Resensi Buku Republika Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini: Mozaik Hikmah Kehidupan



Roger Bannister merupakan pria bersejarah dari Inggris. Pada 6 Mei 1954, dia memecahkan rekor lari dengan waktu tiga menit 59,4 detik. Catatannya memecahkan rekor lari satu mil yang ada selama itu. Torehan waktu larinya bahkan tercatat di Guinnes Book of Record.  Pada zaman itu, hasil penelitian dan petunjuk dokter mencatat bahwa mustahil manusia bisa berlari satu mil dalam jangka waktu di bawah empat menit.

Apa yang terjadi kemudian? Rekor Roger tidak bertahan lama. Hanya dalam jangka waktu 46 hari catatan waktunya sudah bisa dipecahkan. Kurang dari tiga tahun, lusinan pelari sudah memecahkan rekor lari tersebut. Berlari satu mil dengan waktu di bawah empat menit bahkan sudah menjadi batasan waktu dalam kualifikasi pelari profesional.

Kisah tentang Bannister menjadi satu dari 34 tulisan karya Riza Almanfaluthi, seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Terbilang langka seorang PNS bisa membuat buku dengan bahasa yang renyah dan mudah dinikmati publik. Dalam buku ini, Riza menjahit kisah-kisahyang memiliki kekayaan hikmah di dalamnya.

Buku ini dibagi hanya dalam tiga bab, yakni Spirit, Kulusentana, dan Nuraga. Kisah Bannister ada pada bab Spirit karena mengisahkan betapa berharga kemampuan manusia saat mampu melewati batas. Pada bab tiga, ada satu tulisan yang dijadikan judul buku ini: “Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini”. Kisah ini mengandung ironi saat engkong meninggal dunia tanpa meninggalkan banda (harta).

Enyak harus menanggung bermacam biaya yang anehnya kental dengan nuansa keagamaan; untuk amplop imam dan makmum shalat jenazah, upah penggali kubur, biaya tahlil tujuh malam, biaya pengajian tujuh malam, dan tetek bengek lainnya. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, semua ritual itu tak ada aturannya dalam Islam. Masalah ini merupakan pekerjaan rumah umat yang masih dirasakan sekarang. Jangan sampai menyusahkan keluarga yang meninggal. Bantu anak-anak yatim mereka bukan menghabiskan harta dengan segala macam ritual. [ed: a syalaby ichsan]

 

Judul                   : Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini
Penulis                : Riza Almanfaluthi
Penerbit             : Maghza Pustaka
Tahun Cetak      : 5 April 2020
Tebal Buku         : 187 Halaman

 

***
Resensi ini diterbitkan oleh Koran Harian Nasional Republika pada Jumat, 14 Agustus 2020 dalam Rubrik REHAL.

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.