Trump, Mankiw, dan Kita


batavialaboratorium
Kemenangan Donald Trump pada pemilihan presiden Amerika Serikat mengejutkan. Persona polemis ini memang dikenal dengan kebijakan rasisnya terhadap minoritas dan imigran. Partai Republik yang mencalonkannya juga dikenal sebagai partai konservatif. Dalam bidang ekonomi partai ini meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi didorong melalui persaingan bebas tanpa ada campur tangan pemerintah.

Partai Republik juga meyakini bahwa hak kekayaan harus diberikan kepada individu secara penuh. Oleh karenanya partai ini cenderung menurunkan beban pajak buat orang kaya: mereka yang berpenghasilan 250 ribu dolar Amerika Serikat ke atas. Jumlahnya 2% dari populasi penduduk Amerika Serikat. Continue reading Trump, Mankiw, dan Kita

KPP Pratama Tapaktuan Ajak Pendamping Desa Peduli Pajak


Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan kembali mengadakan acara Sosialisasi Aspek-aspek Perpajakan Dana Desa dan Monitoring Pelaksanaan Kewajiban Perpajakan Dana Desa Tahun Anggaran 2016 di Tapaktuan, Senin (5/12).

Kepala KPP Pratama Tapaktuan, Ajun Bakri menyampaikan dari 260 desa di seluruh Aceh Selatan masih banyak desa yang belum maksimal dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.  Turut hadir pada acara ini antara lain Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Selatan yang diwakili oleh Sekretaris BPM Aceh Selatan, Shaumi Radli.
Baca Lebih Lanjut.

Di Sini Kami Diajarkan Tentang Jurnalisme Islam



Ada gemuruh di dada saat melihat postingan teman-teman di linimasa Facebook saya mengabarkan suasana Aksi Super Damai 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta, Jumat (4/12).

Untuk kedua kalinya saya berada di tempat yang tidak tepat sehingga tidak bisa mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III. Sebelumnya pada Aksi Bela Islam II pada tanggal 4 November 2016, saya masih berada di Tapaktuan, dan tidak bisa mengikuti aksi itu.

Baca Lebih Lanjut

Mereka Sejenis: Sama-sama Menantang Allah



Menggelitik sih. Dikirimin ini dari lapak sebelah. Melihat liberalis menertawakan dan mempertanyakan hal-hal seperti ini. Tapi sungguh hal ini sudah biasa. Dan Allah sudah kasih jawabannya 14 abad yang lalu.

Dalam penggalan surat Muhammad ayat 4 disebutkan, “Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain.”

Baca Lebih Lanjut.

Freeletics Pada Saat Sibuk: Top 3 Quickest Freeletics Bodyweight Workout



Sebuah komentar masuk di blog saya. Dari seorang pembaca blog bernama Aca Wahyu Bangkit. Komentarnya begini, “Tulisan-tulisan tentang Freeletics dari Mas, jadi salah satu motivasi saya menyelesaikan program Freeletics setiap minggunya. Terima kasih banyak Mas.”

Alhamdulillah kalau tulisan saya banyak manfaat buat orang lain. Setidaknya menginspirasi orang lain untuk bergerak. Kali ini saya akan membagi sebuah artikel yang sekiranya juga bermanfaat buat teman-teman pembaca. Buat mereka yang sudah berusaha untuk menekuni Freeletics namun menghadapi kendala bagaimana mempertahankan konsistensi apalagi di saat pekerjaan menumpuk dan menyita waktu.

Baca Lebih Lanjut.

Menyerah untuk Bangkit Kembali


“But man is not made for defeat,” he said.

“A man can be destroyed but not defeated.”

(Ernest Hemingway, 1952)

Bangkok di suatu siang, Alex Danyliuk dalam pelariannya berusaha mengakses internet di sebuah warung internet. Alex memberikan kartu kredit kepada penjaga warnet, karena aturannya sebelum pakai komputer harus bayar dulu.

