Surat dari Larantuka


Komik Ganes Th banyak memengaruhi saya sampai sekarang.

Saya hobi membaca buku sejak kecil. Ini barangkali karena banyak hal. Pertama, bapak saya juga penjual majalah bekas dan penyuka buku. Kedua, kakak-kakak ibu saya juga penulis buku. Setiap saya datang ke rumah mereka, buku adalah hadiah mereka untuk saya.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni: Dorongan Semangat Untuk Terus Menulis


Berikut adalah testimoni dari Kak Johana Lanjar Wibowo saat buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini telah tiba dalam genggamannya:

“Barangkali karena saya hanya cukup berpuas diri sekadar memublikasikan tulisan yang saya buat di blog, menyebarkan tulisan itu melalui aplikasi Whatsapp, atau mengeposkannya di akun-akun media sosial. Sebenarnya itu belumlah cukup. Membukukannya itu mesti karena ia adalah simbol dan salah satu warisan budaya. Bahkan di era ketika fisik buku berubah menjadi digital.”

Baca Lebih Lanjut

Testimoni: Nyastra, Tetapi Mudah Dicerna


Berikut adalah testimoni dari Pak Ahmad Dahlan saat buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini telah tiba di tangannya:

Sekian tahun yang lewat, saya iseng mengumpulkan nama teman-teman seinstansi yang menjadi penulis. Sebatas yang saya tahu sahaja, lewat blog mereka yang kebetulan mampir di linimasa medsos.

Baca Lebih Lanjut