Kereta Api 119 Senja Utama Yogya melaju kencang Minggu malam itu. Suasana di dalam kereta yang menuju Jakarta itu sesak dengan penumpang. Tidak aneh, karena sebagian dari mereka adalah anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad), sebutan buat para pekerja yang mencari nafkah di ibu kota dan pada akhir pekan pulang kampung.
Besok Senin, mereka harus kembali ke tempat kerja. Perjalanan jauh itu menguras tenaga, walau sekadar duduk di tempat. Istirahat yang cukup diperlukan agar mereka bisa langsung bekerja. Sebagian dari mereka memanfaatkan sela-sela kosong di bawah kursi penumpang sebagai tempat tidur.
Walau kebanyakan anggota PJKA adalah laki-laki, ternyata malam itu terselip di antaranya seorang perempuan. Yang unik dari perempuan berjilbab ini, ia membawa cooler box. Sebagian orang menyangka, isinya adalah biota yang ditelitinya.
Dokumen ini sebenarnya berformat PDF. Tapi ikon dokumen tersebut yang terlihat melalui Windows Explorer komputer saya selalu ikon perambah Mozilla Firefox. Kalau diklik pun yang terbuka bukan program Adobe Reader melainkan Mozilla Firefox.
Seperti biasa, pagi ini ini ada email mengejutkan. Lebay sedikit boleh kan?
Dear Bapak Riza,
Assalaamu’alaikum wr.wb.
Mohon masukannya. Kami adalah eksportir di bidang garmen. Kami merencanakan restitusi atas kelebihan bayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Akan tetapi kami mempunyai masalah yaitu :
Adanya tagihan (AP) dari vendor yang tidak menagih PPN.
Adanya tagihan (AP) dari vendor atas jasa yang tidak kami potong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23.
“Lebih manfaat kalau si Dennis yang dibuang ke Cina. Buang Dennis kembali ke daerah keturunannya. Buang Dennis ke alam asalnya.” Bahkan ada yang lebih kasar lagi seperti ini: “Zamannya Soekarno, Cina dipulangin tuh ke asalnya.” Atau seperti ini, “Cina Makin ngelunjak.”
Nah, tadi pagi saya mendapatkan email. Email dari—sebut saja—Pak Seno (memang demikian nama sebenarnya). Seperti biasa email yang masuk ayam bekisar berkisar tentang permasalahan pajak yang membutuhkan solusi. Berikut pertanyaan dan jawaban yang diberikan atas permasalahan tersebut. Semoga bermanfaat buat semua.
Pertanyaan:
Selamat Pagi.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Saya mau bertanya tentang peraturan pajak yang berlaku untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam bentuk USD. Cara untuk menghitung PPN-nya seperti apa yah?
Jam lima sore lebih sedikit saya membuka email. Bagi saya email yang belum terbaca itu seperti nasi gurih yang setiap hari saya beli di warung depan mes sebagai sarapan pagi. Saya tidak pernah tahu lauk apa yang ada di dalamnya. Karena setiap hari selalu berbeda dan penuh kejutan.
Atau berasa seperti coklat begitu? “My mama always said, life was like a box a chocolates. You never know what you’re gonna get,” Kata Forrest Gump.
Pagi ini saya mendapatkan email dari seseorang tanpa menyebutkan nama. Bertanya tentang masalah perpajakan yang dia hadapi.
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Pak, maaf saya mau tanya mengenai sewa ruko. Harga sewa Rp 100 juta tapi pemilik ruko tidak mau dipotong pajak final 10% dari biaya sewanya. Maunya cash Rp 100 juta gitu. Solusinya bagaimana Pak kalau ada orang pajak menemui kasus ini? Mohon solusinya. Terima kasih.
Sejak kecil saya memang belajar Alquran dengan mushaf standar Indonesia. Baru masuk STAN–tahun 1994—saja saya mengenal mushaf timur tengah. Perbedaan di antara keduanya terbatas pada penggunaan harakat, tanda baca, dan tanda waqaf.
Awalnya saya kesulitan. Pernah didaulat untuk tilawatilquran dalam sebuah acara. Dan itu pertama kalinya membaca mushaf timur tengah Akhirnya saya terbata-bata membacanya di hadapan khalayak ramai.
Mushaf timur tengah itu juga sering disebut mushaf pojok yakni mushaf Alquran yang pada pojok halaman bawah kiri merupakan akhir ayat. Mushaf ini sering dipakai oleh para penghafal Alquran karena memudahkan dan membantu ingatan mereka.
Seorang petinggi partai datang ke negeri Cina. Bos televisi yang sering menyuarakan sekulerisasi ini terantuk sebuah masalah. Fotonya yang sedang merangkul mesra seorang wanita tersebar ke dunia maya. Senyatanya ia datang dalam rangka menerima penghargaan. Entah penghargaan apa yang mau diterima.
Mantan wartawan yang suka pindah partai menjadi jubirnya sekarang. Memberi klarifikasi untuk sang bos. Katanya perempuan itu anggota rombongan. Tak ada yang salah dari foto itu, tambahnya. Ingatan kita lalu terjebak pada seorang petinggi partai lainnya. Ia berpiknik bersama artis ke Maladewa dan berfoto mesra pula. Tidak berduaan saja memang. Perlakuan yang mereka terima dari media sekuler berbeda sekali. Tapi saya tidak akan membahas orang terakhir ini.