FREELETICS WOCHE 8: Masih Sebagai Manusia Bebas



http://www.insideoutretreats.com

Bagaimana rasanya kalau kita terbangun di sebuah kamar hotel dan menyadari bahwa sebenarnya kamar itu adalah sebuah penjara? Ya, benar-benar penjara. Hanya diatur sedemikian rupa persis menyerupai kamar hotel. Ada kasur empuknya, televisi, kamar mandi, toilet, dan menu ransum setiap hari yang sama, chinese food.

Joe Doucett tidak tahu siapa yang menculik dan memenjarakan dirinya sedemikian rupa. Dan tak tahu pula apa salahnya. Memulai hidup sebagai orang yang terenggut kebebasannya ia stres. Tapi lama kelamaan kesadarannya tumbuh untuk tetap hidup, meloloskan diri, meraih kebebasan, dan mencari tahu siapa penyekapnya.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 7: Hell Week


commons.wikimedia.org

 

Don’t be frightened and don’t accept the excuse that you have no time. Ok, No excuse.

 

Ada “Minggu Neraka” di pelatihan untuk menjadi anggota Navy Seal, pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Sebuah pelatihan yang diatur sedemikian rupa sebagai latihan terberat di militer AS. Mereka digenjot ketahanan fisik, ketangguhan mental, menyelami rasa sakit di bawah tekanan tinggi dan kurang tidur. Para instrukturnya tidak memaksakan calon marinir ini untuk tetap bertahan dalam latihan. Dipersilakan buat mereka yang menyerah untuk meninggalkan kelompok, membunyikan lonceng, menikmati donat dan kopi di hadapan teman-temannya yang masih berkutat dalam latihan.

Demikian adanya di pelatihan untuk menjadi personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Latihan yang sangat berat, menguras emosi, tenaga, dan keringat sampai tetes terakhir menjadi menu keseharian. Bedanya, bagi yang tidak tahan dalam latihan, mereka tinggal meletakkan topi latihan di pinggir lapangan. Di situlah ketahuan berapa banyak para peserta yang menyerah dalam satu angkatan.

Baca Lebih Lanjut.

Janji Rasulullah kepada Pembaca Kalimat Pendek Ini



http://www.flickr.com

Neraka adalah tempat terburuk dan penuh rasa sakit. Diperuntukkan buat mereka yang hidup bergelimang dengan dosa di dunia. Penuh kobaran api yang panasnya sungguh dahsyat. Batu yang dilemparkan ke dalamnya baru akan mencapai dasarnya 70 tahun kemudian. Bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Serta minuman buat para penghuninya adalah air kental yang berbau busuk dan membakar.

Sebagai manusia yang beriman tentunya kita tidak akan pernah mau dijerumuskan ke dalam neraka karena dosa-dosa yang telah dilakukan. Rasulullah saw pun tidak pernah rela umatnya menjadi bahan bakar neraka. Oleh karenanya Rasulullah saw seringkali bicara dalam nada tarhib (peringatan) kepada para sahabat agar berhati-hati dengan amalan-amalan ahli neraka yang akan menjerumuskan mereka kepada siksa.

Selain itu Rasulullah saw banyak memberikan cara kepada umatnya agar terhindar dari lubang yang sangat dalam itu. Salah satunya dengan doa perlindungan seperti yang ada pada sebuah hadis hasan berikut ini.

Baca Lebih Lanjut.

Pria Ini Banyak Menangis Saat Traveling. Apa yang Ditangisi?



Muslim menangis © dawn.com

Betapa banyak dari kita bercita-cita dan berusaha untuk traveling ke seantero dunia, ke tempat yang belum pernah dikunjungi, indah, dan menarik hati. Dengan segala cara dilakukan sampai menghabiskan tenaga, waktu, dan biaya yang banyak. Tubuh menjadi sehat dan segar, tetapi ada yang seringkali kita lupakan, kalbu kita—sembari berwisata itu—dibiarkan rongsok. Pria ini tidaklah demikian.

