Mereka Sejenis: Sama-sama Menantang Allah



Menggelitik sih. Dikirimin ini dari lapak sebelah. Melihat liberalis menertawakan dan mempertanyakan hal-hal seperti ini. Tapi sungguh hal ini sudah biasa. Dan Allah sudah kasih jawabannya 14 abad yang lalu.

Dalam penggalan surat Muhammad ayat 4 disebutkan, “Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain.”

Mudah bagi Allah memerdekakan Palestina dari dulu dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Mudah bagi Allah menjadikan semua manusia di muka bumi untuk menyembah-Nya. Tapi sunnatullahnya tidaklah begitu.


Menjadi teringat dengan kisah Khabab bin Alarat ra ketika ia datang menemui Rasulullah saw, mengadu dan meminta Rasulullah saw agar kemenangan segera datang. Waktu itu sahabat ini baru saja disiksa dan sebagian besar tubuhnya luka melepuh karena terbakar api.


Apa yang dikatakan Rasulullah saw? “Jika engkau merasa terkejut karena dirimu harus menghadapi siksaan yang menyakitkan, atau engkau merasa aneh karena harus menyaksikan itu semua, maka ketahuilah bahwa memang seperti inilah jalan (yang harus ditempuh). Semua itu adalah sunnatullah bagi semua hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Pada zaman dahulu, banyak dari mereka yang tubuhnya disisir dengan besi, dari atas bahu sampai ke ujung kaki, Akan tetapi, semua siksaan itu tidak sedikit pun menggoyahkan keimanan mereka kepada agama Allah. Jika engkau memandang siksaan adalah tanda datangnya keputusasaan dan keterputusan dari kemenangan, maka sungguh engkau telah salah menilai, engkau harus tahu bahwa siksaan dan derita di jalan ini adalah petunjuk tentang dekatnya pertolongan. Allah pasti akan menolong agama sehingga kelak seorang laki-laki akan dapat menempuh perjalanan dari San’a hingga ke Hadramaut tanpa ada yang ditakuti selain Allah Swt.” Dalam riwayat lain ada yang menambahkan kalimat, “Dan kepada srigala yang menyerang dombanya.”


Dan kita tahu bahwa kemenangan yang cepat didapat, secepat itulah akan hilang.

Maka ketika Imam Syafi’i ditanya tentang mana yang lebih baik buat seseorang, dikokohkan atau diuji? Imam Syafi’i menjawab, “Dia tidak dikokohkan sebelum diuji.”


Begitulah kedudukan tinggi jika engkau mencapainya, maka gapailah ia dengan jembatan kelelahan.


Semuanya sesungguhnya karena Allah menghendaki demikian. Karena Allah pun tahu orang atau bangsa yang memperoleh kemenangan dan pertolongan dengan cepat tanpa mengalami kesulitan dan penderitaan yang besar terlebih dahulu—mengutip perkataan Dr. Nashir bin Sulaiman Al’Umr—hanya akan melahirkan umat yang kurang memahami nilai dan hakikat kemenangan tersebut. Akibatnya, mereka tidak akan bersungguh-sungguh dalam memelihara kemenangan.


Ohya, pada tanggal 8 Februari 2016 sebelumnya, dedengkot Jaringan Islam Liberal, Ulil Abshar Abdalla pernah ngetwit begini:


Pertanyaan Ulil, “Kenapa Allah tidak mengazab negeri-negeri yang menolerir LGBT sekarang?” sebenarnya telah diajukan di masa yang silam oleh suatu kaum. Dan diulang oleh Ulil di zaman hwaradalah ini.


Ini pertanyaannya:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (QS Alanfal 32).


Dan ini jawabannya langsung diberikan di ayat berikutnya:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun”. (QS Alanfal: 33).

Ya sudah itu saja sih. Jadi yakin bukan kalau mereka sejenislah. Tapi kelakuan mereka mengolok-olok Alquran memang sudah jadi “habit”.

Kalau sudah begitu ya kita cukup dengan “washbir ‘ala maa yaquluun (dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan)”.


Bersabar itu bisa dengan menolak dalam diam. Menolak dengan perkataan, ketikan, tulisan, gambar, juga dengan tangan. Padahal banyak juga sih yang pengen gibeng…Ah, sudahlah. Dengkul sudah ngilu butuh dilariin.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 26 November 2016


3 thoughts on “Mereka Sejenis: Sama-sama Menantang Allah

  1. Makasih mas, ini dia tulisan yang aku cari esensinya dalam beberapa hari ke belakang. Insya Allah, aku tetap yakin kalau Allah dengan firmannya di dalam Al-Qur’an adalah Maha Benar. Dan apa yang terjadi saat ini pun telah termaktub di dalamnya.

    Semoga kita termasuk orang-orang yang kuat ketika diuji untuk dikokohkan. Dan dapat dijauhkan dari sifat-sifat ‘manusia sejenis’ yang mas bahas di atas. Amiin …

    Like

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s