Komik Ganes Th banyak memengaruhi saya sampai sekarang.
Saya hobi membaca buku sejak kecil. Ini barangkali karena banyak hal. Pertama, bapak saya juga penjual majalah bekas dan penyuka buku. Kedua, kakak-kakak ibu saya juga penulis buku. Setiap saya datang ke rumah mereka, buku adalah hadiah mereka untuk saya.
Dhimas Wisnu Mahendra, teman saya sekaligus penulis novel, membuat ulasan kecilnya terhadap buku saya yang berjudul Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari yang terbit pada awal November ini. Berikut ulasannya.
Dia bukan Forrest Gump. Beratnya dulu 78 kg. November 2014, Tapaktuan, Aceh Selatan. Memungut bola pingpong yang jatuh, menatap kaca, ia melihat sosok kegendutan menatap balik. Itu awalnya.
Setiap pagi, ketika melewati kemacetan di daerah Rawa Bambu, Pasar Minggu karena adanya pembangunan jalan layang yang belum selesai saya selalu mengambil jalur paling kiri dekat trotoar.
Bukan tiada maksud. Ini karena saya akan melewati ritual pagi yang selalu ada di depan warung padang Duta Salero: bakar ayam. Asapnya mengepul ke mana-mana, menyelusup masuk ke dalam helm dan lubang penciuman saya. Harum nian. Selalu saya hirup meningkahi bau asap knalpot yang mengiringi. Rezeki.
Menjelang penerbitan buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini cetakan yang keenam, saya diundang untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara bedah buku tersebut yang diselenggarakan oleh DKM Shalahuddin, Kompleks Kantor Pajak Kalibata, Jakarta Selatan (Selasa, 29/10).
Sebagai pembedah buku dalam acara yang bertajuk Dakwah Milenial, Dakwah Literasi adalah Ustaz M. Irfan Abdul Aziz. Ustaz muda ini merupakan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena dan lulusan Universitas Islamabad, Pakistan.
Ketika kamu dihina oleh lingkunganmu padahal kamu sudah melakukan yang terbaik dari dirimu. Ketika Tuhan belum mengizinkanmu dan pasangan memiliki keturunan padahal sudah ratusan usaha sudah kamu lakukan. Ketika kamu terjebak dalam suatu tradisi yang menciderai logikamu. Apa yang akan kamu lakukan?
Sebagian terfokus hanya pada permasalahannya saja dan menganggap dirinya lah yang paling sedih sedunia. Sebagian butuh didengarkan saja. Sebagian butuh diberikan solusi. Namun, tidak semua suka menceritakan permasalahannya dan tidak semua ingin dihakimi.
Roger Bannister merupakan pria bersejarah dari Inggris. Pada 6 Mei 1954, dia memecahkan rekor lari dengan waktu tiga menit 59,4 detik. Catatannya memecahkan rekor lari satu mil yang ada selama itu. Torehan waktu larinya bahkan tercatat di Guinnes Book of Record. Pada zaman itu, hasil penelitian dan petunjuk dokter mencatat bahwa mustahil manusia bisa berlari satu mil dalam jangka waktu di bawah empat menit.
Apa yang terjadi kemudian? Rekor Roger tidak bertahan lama. Hanya dalam jangka waktu 46 hari catatan waktunya sudah bisa dipecahkan. Kurang dari tiga tahun, lusinan pelari sudah memecahkan rekor lari tersebut. Berlari satu mil dengan waktu di bawah empat menit bahkan sudah menjadi batasan waktu dalam kualifikasi pelari profesional.
Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan bedah buku volume kedua di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Kamis, 9/7). Buku yang dibedah adalah buku yang ditulis oleh Riza Almanfaluthi dan berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini.
Sebelumnya bedah buku volume satu terselenggara pada Senin, 6 Juli 2020 yang membedah buku Pajak dan Zakat Biarkan Berbeda dengan pembedah adalah penulis buku itu sendiri Eko Novianto Nugroho.
Penyelenggaraan bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak dalam rangka memperingati Hari Pajak yang jatuh pada 14 Juli 2020.
Riza Almanfaluthi adalah pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang saat ini bertugas di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat dan menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Situs.
Buat yang belum menyaksikan acara bedah buku tersebut, bisa menontonnya pada video di atas yang disiar ulang oleh akun resmi jejaring sosial Direktorat Jenderal Pajak.
***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
16 Juli 2020