Berlari Sejauh Delapan Kilometer Pulang Pergi Untuk Membaca Buku Ini


Karena saya adalah pelari hobi, maka untuk mengambil buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini, Mas Haryo Seno menggunakan kesempatan itu dengan berlari dari rumahnya yang berjarak empat kilometer saja dari rumah saya

Maka Sabtu pagi itu ia berlari. Dering teleponnya membangunkan saya yang sedang mager (males gerak). “Saya sudah di depan rumah,” katanya. Wah, ia sudah datang.

Saya dan Mas Haryo Seno ini belum pernah bertemu sebelumnya. Saya pikir demikian. Karena selama ini kami hanya tergabung dalam dua grup Whatsapp: BA015 Runners dan Komunitas Sastra Kemenkeu (KSK). BA015 Runners adalah grup lari para pegawai Kementerian Keuangan di Lapangan Banteng. Sedangkan KSK adalah grup sastranya.

Ternnyata ketika kami sudah bersemuka, kami menyadari bahwa sebelumnya kami memang sudah pernah bertemu. Ini terjadi di Stasiun Citayam ketika hendak mengikuti BNI UI Half Marathon 2017. Tiga tahun yang lalu. Sudah pernah saya ceritakan sepintas pertemuan ini di blog saya dalam artikel yang berjudul: https://rizaalmanfaluthi.com/2017/07/18/cerita-lari-bni-ui-half-marathon-ini-soal-nafas-panjang/

Akhirnya di tengah pagi yang sejuk dan masih berkabut ini, kami bertemu dan mengobrol santai di teras rumah. Keringatnya masih menetes saat perbincangan itu terjadi. Segelas air putih dalam gelas besar sudah beberapa kali ia teguk.

Teh manis dan gorengan yang sebenarnya pantang untuk diberikan kepada pelari tetap tersuguhkan sebagai pemanis dalam persuaan ini. Undangan darinya kepada saya untuk mengikuti kegiatan literasi dan pembacaan puisi Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan pada Senin besok (2/3) sepertinya menarik. Insya Allah.

Terima kasih sudah mengobrol dan telah singgah di gubuk saya untuk mengambil buku itu. Sungguh tersanjung dengan dayanya yang berlari-lari untuk mengambil dan membaca buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini. Semoga bermanfaat.

Oh ya, Mas Haryo Seno ini tidak memesan ojek daring untuk pulang ke rumahnya. Ia masih melanjutkan larinya. Luar biasa. Selamat berlari. Selamat berbahagia dengan endorfin.

Buat teman-teman yang ingin mengetahui lebih jauh apa isi buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini silakan membaca sinopsis buku yang bisa dibaca pada tautan berikut: https://rizaalmanfaluthi.com/2020/02/24/buku-kedua-itu-terbit-orang-miskin-jangan-mati-di-kampung-ini/

Dan buat yang hendak memesannya silakan mengisi formulir ini. Mangga.

https://forms.gle/2XtH4KEPG9wqgYVq9

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
01 Maret 2020

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.