Tsabit Albanani adalah murid Anas bin Malik. Doktor Shalih Alsyamrani, seorang dosen fikih di Universitas Ummul Qura, Arab Saudi melalui akun twitternya pernah mengatakan tentang ulama ini, “Dahulu Tsabit al Banani apabila melihat sahabat Anas bin Malik, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia langsung mengambil tangan Anas dan menciumnya sembari mengatakan tangan inilah yang dulu pernah menyentuh tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 6: 5893 Meter



Lebih dari dua puluh tahun yang lalu saya memulai memakai jaket STAN Prodip Keuangan. Dan kini melihat anak-anak muda yang berjas sama di Balai Diklat Keuangan (BDK) Medan. Kelak mahasiswa D1 STAN ini akan menjadi generasi baru Kementerian Keuangan menggantikan para seniornya. Perilaku mereka sudah dibina sedemikian rupa. Kalau bertemu dengan seniornya selalu pertama kali mengucapkan salam.

*

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


FREELETICS WOCHE 5: Instan itu Buat Para Pemalas


When others talk about you behind your back, shut them up by proving them wrong.

Bahwa sakit dan perih yang dirasakan pada saat latihan ini adalah pernak-perniknya perjuangan. Tidak apa-apa. Diterima saja. No pain no gain. Enggak ada yang namanya instan dalam sebuah perubahan. Semua sudah ada sunnatullah-nya. Instan itu buat para pemalas. Kita? Tidak!

Minggu kelima Freeletics ini akhirnya finis. Semua workout yang ada terselesaikan semua. Ditambah latihan bonus. Dan utang-utang workout minggu keempat sudah terbayar. Di minggu ini pun diperkenalkan workout yang baru bernama Iris. Berikut menu latihan minggu kelima.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 4: Before After – Hitting The Wall



Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.

~~Paula Newby-Fraser, Hawaii, 1995

Hawaii di tahun 1995. Lomba triatlon The Ironman World Championship sedang berlangsung. Paula Newby–Fraser memimpin perlombaan. Laut sejauh 3,86 kilometer sudah ia renangi. Jarak 180,25 kilometer sudah ia tempuh dengan sepeda. Kini sebentar lagi, di sesi terakhir lari maraton, beberapa ratus yard di depan, ia akan menjuarai lomba itu untuk yang kelima kalinya. Tapi ia kolaps.

Tubuhnya kepanasan dan mengalami dehidrasi. Ia mengalami disorientasi padahal garis finis sudah di depan. Ia salah mengantisipasi lawan yang mengejar di belakangnya sedari tadi, sehingga mengabaikan strategi hidrasi dan nutrisinya. Ia terjatuh, terduduk, dan terkapar di aspal jalanan. Ia abaikan sorakan dan semangat yang diberikan oleh para penonton untuk tetap bertahan.

Beberapa orang mendekat dan temannya yang sudah memanggil ambulan berusaha menarik dan memapahnya, tapi ia berteriak, “Don’t touch me. I don’t want to be disqualified.” Ia bersikeras melanjutkan lombanya. Tapi ia tak bisa apa-apa.

Baca Lebih Lanjut.

Raja ini Memiliki 22 Istri dan 45 Anak, Salah Satunya Salman bin Abdulaziz



Setelah era Abdulaziz bin Saud, kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi masih dipegang oleh generasi kedua Abdulaziz, yakni Saud bin Abdulaziz, Khalid bin Abdulaziz, Faisal bin Abdulaziz, Fahd bin Abdulaziz, Abdullah bin Abdulaziz dan Salman bin Abdulaziz.

Dari keenam pewaris Kerajaan Arab Saudi, semua bernasab yang sama yakni Abdulaziz. Sehingga kita bertanya-tanya seberapa banyak anak dari Abdulaziz ini sehingga sejak kematiannya di tahun 1953 sampai di tahun 2015 ini masih ada anak keturunan langsung yang memerintah.

Selama hidupnya, pendiri Kerajaan Arab Saudi modern ini memiliki 22 istri. Dari istri sebanyak itu Abdulaziz ini memiliki 45 anak. Dari berbagai sumber yang ada, generasi kedua yang masih hidup sampai sekarang sebanyak 24 putra dan putrinya. Termasuk putra mahkota yang baru bernama Muqrin bin Abdulaziz yang dilantik pada tanggal 23 Januari 2015.