Alex langsung menuju bangku kosong dan berusaha menghubungi kontaknya. Di sudut sana penjaga warnet sedang memasukkan nomor kartu kredit Alex, tapi apa lacur kartu itu ditolak. Muncul notifikasi di layar komputer penjaga warnet kalau kartu itu kartu kredit bajakan.

Continue reading Menyerah untuk Bangkit Kembali

Kemenkeu Mengajar: Sehari Menjadi Guru



“Kapan Abi bisa ke sini? tanya anak saya, Ayyasy, yang ada di pesantren di kawasan perbatasan Bogor-Sukabumi.

“Kayaknya enggak bisa hari ini Nak. Soalnya Abi harus persiapan buat ngajar besok,” jawab saya dari seberang telepon.

“Yaaaaaaah,” suara Ayyasy mengisyaratkan kekecewaan.

Ïya insya Allah besok, setelah ngajar Abi datang ke sana yah,” jawab saya sambil menahan perih karena ada lubang yang menganga tiba-tiba muncul di hati. Bagi saya yang jarang bertemu dengannya ini nada kecewa darinya tentu menyesakkan dada. Penugasan di Tapaktuan, Aceh Selatan, membuat saya hanya bisa pulang sekali dalam sebulan.

Baca Lebih Lanjut

The Martian: Si Penghuni Mars



Mark Watney tidak menyangka badai Mars membuatnya harus ditinggal anggota tim Ares 3 yang lain karena dianggap tewas. Tidak ada alat komunikasi yang menghubungkannya dengan Hermes—pesawat pulang pergi Bumi Mars—apalagi dengan Houston di Bumi. Mark harus bertahan hidup dengan segala cara sampai bantuan Ares 4 tiba dari Bumi. Tapi itu butuh waktu lama. Kini yang terpenting adalah bagaimana caranya agar Bumi tahu dia masih hidup.

Sol demi sol ia lalui. Satu sol 39 menit lebih lama dari satu hari. Sebagai seorang ahli botani dan “tukang serba bisa” dalam ekspedisi Mars maka Mark dengan segala cara mendadak menjadi seorang ahli kimia sekaligus ahli fisika untuk bisa bercocok tanam kentang di Hab (tenda pangkalan), memproduksi air, dan menghasilkan oksigen.

Baca Lebih Lanjut.

Kita adalah Roger Bannister di Kehidupan Masing-masing.



Menjelang Subuh, penjaga toilet pool bus di salah satu sudut kota Medan itu terbangun dari tidur lelapnya. Barangkali insting liarnya menggugahnya karena sudah banyak orang yang berlalu lalang keluar masuk WC tanpa membayar “fee” sebesar 2000 rupiah sebagaimana tertulis besar-besar dengan menggunakan cat berwarna merah di atas masing-masing pintu WC.

Dipan kayu kecil yang berada di depan toilet ia bereskan seadanya. Sambil menanyakan lokasi musala, saya menyerahkan satu lembar kumal uang berwarna kelabu kepada pria penjaga toilet itu. Perawakannya kurus. Kepalanya dengan rambut yang jarang. Wajahnya tirus berdagu lancip. Kumis tipis hanya tumbuh di masing-masing sudut bibir. Bibirnya hitam menandakan ia pecandu rokok kelas berat. Dan betul, ia menanyakan ini.

“Ada mancis?”

Baca Lebih Lanjut.

Hujan yang Dipeluk Rindu


rinainya menyala-nyala dengan cinta

tak pernah minggat dari tanah ini

tiga hari tiga malam

mengembara berjinjit-jinjit

sembunyi di balik rumput

sebagiannya menjadi asa

yang tumbuh di kepala

akarnya ceracau

rantingnya puisi

daunnya ribang

buahnya sekotak dingin

yang terjengkang di atas tubuhku

dihantam sekerat sunyi

dan setumpuk mimpi yang antri

kalau begitu kita khatamkan sama-sama

segara huruf dalam berjilid-jilid buku

yang berjudul:

engkau.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 17 Oktober 2016