Ritual


 

images (2)

Selamat ulang tahun puisi. Kuhadiahkan sepetak

pelukan di tubuhmu yang dingin

sehabis bangun tidur. Beruntung kau kuat

hingga tak merontokkan kata-kata, huruf-huruf

di sekujur tubuhmu yang rindang oleh luka.

 

Selamat ulang tahun puisi. Sekarang, aku yang payah

mengingatmu. Hingga tak tahu kalau hari ini

engkau mengulang  ritual. Kuberikan sepetak dekapan

di tubuhmu yang dingin sehabis bangun tidur. Terberkatilah

matahari karena ia mendapatkan cahayanya dari

kumpulan kunang kata-katamu.

Selamat ulang tahun puisi. Sampai jumpa

tahun depan. Barangkali nanti ada

yang mendermakan sepetak rangkulan di tubuh yang dingin

sehabis bangun tidur. Didekap kata-kata.

Dipagut huruf-huruf.  Gantian engkau yang memelukku.

Setelah air kata jatuh meleleh berdenting-denting.

Lelaki yang dipalun puisi: Aku.

 

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Lantai 16, 28 April 2017

Memperingati Hari Puisi Nasional, 28 April 2017

Gambar dari: hadric-avalon.deviantart.com

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s