Aylaview: Fenomena Seretnya Investasi Kasih Sayang


Waktu itu saya masih berada di commuter line yang berangkat dari Stasiun Tanah Abang lebih kurang pukul 22.00. Saya pulang larut sehabis menonton siaran langsung bincang-bincang antara Sri Mulyani dan Rosi Silalahi di salah satu stasiun tv swasta. 

Tiba di Stasiun Tanah Abang kereta rel listrik yang menuju Bogor sudah nongkrong di jalur 3. Kebetulan saya dapat tempat duduk di commuter line itu.  Kantuk sudah merajalela di pelupuk mata. Kadang tidur kadang juga bangun. Kalau bangun saya lanjutkan dengan baca buku. Tetapi juga saya perhatikan telepon genggam, masuk ke aplikasi Facebook, dan melihat lini masanya.

Lalu saya melihat teman yang membagi screenshot beberapa percakapan yang lagi viral tentang Aylaview itu. Saya tertawa tertahan. Kalau saja tidak di dalam kereta rel listrik itu tentu saya akan tertawa terbahak-bahak. Saya masih menahan tawa itu sambil menutupi mulut dengan tangan. 

Tertawa karena melihat upaya keras para isteri yang berusaha memancing suami mereka untuk mengatakan Aylaview (baca: I Love You), seringnya berujung kepada kegagalan. Dan juga melihat bagaimana kepolosan pasangan mereka atas ketidaktahuan tentang merek mobil dan translasi kata pemandangan ke dalam bahsa Inggris. Saya juga kalau ditanya seperti itu barangkali akan memberikan laku yang sama. Asli lucu.

Saya jadi teringat dengan tulisannya Ustaz Cahyadi Takariawan di bukunya yang berjudul Wonderful Husband: Menjadi Suami Disayang Istri. Di salah satu halaman buku itu, ustaz menulis tentang “Jangan mengabaikan Hal-hal Kecil.”

Secara lengkapnya saya tulis sebagai berikut:

Di antara hal yang membantu kita untuk tampil energik dan segar adalah dengan memerhatikan hal-hal yang sering dianggap kecil atau  remeh. Oleh karena itu, para suami jangan menganggap enteng dan jangan mengabaikan hal-hal kecil dalam kehidupan rumah tangga.

Contohnya adalah kebiasaan membawakan oleh-oleh setiap kali suami pulang dari bepergian jauh, kendati pun oleh-oleh tersebut secara ekonomi hanya bernilai beberapa ribu rupiah saja, bukan barang yang mahal. 

Kebiasaan kecil ini mampu merekatkan hubungan dan perasaan cinta antara suami dengan isteri. Jangan menganggap sepele untuk menyampaikan ucapan selamat dan kata-kata penghargaan atas hari-hari istimewanya atau prestasi yang berhasil diraih.

Jangan menyepelekan ucapan dan sapaan yang manis serta lembut kepada isteri, jangan pula menganggap kecil arti senyum manis terhadap isteri. Jangan mengabaikan penampilan yang bersih rapi, wangi, dan menarik di hadapan isteri. Jangan anggap ringan bau badan, bau mulut, serta bau pakaian yang tidak sedap. Jangan mengabaikan sentuhan mesra, serta elusan tangan, kecupan di pipi, dan dahi isteri. Jangan mengabaikan belaian mesra serta pelukan yang lembut setiap bertemu dengannya.

Kata-kata I love You adalah ucapan ringan dan sederhana, namun itu sangat bermakna bagi isteri karena menunjukkan cinta Anda tidak pernah padam kepadanya. Ungkapan “aku merindukanmu”  terdengar sangat menyejukkan di hati isteri karena menunjukkan dirinya sangat Anda butuhkan. Kalimat, engkau cantik sekali kelihatan sangat remeh, namun memberikan dampak yang besar pada isteri karena Anda mampu memberi apresiasi yang positif atas penampilannya.

Hal-hal yang seperti itu seringkali dianggap kecil dan remeh, padahal bisa menumpuk menjadi besar jika Anda menanamkan investasi kebaikan Anda. Demikian pula sebaliknya apabila investasi Anda adalah ketidakbaikan, akan bisa menumpuk menjadi api di dalam sekam  yang bisa menghanguskan cinta dalam keluarga Anda.

Sampai di sini, Ustaz Cahyadi betul. Kalau saja para suami sudah menanamkan investasi kasih sayangnya sejak dulu kala maka barangkali fenomena screenshot ini tidaklah seheboh sekarang. 

Ah, ini kan sekadar lucu-lucuan. Betul juga sih, kita butuh kelucuan tapi kebanyakan akhir dari semua itu ibu-ibunya pada baperan. Tak semua juga laki-laki memiliki kepekaan (baca keromantisan) yang sama. Betul juga. Tapi yang namanya kebaikan itu tak selalu berwujud berupa kata-kata, senyum di muka Anda wahai para suami dan kehadiran wadag lempung disertai hati Anda untuk isteri adalah kebaikan kecil yang bisa menjadi besar kelak. 

Dan buat ibu-ibu jangan pula mengukur kadar cinta HANYA kepada tiga kata sakti atau empat suku kata itu.  Pada dasarnya semua kembali kepada sunnatullah: semua yang berlebihan itu tidak baik. Kata-kata yang berlebihan akan selalu menjadi: “Gombal mukiyo, Bro.”

Ayo, saya ajak diri saya sendiri dan para suami yang lain untuk berinvestasi. Investasi kebaikan. Sekecil apa pun itu. Jangan sepelekan. Jangan abaikan. 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
13 Agustus 2017
Catatan ala kadarnya sebelum berlari pagi di hari minggu. Maaf kalau cuma segini bae.
Foto diambil dari FB yang tersebar secara viral. 

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s