Saat Menonton Televisi di Tetangga Sebelah


Foto siang tadi

DI WAKTU KECIL***dulu, saya dan adik saya kalau menonton televisi pergi ke tetangga yang keturunan Tionghwa. Kalau malam, sehabis isya, saya mengetuk pintu rumah tetangga kami itu, “Papih! Papih!” teriak kami kepada bapak tua yang biasa kami panggil demikian. Istrinya pun kami panggil Mamih.

Kalau kami datang, anjing kecilnya bernama Bleki, karena warna bulunya yang hitam, menyambut kami dengan gonggongan atau geramannya. Saya memang tidak pernah akur dengan asu itu. Jadi di depan televisi itu saya mengangkat kaki ke atas kursi, duduk bersila, bukan bermaksud tak sopan, ini sekadar menghindari kaki-kaki kami terkena sentuhan sang asu. Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

Menyebut Sebuah Nama


Ilustrasi: Dokter

Wajahnya oval. Bibirnya bersepuh lipstik warna pink. Matanya disembunyikan di belakang kacamata tipis. Tak irit dengan mesam-mesem. Kepalanya dibalut dengan jilbab hijau yang sepadan dengan rok panjang. Jas putih yang dipakai mempertegas keberadaan profesi yang disandang. “Bapak orang pajak yah?” tanyanya kepada saya. Pertanyaan yang sungguh menyentak.

Alamakjang, sekejap langsung tersadar. Saya memang belum sempat berganti baju saat berkonsultasi tentang hasil lab anak saya dengannya. Kaos Amnesti Pajak yang saya kenakan dengan tiga huruf besar “DJP” tercetak di lengan kaos sebelah kiri masih saya pakai malam ini sejak dari tugas piket di hari libur Nyepi, pagi tadi.

Baca lebih lanjut.

18 TAHUN LAMPAU


18 TAHUN LAMPAU

 

Saya tak tahu apakah STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) akan buka pendaftaran enggak di tahun 2012. Tapi melihat antusiasme sebagian para lulusan SMU untuk masuk ke sana, saya jadi tertarik untuk ngetwit bagaimana pengalaman saya ikut ujian seleksi masuk STAN di tahun 1994. Waw, sudah hampir 18 tahun lamanya.

 

  1. #usmstan, melangkahkan kaki ke jakarta tuk daftar stan hanya ikut2an teman dari kampung di Cirebon.
  2. #usmstan milih spesialisasi pajak. Juga ikut2an teman. Punya satu bulan tuk belajar soal2nya.
  3. #usmstan maka belilah buku kumpulan soal stan dari tahun ke tahun di cirebon harganya 20rb. Termasuk mahal tuk saya & waktu itu.
  4. #usmstan belajar siang malam menghabiskan soal2 yg da di buku itu. Krn hanya berharap bisa kuliah gratis. Kampus lain? Boten gadah yatra.
  5. #usmstan habis2an belajar dan doa orangtua jadi upaya meraih cita.
  6. #usmstan sebulan berdarah2. Ini bahasa lebaynya. Pada waktunya pergi ke jkt menginap di rumah saudara bersama teman2.
  7. #usmstan pada hari h nya. Pergi dari cilandak mnuju senayan naik kopaja 66 lebakbulus senen.
  8. #usmstan bertemulah anak kampung dg mereka anak kota. Bawa banyak harapan. Minder jelas ada.
  9. #usmstan senayan yg begitu megah. Itulah pertama kali injakkan kaki di suatu artefak megah peninggalan king soekarno dr dinasti eralama.

     

  10. #usmstan ujian dimulai. Dimulai dg bismillah dan selesailah sampai siang. Cemas &berharap. Puluhanribu peserta yg diterima cuma ratusan.
  11. #usmstan setelah itu tak ngapa2in. Mnunggu saja. Seperti biasa malam dilalui dg numpang mnonton tv di hotel. Di rumah gak punya tv.
  12. #usmstan sampai pada waktunya di suatu malam. Sambil nonton tv pake telepon umum dilobi hotelnelpon temen di jakarta yg pantau kelulsan.
  13. #usmstan dulu gak spt skg. Gak ada hp, gak ada pager, internet apalagi. Dan sang teman yg telah pantau itu bilang kalau dia enggak lulus
  14. #usmstan dan saya? “kamu lulus,” katanya. Lemas dan gembira campur aduk kayak somay. Langsung sujud sukur di bawah tatapan banyak orang.
  15. #usmstan saya langsung pulang rumah. Beritahu ibu & bapak.Ibu berlinang air mata. Saatnya pergike jakarta. Satu2nya calon cpns dlm bani.
  16. #usmstan pelajaran yg bisa sy ambil: 1. Kerja keras tak mngeluh kejar masa depan 2. Doa tiada henti 3. Ridha dan doa orangtua.Itu kunci.
  17. #usmstan ini kunci yg bisa dipake siapa saja. Yg durhakasama orang tua niscaya gagal masuk stan. Kalobisa itu istidraj. Lena dari Allah.
  18. #usmstan tahun depannya adik saya lulus stan juga. Dia jurusan akuntansi. Sekarang dia di BPKP. Kami berdua jd kebanggaan orang tua.
  19. #usmstan kakak beradik masuk stan. Walau ada isu kami nyogok panitia #usmstan. Duit darimana? Dari.mbah sangkil?
  20. #usmstan Belajar tiada henti kuncinya. Yg bisa masuk bersyukurlah bisa ngalahin banyak orang. Yg belum lulus masih ada 2 kesempatan lg.
  21. #usmstan kalo masih belum bsa jg percayalah hidup tak berhenti. Masih banyak jalan menuju kesuksesan.
  22. #usmstan setelah diterima di stan perjuangn belum berhenti. Bhkan semakin keras berdarah2 lagi. Tapi itu ceritanya nanti. Skg yg penting
  23. #usmstan manfaatkan waktu sebaik mungkin dg belajar.
  24. #usmstan itu saja kali yah. Ohya jadilah orang yg + thinking. Khusnudhan sama Allah. Yakin Ia beri yg terbaik dg kamu masuk stan or not.
  25. Semoga bermanfaat. Teruslah hidup.

Habis ngetwit kayak gini, mulai jam 12 malamnya saya tidak bisa tidur sampai pagi. Maag kembali menyerang. Gara-gara tak bisa menjaga makanan dalam seminggu itu. Makan mie ayam tambah saos dan sambal pedas, sambel padang yang warnanya ijo itu, makan indomi rebus saat perut kosong, dan kebanyakan saos ayam goreng tepung. Akhirnya sabtu, minggu, dan senin cuma bisa di rumah. Menjadi pelajaran penting kalau sudah begini. Semoga tak terulang. Kepada para teman makan saya tolong ingatkan saya kalau sudah menyendok yang di atas itu. Terima kasih.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

7 April 2012 16:05

 

Gambar dari sini.

 

Tags: stan, sekolah tinggi akuntansi negara, pajak, akuntansi, bpkp, usmstan 2012, usmstan, senayan, kopaja 66, soekarno, orde lama