Di Sini Kami Diajarkan Tentang Jurnalisme Islam



Ada gemuruh di dada saat melihat postingan teman-teman di linimasa Facebook saya mengabarkan suasana Aksi Super Damai 212 yang berlangsung di Monas, Jakarta, Jumat (4/12).

Untuk kedua kalinya saya berada di tempat yang tidak tepat sehingga tidak bisa mengikuti Aksi Bela Islam Jilid III. Sebelumnya pada Aksi Bela Islam II pada tanggal 4 November 2016, saya masih berada di Tapaktuan, dan tidak bisa mengikuti aksi itu.

Barangkali ada cemburu di dada ingin merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan oleh jutaan kaum muslimin yang berada di sana. Semangat kebersamaan, ukhuwwah, menjaga ketertiban, pengorbanan muncul serentak memenuhi langit-langit dan bumi Monas walaupun setelahnya masih ada kenyinyiran dengan mengatakan bahwa aksi itu seperti buih tanpa kualitas.

Ah, maka sebenarnya banyak yang ingin saya tulis berkaitan dengan aksi itu, tapi izinkan sejenak saya kabarkan tentang sesuatu. Ketidakhadiran saya itu salah satunya karena saya diminta oleh teman-teman Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh Selatan untuk memberikan pelatihan jurnalistik kepada mahasiswa dan pelajar Aceh Selatan. Waktunya adalah Sabtu tanggal 3 Desember 2016 kemarin. Permintaan itu sudah diajukan tiga minggu sebelum acara berlangsung.

Saya siapkan materi dengan sebaik-baiknya. Terutama pada materi Jurnalisme Islam tentang kebutuhan umat terhadap keberadaan jurnalis muslim untuk melawan arus informasi yang seringkali tidak seimbang dan memojokkan umat Islam tanpa keberpihakan sama sekali.

Apalagi terkait dengan suasana dan kondisi sekarang ini ketika umat menuntut kepada pemerintah agar menghukum pelaku penistaan agama. Media sekuler serentak membingkai tuntutan itu sebagai aksi yang rasis, anti kebhinekaan, anti NKRI.

Tentu hal ini diluar fakta sebenarnya karena sesungguhnya sebelum negara ini ada, umat Islamlah yang senantiasa berjuang untuk melawan penindasan penjajah dan menjadi pemicu terjadinya kemerdekaan Republik Indonesia. Maka adalah suatu keanehan kalau umat Islam malah ingin NKRI ini pecah.

Tentu fitnah itu harus dilawan oleh kader-kader umat dengan penguasaan media yang syukurnya pada era teknologi informasi ini media sudah bertransformasi menjadi media sosial. Semua orang bisa menjadi penulis, pabrikan berita, editor, redaktur, dan sekaligus publisher-nya. Ini yang tak bisa dibendung kecuali dengan menutup akses alat media sosialnya seperti Facebook dan Twitter. Yang baru bisa dilakukan pemerintah pada saat ini semacam men-down grade sinyal pada saat pelaksanaan Aksi Bela Islam III.

Inilah latar belakang diadakannya pelatihan jurnalistik KAMMI Aceh Selatan. Semoga setelah pelatihan itu muncul kader-kader umat dalam membela agamanya terutama dalam menyeimbangkan informasi yang menyudutkan umat Islam.

Kita boleh berharap nanti muncul jurnalis yang cerdas, handal, memiliki daya saing, dan memiliki kemampuan membuat bahasa jurnalistik yang baik, tepat, dan santun agar bisa dipertanggungjawabkan. Jadi tidak sekadar jadi buzzer pengejar rating, hit, like, dan share.

Pelatihan diselenggarakan di Aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga dengan mengundang 85 mahasiswa dan pelajar di sekitar Tapaktuan. Menurut panitia entah kenapa acara pengembangan sumber daya manusia semacam ini jarang diadakan di Aceh Selatan.

Suatu kesempatan dan anugerah luar biasa bisa berkumpul dengan para pemuda Aceh Selatan ini. Saya jadi ingat dengan masa remaja dan masa sewaktu masih menjadi mahasiswa dulu. Jadinya berasa muda kembali.

Acara berlangsung dengan lancar. Teman-teman mahasiswa dan pelajar antusias mengikuti acara dan bertanya. Ada empat materi yang saya berikan. Pertama tentang Jurnalisme Islam. Kedua tentang Mudahnya Membuat Berita. Ketiga, materi tentang Mudahnya Membuat Opini. Dan materi terakhir adalah Kiat Menulis Bagus.

Disela-sela materi ada dua tampilan video yang sengaja saya tayangkan untuk memancing pendapat peserta pelatihan. Video ini adalah video amatir yang merekam penolakan peserta aksi terhadap wartawan yang meliput acara aksi. Penolakan ini karena umat sudah muak kepada media tempat wartawan ini bekerja yang seringkali memberitakan tentang keburukan umat Islam tanpa cover both side.

Sebelum acara diakhiri peserta diminta untuk membuat semacam berita tentang pelaksanaan acara pelatihan jurnalistik ini. Saya yang akan menilai latihan mereka. Terima kasih kepada KAMMI Aceh Selatan atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Semoga ilmu ini bermanfaat.

Kalimat ini bisa menjadi penutup, “Engkau mendapatkan pahala orang yang ikut Aksi Bela Islam berikut bagiannya.” Sebuah kutipan dari curahan hati Abu Qawwam yang beredar di media sosial yang berjudul Jumlah Riil Mujahidin 212.

Di bawah ini adalah rilis press yang dikirim KAMII Aceh Selatan ke media online tentang pelaksanaan kegiatan pelatihan jurnalistik ini.

TAPAKTUAN – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Aceh Selatan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik kepada mahasiswa dan pelajar di aula Dinas Kebudayaan Pariwisata Pendidikan dan Olahraga, Tapaktuan, Sabtu (3/12/2016).

“Kegiatan sehari pelatihan jurnalistik dasar ini diharapkan akan memunculkan jurnalis muslim bermartabat dari Aceh Selatan dan mendukung kehumasan KAMMI,” kata Azmi, Ketua KAMMI Aceh Barat-Selatan kepada LintasAtjeh.com, melalui pesan whatsapp.

Ia berharap seluruh peserta pelatihan ini tidak berhenti belajar selesai kegiatan. Karena tulisan yang bagus dihasilkan dari pengalaman yang panjang.

“Pelatihan bertemakan ‘Satu Goresan Sejuta Makna’ ini menghadirkan pemateri berpengalaman yang tulisannya sering dimuat di media massa, Riza Almanfaluthi. Adapun jumlah peserta yang hadir sebanyak 85 mahasiswa dan pelajar dari sekitar Tapaktuan,” ulas Azmi mengakhiri.[Delfi] Sumber dari sini.


In action.


Ya begitulah.


Ketua KAMMI Aceh Barat Selatan Azmi menyerahkan kenang-kenangan.


Sama-sama belajar.


Bersama teman-teman pelajar SMA 1 Negeri Tapaktuan


Bersama peserta ikhwan.


Bersama Ketua Panitia Acara.


Bersama para peserta ikhwan.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 4 Desember 2016


Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s