alat setinggi 160 cm itu. Hasib, biasa ia dipanggil teman-temannya, dengan membawa satu buku tebal mengulang sekali lagi. Ia menjauhi peranti itu dengan jarak lebih dari satu meter. Tak terdengar suara apa pun. Berkali-kali ia mondar-mandir tapi alat yang ditaruh di dekat pintu ini tetap membisu.

Baca Lebih Lanjut.

Nusakambangan: Arketipe dan Eskapisme di Suatu Hari


Nusakambangan yang saya tahu adalah masa lalu. Ketika seorang penjahat bernama Johanes Hubertus Eijkenboom berusaha melarikan diri dari Nusakambangan. Lalu setelahnya festivalisasi para pengebom dan gembong pengedar narkoba. Tak dinyana, pada akhirnya waktu jua yang mengantarkan saya menginjakkan kaki di nusa yang pernah ada badaknya di tahun 1890-an ini.

**

Senin siang itu tiba-tiba saya ditugaskan sekonyong-konyong untuk segera berangkat ke Cilacap. Besok Selasa, ada dua peristiwa yang mesti dikabarkan. Pertama, penandatanganan Memo of Understanding (MoU) antara Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah II dengan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1 Batu, Nusakambangan. Kedua, melihat penyerahan penunggak pajak yang disandera dan dipindahkan dari Lapas Mataram, Nusa Tenggara Barat ke Lapas Batu, Nusakambangan.

Continue reading Nusakambangan: Arketipe dan Eskapisme di Suatu Hari

Ditjen Pajak Kerahkan 90% Pegawainya di Hari Terakhir Amnesti Pajak


Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengerahkan 90% pegawainya di seluruh Indonesia untuk memberikan layanan penerimaan amnesti pajak dan surat pemberitahuan (SPT) pada tanggal 31 maret 2017 mengingat program pengampunan pajak ini tidak akan diperpanjang lagi.

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi mengungkapkan instansinya akan membuka pelayanan di hari terakhir amnesti pajak sampai 24 jam dan bank penerima uang tebusan akan membuka layanannya sampai pukul 09.00. “Kita layani administrasinya sampai jam 2 pagi juga bisa,” katanya di Kantor Pusat DJP, Jakarta (31/3).
Baca Lebih Lanjut.

Dirjen Pajak: Data Kartu Kredit Bukan untuk Intensifikasi Pajak


Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menegaskan kembali terkait permintaan data kartu kredit yang diminta instansinya pasca amnesti pajak yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 ini.

“Tidak perlu resah. Data itu tidak digunakan untuk intensifikasi. Karena bukan mencerminkan potensi sebenarnya terhadap penghasilan,” kata Ken pada konferensi pers di Executive Lounge Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (31/3).

Baca Lebih Lanjut.

Menyebut Sebuah Nama


Ilustrasi: Dokter

Wajahnya oval. Bibirnya bersepuh lipstik warna pink. Matanya disembunyikan di belakang kacamata tipis. Tak irit dengan mesam-mesem. Kepalanya dibalut dengan jilbab hijau yang sepadan dengan rok panjang. Jas putih yang dipakai mempertegas keberadaan profesi yang disandang. “Bapak orang pajak yah?” tanyanya kepada saya. Pertanyaan yang sungguh menyentak.

Alamakjang, sekejap langsung tersadar. Saya memang belum sempat berganti baju saat berkonsultasi tentang hasil lab anak saya dengannya. Kaos Amnesti Pajak yang saya kenakan dengan tiga huruf besar “DJP” tercetak di lengan kaos sebelah kiri masih saya pakai malam ini sejak dari tugas piket di hari libur Nyepi, pagi tadi.

Baca lebih lanjut.

Singapura Peringkat Pertama Negara Asal Deklarasi dan Repatriasi Program Amnesti Pajak


wp-1490830710023.jpeg

Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty akan berakhir pada 31 Maret 2017 nanti. Dari data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sampai 28 Maret 2017 Singapura masih menduduki peringkat teratas negara asal deklarasi harta dan repatriasi. Ini berarti memang banyak Warga Negara Indonesia yang menyimpan hartanya di negara kecil tersebut.

Dalam program pengampunan pajak, deklarasi adalah pernyataan wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak dengan mendeklarasikan aset-asetnya di luar negeri tanpa mengalihkannya ke dalam negeri. Sedangkan repatriasi, wajib pajak tersebut sekaligus mengalihkan aset-asetnya dari luar negeri ke Indonesia.

Baca Lebih Lanjut

Ini Dua Alasan DJP Undur Batas Waktu Lapor SPT Pajak Menjadi 21 April 2017


wp-image-1366271686jpg.jpeg

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan dua alasan pengunduran batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahun pajak 2016 buat wajib pajak orang pribadi sampai dengan 21 April 2017 yang semula 31 Maret 2017.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Perpajakan Suryo Utomo mengungkapkan dua alasan. Pertama, karena adanya batas waktu penyampaian SPT yang bersamaan dengan berakhirnya masa amnesti pajak pada 31 Maret 2017 dan kedua, sumber daya yang terbatas dalam menangani semuanya.

Baca Lebih Lanjut.