Lagi, Soal Pajak Pulsa dan Kartu Perdana beserta Diagram Pemungutan PPN


Beberapa hari yang lalu di sebuah grup percakapan, teman saya bertanya terkait pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Pulsa dan Kartu Perdana.

Terima kasih, Pak Riza.

Mungkin bisa dibagikan sedikit “clue”, masyarakat khawatir dengan pengenaan PPN akan menambahkan nilai jual.

Baca Lebih Lanjut

Penjelasan Gamblang Soal Pajak Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucer


Hari-hari ini warganet Indonesia dihebohkan dengan adanya peraturan pajak ini.

Pada 22 Januari 2021 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6/PMK.03/2021 tentang Penghitungan dan Pemungutan Pajak Pertambahan Nilai serta Pajak Penghasilan atas Penyerahan/Penghasilan Sehubungan dengan Penjualan Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucer.

Continue reading Penjelasan Gamblang Soal Pajak Pulsa, Kartu Perdana, Token, dan Voucer

Mahakarya


Menjelang akhir tahun, pikiran kita terkenang-kenang.

Setiap warsa Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan sanjungan kepada Kantor Wilayah DJP yang aktif dalam memublikasikan konten di situs web pajak.go.id. Dari sanjungan ini dapat diketahui bahwa dasar penilaian utama adalah kuantitas konten.

Continue reading Mahakarya

Buku Pasir: Bersama Waktu Kita Sama-sama Menanti Jawaban


Sebelum berbicara mengenai proses penyuntingan Buku Pasir, saya mau berbicara proses penyuntingan secara umum.

Jadi pada dasarnya kegiatan menyunting ini adalah kegiatan menyiapkan tulisan agar siap diterbitkan. Apa yang dilakukan penyunting (editor)? Memeriksa kesalahan pengetikan tanda baca, pilihan kata, ejaan, dan lain sebagainya.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku Pasir: Puisimu Janganlah Fana, Diandra


Siapa saja boleh berpuisi. Tidak ada pengastaan dalam puisi. Jika saja terjadi hal itu, maka puisi terjebak hanya menjadi milik para begawan dan bangsawan. Senyatanya puisi di dunia nyata menjadi eigendom siapa saja bahkan menjadi alat perlawanan dan biang revolusi.

Gabriela Diandra Larasati berani mendaku pada apa yang dicintainya: puisi itu. Untuk penghargaannya kepada Sapardi Djoko Damono, pensyair yang membuat mereka—yang tak mengerti bahasa prosa dan puisi—itu menjadi paham arti romantisme di balik kekuatan kata-kata yang sederhana.

Baca Lebih Lanjut

Mengapa 2021 Menjadi Tahun Penuh Harapan? Apakah Karena Ada Vaksin?


Siapa yang menyangka tahun 2020 menjadi tahun penuh keprihatinan di seluruh dunia.

Pada awal 2020, banyak rencana telah disusun dan siap untuk dijalankan dengan penuh optimisme. Namun, apa daya semua berubah dalam sekejap. Di sanalah kita semakin bermenung, manusia bolehlah berencana, Tuhan yang menentukan.

Baca Lebih Lanjut

[Feature] Penamat 264 Km: 90 Persen Soal Mental, Sisanya Fisik


Muhammad Ady Sucipto Rachmat meneteskan air matanya saat menceritakan pengalaman memasuki garis finis usai berlari sejauh 264 km dalam Jogja Ultra Charity 264K di Yogyakarta kepada Intax. “Senang campur sedih. Pengen nangis,” kata lelaki yang akrab disapa Acip, “tetapi tidak bisa karena pada saat itu suasananya ramai sekali.”

Istri, satu anaknya, dan Sakiyakerti—sesama anggota DJP Runners yang untuk acara ini menjadi panitia—menyambut Acip di garis finis. Acip mampu menyelesaikan ratusan kilometer jarak itu dalam waktu lima hari yang terbagi 26 putaran mulai 28 Oktober sampai 1 November 2020. Setiap putaran berjarak lebih dari 10 km mengelilingi bagian kota. “Perlu strategi khusus untuk menyelesaikannya,” ujar Acip.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan: Mewarnai Perjalanan di Ujung Timur Negeri


Seorang teman bernama Yayat Supriyatna yang bertugas di Jayapura, Tanah Papua telah memiliki dan membaca buku Dari Tanzania ke Tapaktuan, Titik Tak Bisa Kembali, Kisah Lelaki Menaklukkan Ego dengan Berlari.

Alhamdulillaah ia berkesempatan memberikan testimoninya atas buku itu. Saya sunting sedikit penulisannya tanpa mengubah substansinya, semata agar lebih mudah dibaca. Berikut testimoninya.

Continue reading Testimoni Buku Dari Tanzania ke Tapaktuan: Mewarnai Perjalanan di Ujung Timur Negeri

Kisah Ini Bukan untuk Kalian yang Imannya Sudah Tebal


Sedekah yang Bikin Kaget Orang

(Sebuah Kisah Nyata)

 

“Mas, Tini demam. Panas banget nih,” kata Supinah, istrinya di ujung telepon. Bambang tercenung.

Adiknya yang bernama Agus bertanya, “Ada apa?”

Baca Lebih Lanjut