Resensi Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini: Untuk Para Pejuang


Ketika kamu dihina oleh lingkunganmu padahal kamu sudah melakukan yang terbaik dari dirimu. Ketika Tuhan belum mengizinkanmu dan pasangan memiliki keturunan padahal sudah ratusan usaha sudah kamu lakukan. Ketika kamu terjebak dalam suatu tradisi yang menciderai logikamu. Apa yang akan kamu lakukan?

Sebagian terfokus hanya pada permasalahannya saja dan menganggap dirinya lah yang paling sedih sedunia. Sebagian butuh didengarkan saja. Sebagian butuh diberikan solusi. Namun, tidak semua suka menceritakan permasalahannya dan tidak semua ingin dihakimi.

Baca Lebih Lanjut

5 Hal Penting dari Si Tuli yang Kudu Kamu Lakukan Segera



Ilustrasi ayah dan anaknya dalam suatu pernikahan (Dari sini)

Ada ulama yang dikenal sebagai seorang zuhud, warak, dan berkepribadian sederhana serta hidup dalam keprihatinan. Ia sezaman dan pernah bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal. Namanya Hatim Alasham. Nama lengkapnya Abu Abdurrahman Hatim bin Unwan Alasham. Ia dijuluki sebagai Alasham. Mengapa dijuluki sebagai Alasham (si tuli)? Ii Ruhimta dalam buku yang ditulisnya berjudul Kisah Para Salik menceritakan sosok syaikh dari Khurasan ini.

Dikatakan bahwa seorang perempuan bertanya kepada Hatim. Ketika bertanya tiba-tiba perempuan itu mengeluarkan angin. Merahlah mukanya karena malu. Hatim berkata kepadanya, “Hai, coba kamu keraskan suaramu agar dapat kudengar!” Perempuan itu bergembira sebab ia mengira bahwa Hatim itu tuli. Maka setelah peristiwa itu Hatim dikenal dengan Hatim Alasham.

Baca Lebih Lanjut.