Empat Hal Ini Menjawab Mengapa Mental Free Athletes Berbeda dengan Mental Orang Biasa



Teman-teman. Tidak terasa waktu berlalu dengan begitu cepat. Sudah 2,5 tahun saya berkecimpung dengan dunia Freeletics. Alhamdulillah saya masih konsisten untuk berlatih. Walaupun tentu dengan usaha yang lebih dikarenakan kesibukan dan ketiadaan waktu.

Sewaktu di Tapaktuan saya masih sempat untuk berlatih di pagi hari sebelum ke kantor atau di sore hari sebelum Magrib datang.

Baca Lebih Lanjut.

Ritual


 

images (2)

Selamat ulang tahun puisi. Kuhadiahkan sepetak

pelukan di tubuhmu yang dingin

sehabis bangun tidur. Beruntung kau kuat

hingga tak merontokkan kata-kata, huruf-huruf

di sekujur tubuhmu yang rindang oleh luka.

 

Selamat ulang tahun puisi. Sekarang, aku yang payah

mengingatmu. Hingga tak tahu kalau hari ini

engkau mengulang  ritual. Kuberikan sepetak dekapan

di tubuhmu yang dingin sehabis bangun tidur. Terberkatilah

matahari karena ia mendapatkan cahayanya dari

kumpulan kunang kata-katamu.

Baca Lebih Lanjut.

Nasihat Nan Nirmala


Ingin menjadi apa ketika setiap keinginan kita senantiasa terwujud? Beberapa tahun yang lampau ada sebuah film yang menceritakan seorang tokoh.

Tokoh ini kalau meminta sesuatu pasti terwujud. Tetapi selalu ada konsekuensi yang mengikutinya. Tapi ia pengecut. Sehingga ketika ia menjadi apa dan risiko dari menjadi apanya itu muncul, buru-buru ia segera mengajukan permintaannya yang lain. Ia menerima menjadi apa tapi tak mau menanggung imbas yang ada.

Baca Lebih Lanjut.

Mikrajku Embuh-Embuhan


Mikrajnya setelah Isra

dari kegersangan kepada yang kudus

langit demi langit

persuaan demi persuaan

Baca Lebih Lanjut.

​Firmania Ayu Ambari: Life Begins at Twenty Five


Petang mendung itu, di dalam ruangan berukuran enam belas meter persegi, dengan meja kayu besar di tengah dan dikelilingi banyak kursi rapat, Firmania Ayu Ambari, 29 tahun, ditemui di Gedung A1, Kompleks Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (19 April 2017).

Di luar gedung, hujan mulai turun. Suara halilintar berulang kali terdengar. Ayu yang duduk di hadapan menyungging malu. Matanya membulat di balik kacamata. Rambutnya dicat coklat, tergerai sebahu. Baju batik yang ia kenakan adalah campuran warna biru dan merah. Di depannya, telepon genggam tergeletak dan terhubung dengan kabel dari catu daya.

Baca Lebih Lanjut.

10 Kontributor yang Disayang Editor


Seksi Pengelolaan Situs, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menyelenggarakan Workshop Kontributor Konten Situs dan Media Sosial DJP di Legian, Kuta, Bali selama tiga hari (11 s.d. 13 April 2017).

Acara yang dikemas dengan menarik ini diikuti 88 peserta dari seluruh Indonesia, mulai Banda Aceh sampai Merauke. Beberapa materi yang disampaikan di hari pertama adalah Menjadi Kontributor yang Disayang Editor oleh Riza Almanfaluthi, materi Flash Photo oleh Wiyoso Hadi, dan Cara Unggah Konten oleh Nanang Priyadi.

Continue reading 10 Kontributor yang Disayang Editor

United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao


Alih-alih United Airlines tak pernah dapat belajar dari pengalaman sebelumnya. Mereka memanen hasil buruk atas perlakuan kotor mereka terhadap para pelanggan yang bernama depan: David dan Dave.

Beberapa hari nan lalu, Minggu (9 April 2017), di Bandara O’Hare, Chicago, seorang penumpang bernama David Dao, 69 tahun, warga negara Amerika Serikat kelahiran Vietnam, dipaksa keluar dari pesawat lantaran kelebihan penumpang. Pesawat itu rencananya mau terbang ke Louisville, Kentucky.

Continue reading United Airlines Tak Bisa Belajar: Dulu Dave Carroll, Sekarang David Dao

Candra Membulat di atas Legian



Kehidupan malam yang gempita itu tak membuat saya beranjak dari lobi hotel. Benar-benar tidak mengusik kepenasaran saya tentang Legian. Hanya segelas kopi hitam panas yang saya sesap di atas meja sambil memandang candra yang membulat di hadapan dan di atas Legian.

Sampai pukul 01.15 dini hari sembari menunggu email yang masuk. Dari 100 orang itu berapa yang akan mengirim naskahnya. Masih belum sempat saya ketahui. Naskah yang lolos seleksi tahap pertama itulah yang akan diteruskan kepada saya.

Baca Lebih Lanjut.

Beste: Narasi Cita Tak Sampai


Muhammad Bestari, 27 tahun, mengamati kelir komputer. Kelimun huruf kecil di sana dibacanya dengan cermat. Tak lama ia menuliskan sesuatu di aplikasi pengolah kata. Ia melakukannya berulang kali. Kaca mata minus tidak cakap menyembunyikan kepayahan matanya. Hari itu, Beste sudah membaca puluhan berita yang masuk. 

Beste, nama panggilan yang diberikan kakeknya, bersyukur selepas dari DIV STAN tahun 2016 lalu bisa ditempatkan di Seksi Pengelolaan Berita, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). 

Baca lebih lanjut.

Bibliotek DJP: Pinjam Asli, Balik Bajakan


Alarm pendeteksi pencurian buku di Perpustakaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) meraung lantam ke penjuru ruangan.  Ini isyarat ada buku yang sedang keluar ruangan perpustakaan tapi belum tercatat dalam sistem peminjaman buku.

Muhammad Arif Yusuf Hasibuan, 25 tahun, memeriksa alat setinggi 160 cm itu. Hasib, biasa ia dipanggil teman-temannya, dengan membawa satu buku tebal mengulang sekali lagi. Ia menjauhi peranti itu dengan jarak lebih dari satu meter. Tak terdengar suara apa pun. Berkali-kali ia mondar-mandir tapi alat yang ditaruh di dekat pintu ini tetap membisu.

Baca Lebih Lanjut.