Muqrin bin Abdulaziz (lahir tahun 1945) ini merupakan anak dari istri ke-18 Raja Abdulaziz yang bernama Baraka Alyamaniyah. Dialah kelak yang menjadi pewaris dari Kerajaan Saudi Arabia jika Salman bin Abdulaziz—raja Arab Saudi sekarang—meninggal dunia.

Sedangkan Salman bin Abdul Aziz yang terlahir di tahun 1935 merupakan anak Abdulaziz dari istrinya yang kedelapan bernama Hassa Alsudairi. Satu ibu kandung dengan Raja Fahd (alm), Pangeran Sultan bin Abdulaziz (alm), Pangeran Abdulrahman bin Abdulaziz, Pangeran Nayef bin Abdulaziz (alm), Pangeran Turki II bin Abdulaziz, dan Pangeran Ahmad bin Abdulaziz.

Ketujuh anak laki-laki dari Hassa Alsudairi inilah yang biasa disebut sebagai Sudairi Seven karena kecenderungan mereka yang kuat terhadap aktivitas politik dan kepemerintahan daripada anak-anak Abdulaziz yang lain.

Berikut nama-nama ibu dari para Raja Arab Saudi setelah era Raja Abdulaziz ini:

  1. Wadhah binti Muhammad bin ‘Aqab, ibu dari Raja Saud bin Abdulaziz, istri pertama Abdulaziz;
  2. Tarfah binti Abdullah Alalsyeikh, ibu dari Raja Faisal bin Abdulaziz, istri kedua Abdulaziz;
  3. Al Jawhara binti Musaed Al Jiluwi, ibu dari Raja Khalid (II) bin Abdulaziz, istri keempat Abdulaziz;
  4. Hassa Alsudairi, ibu dari Raja Fahd bin Abdulaziz dan Raja Salman bin Abdulaziz, istri kedelapan Abdulaziz;
  5. Fahda binti Asi Alshuraim, ibu dari Raja Abdullah bin Abdulaziz, istri kesepuluh Abdulaziz.

     

**

Riza Almanfaluthi

26 Januari 2015

Foto berasal dari suatu sumber.

Tulisan ini ditulis untuk dan berasal dari:

http://www.dakwatuna.com/2015/01/26/63097/raja-ini-memiliki-22-istri-dan-45-anak-salah-satunya-salman-bin-abdulaziz/#axzz3PwNKTS4A

 


 

FREELETICS WOCHE 3: Bukan Masalah Finisnya, Tetapi Berani Memulainya



The miracle isn’t that I finished.

The miracle is that I had the courage to start.”

John Bingham, No Need for Speed:

A Beginner’s Guide to the Joy of Running

Dan Anda mau tahu berapa berat badan saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Jawabannya di akhir catatan ini.

Di tengah kegaduhan politik, di minggu ketiga Freeletics ini pas kebetulan saya dipanggil diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan, Kemanggisan, Jakarta. Hanya 25% latihan yang ada di program minggu ini yang hanya bisa saya lakukan. Sebabnya? Kalau ditulis di sini akan banyak alasan. Padahal harusnya No Excuse yah.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 2: Di Bawah Bulan Sabit



Kalau di dunia penerbangan mah ada istilah Point of No Return.

Suatu titik ketika jarak terbang sebuah pesawat tidak bisa lagi

untuk kembali ke tempat landas semula.

Begitu pula ini.

~~~

Azan subuh sudah jauh berkumandang sedari tadi. Jam telah menunjukkan pukul enam pagi waktu Tapaktuan. Saya gelar matras di atas rerumputan halaman belakang. Bulan sabit masih bercahaya dengan terang dan satu bintang menemaninya dalam kesendirian dan keheningan. Mereka menjadi sahabat sekaligus menjadi saksi latihan saya saat itu. Latihan yang menembus batas ketidakmampuan, mental block, dan segala rupa kenikmatan di dalam comfort zone.

Baca Lebih Lanjut.