Mawar yang Mencipta Sejarah


​Mawar selalu bersaing untuk menjadi yang terbaik di sekolah dasar negeri itu. Secara tidak sadar ia yang anak pasar menjadi wakil anak-anak proletar sebagai pesaing anak-anak kelas aristokrat seperti guru, pegawai negeri sipil, atau orang-orang kaya lainnya di sekolah itu. Rangking kelasnya selalu di antara dua nomor ini: 1 atau 2.

Pernah suatu ketika, ia tidak mengikuti les salah satu pelajaran yang diajarkan oleh guru sekolah. Apa yang terjadi? Ia mendapatkan nilai jelek. Sedangkan mereka yang mengikuti les berbayar itu nilainya tinggi-tinggi. Mawar yakin ini bukan karena ketidakmampuannya dalam mencerna pelajaran, melainkan semata karena ia tidak ikut les itu. Pun, karena ia tak sanggup untuk membayar biaya les itu.

Baca Lebih Lanjut.

Advertisements