Membaca Tanda-Tanda


Tahukah Anda kalau masih ada 2,7 juta penduduk Indonesia yang tidak bisa membaca?

Beberapa perjalanan saya keluar daerah karena penugasan selalu diiringi dengan diskusi dunia penulisan dan perbukuan.

CEO Maghza Pustaka Iqbal Dawami, jauh-jauh dari Pati, datang menemui saya di sebuah lobi penginapan di Yogyakarta. Kami mengobrol intens selama dua jam sambil meminum kapucino dan memakan pisang goreng. Kudapan lezat itu dimasak langsung oleh koki penginapan.

Baca Lebih Banyak

Di Balik Layar Seseloki Seloka di Pinggir Selokan


Merah Buku

Tidak tebersit dalam benak saya untuk menerbitkan buku kumpulan sajak dalam waktu dekat. Sebabnya, saya sedang menulis buku lain dengan tema khusus.

Apa daya, diselingi dua proyek buku formal dari kantor konsentrasi saya terpecah. Saya belum sempat meneruskan naskah buku keempat saya itu.

Baca Lebih Banyak

Membaca Seloka dari Panggung ke Panggung


Membaca puisi itu seperti makanan sehari-hari waktu SD dulu. Saya pernah ikut juara membaca puisi dan menang. Membaca puisi di Malam Puncak 17 Agustusan tingkat kelurahan juga sering.

Pernah suatu ketika, puisi wali kelas saya bacakan di atas panggung malam Agustusan itu. Ada yang saya sesali di sana. Namanya lupa saya sebut setelah judul puisinya. Barangkali waktu itu saya lagi demam panggung, berdiri di hadapan ratusan orang. Pak Mastara, nama guru SD itu, mengingatkan saya soal itu setelah saya turun panggung. Ia tidak marah. Adegan ini puluhan tahun lalu itu, masih terekam di benak saya sampai sekarang.

Baca Lebih Banyak