FREELETICS WOCHE 3: Bukan Masalah Finisnya, Tetapi Berani Memulainya



The miracle isn’t that I finished.

The miracle is that I had the courage to start.”

John Bingham, No Need for Speed:

A Beginner’s Guide to the Joy of Running

Dan Anda mau tahu berapa berat badan saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Jawabannya di akhir catatan ini.

Di tengah kegaduhan politik, di minggu ketiga Freeletics ini pas kebetulan saya dipanggil diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan, Kemanggisan, Jakarta. Hanya 25% latihan yang ada di program minggu ini yang hanya bisa saya lakukan. Sebabnya? Kalau ditulis di sini akan banyak alasan. Padahal harusnya No Excuse yah.

Selebihnya tetap dengan menjaga pola makan dan tidur. Makan secukupnya tidak sampai kekenyangan. Alhamdulillah, walau godaannya banyak karena supply makanan di Pusdiklat sampai enam kali sehari, saya mampu menahan diri. Poin pentingnya tidak makan nasi. Coklat-coklat yang saya dapatkan sampai delapan batang—hasil dari mengajukan kepada atau menjawab pertanyaan para pengajar—itu pun tidak saya makan. Hehehehe Sudah itu saja.


Harusnya program itu yang saya lakukan. Saya sempat berpikir untuk menukar program di minggu ketiga dengan program di minggu keempat yang rada-rada ringan. Kayaknya akan seperti itu. Maka di minggu ketiga ini, latihan-latihan apa saya yang saya lakukan adalah seperti ini.


Saya masih punya utang workout Hades, Artemis, dan Hades Situp Max. Cuma Aphrodite doang yang bisa saya lakukan. Itu pun saya kerjakannya di rumah, sehari sebelum masuk asrama diklat. Alhamdulillah bisa cetak Personal Best di angka 28 menit 07 detik. Nah, tanggal 19 Januari 2015 itu hari Senin, hari pertama diklat.

Pencapaian lainnya bisa membuat PB di Metis yang tadinya 6 menit 55 detik. Sekarang sudah bisa catat waktu 6 menit 39 detik. Situps pun demikian. Dengan jumlah repetisi 100 kali tanpa henti—biasanya ada waktu rest untuk ambil nafas—bisa cetak waktu PB: 3 menit 36 detik.

Nah, yang paling heboh buat saya adalah bisa lari 5K di Pusdiklat Pajak. Di sana ternyata sudah disediakan trek jogingnya. Sebanyak 9 kali putaran itu sudah masuk jarak 5 kilometer. Pengennya mencoba 10K tapi waktunya mepet dengan jadwal belajarnya. Akhirnya tidak jadi, cukup 5K saja.


Hebohnya adalah—sekali lagi ini buat saya, bukan buat orang lain—kalau sudah bisa 5K tanpa henti, maka di latihan lari berikutnya akan ada suatu energi besar yang mendorong kita untuk tidak berhenti dan berjalan lagi. Malah ada rangsangan untuk mencoba tantangan berikutnya. Yaitu tadi lari 10K.

Walau waktu dan pace yang tercatat masih amatir dan tidak mencetak PB, tapi lagi-lagi bagi saya ini hasil yang luar biasa. Lari itu yang penting happy, kata para senior di Indo Runners. Lari-lari sendirian di tengah gerimis kecil, melewati jalan setapak yang mengelilingi kompleks pusdiklat, dengan hawa yang segar, dan finis tanpa kelelahan yang luar biasa, ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. Beneran.

Pelajaran yang saya dapatkan di minggu ini adalah tantangan itu selalu memacu kita untuk memberikan yang terbaik. Dan berhasil. It needs to be challenged, to become better. Tidak ada yang mustahil di dunia ini asalkan dimulai dengan kekuatan tekad dan tidak menyerah.

Dan ada satu dari beberapa kalimat yang saya ingat dari perkataan Pak Dedi Rudaedi—Mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak—pada saat ceramah di hari terakhir diklat: “Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang ketangguhan.”

Betul sih,
maka dari itu, jangan
pernah menyerah walau Anda kerja sendirian, terasing, dan tidak dianggap. Waktu yang membuktikan kalau Anda lebih tangguh daripada mereka. Anda tetap selangkah lebih maju daripada yang tidak berbuat apa-apa.

Dan Anda mau tahu berapa berat saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Tanggal 24 Januari 2015 ini tercatat 68 kilogram. Turun satu kilogram dari minggu lalu. Atau turun 10 kilogram dari tanggal 29 November 2014. Selama delapan minggu. It’s work.

Ayo mulailah. Berani memulai adalah keajaiban buat Anda. Kata John Bingham di atas. Whatever sport you choose. And I choose Freeletics.


***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

24 Januari 2015.


Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s