50 Tahun Lalu Masyarakat Yogyakarta Gelisah Seperti Dikejar Hantu


Dengan adanya Peraturan Wali Kota yang diterbitkan baru-baru ini, warga Padang yang kedapatan tidak memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar wajib membayar denda Rp250 ribu. Puluhan tahun sebelumnya, di Yogyakarta, anjing yang kedapatan bepergian tidak memiliki atau membawa plumbir akan ditangkap. Jika tidak ditebus, dapat dibunuh.

Dari zaman kerajaan sampai modern sekarang, masyarakat sudah dikenakan berbagai jenis pajak seperti pajak tanah, pajak hasil bumi, pajak kepala, pajak sepeda, dan lain sebagainya. Bermacam-macam jenis pajak muncul karena adanya objek pajak baru atau dihapuskan karena sudah tidak sesuai dengan perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Lebih Lanjut

Review Buku The Wolf of Wall Street, Miliarder Saham di Usia 26, Narapidana di Usia 36


Ironis, lembaga-lembaga keuangan Amerika terbaik yang dianggap paling punya legitimasi justru mengakali pasar uang, membangkrutkan Orange County, California, dan mencuri uang pensiun para nenek dan kakek sampai 300 juta dolar.

Jika berharap buku ini seperti The Collapse of Lehman Brothers yang ditulis oleh Lawrence G McDonald dan Patrick Robinson maka Anda harus kecewa.

Baca lebih lanjut

5 Fakta Di Balik Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini sudah memasuki cetakan ke-5. Alhamdulillah. Ada beberapa fakta yang bisa diungkap atas penerbitannya.

  1. Enggak Niat

Sebenarnya saya tidak berniat menerbitkan buku ini. Bagi saya sebagai bloger saja sudah cukup. Apalagi setelah pengalaman dengan penerbitan buku pertama. Namun, memang keinginan membukukan tulisan-tulisan saya itu masih tetap ada. Saya sudah pernah berusaha mengumpulkan puisi-puisi saya. Baru beberapa puisi saja terkumpul, semangat membukukan puisi itu lenyap. Sampai akhirnya saya kedatangan seorang teman.

Continue reading 5 Fakta Di Balik Buku Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini

Review Buku Talking to Strangers: Patroli Polisi itu Tak berguna


 

Buku ini yang apabila Anda membacanya sampai di halaman 25 sudah bisa menyimpulkan: ini terbaik dan layak dibaca.

Jumlah polisi yang dibutuhkan untuk berpatroli secara menyeluruh dalam sebuah kawasan selalu tidak mencukupi. Penelitian memang menyodorkan fakta kalau patroli secara menyeluruh tidak juga mengurangi angka kejahatan. Kansas City pada awal 1970-an sudah membuktikannya. Patroli tak berguna.

Baca lebih lanjut

Karyawan Pabrik Juga Membaca Buku, Sebuah Testimoni


Sahabat saya adalah seorang karyawan pabrik. Namanya Enjang Anwar Sanusi. Tinggal di Bekasi.  Seorang buruh yang saya kenal lekat dengan literasi. Penulis sekaligus pembaca rakus. Maka tak heran buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini  dilahapnya juga.

Jazaakallaah atas apresiasinya pada buku ini. Itu yang saya tulis di atas tanda tangan saya dalam lembaran pertama buku  yang ia beli. Tak hanya itu, ia buktikan lagi dengan memberikan telaahan (review) buku. Buat saya, ini sebuah penghargaan terbaik yang diberikan seorang pembaca.

Baca Lebih Lanjut

Jangan Menjadi Orang Pertama yang Berhenti Bertepuk Tangan


Video dengan subtitle “Lihatlah Betapa Rakyat Korea Utara Sangat Mencintai Kim Jong-Un” viral hari-hari ini. Apalagi di tengah isu tidak jelas tentang kematiannya sehabis menjalani operasi kardiovaskular.

Menarik memang ketika melihat tayangan video supreme leader Republik Rakyat Demokratik Korea ini. Dalam sebuah acara yang tidak disebutkan itu Kim Jong-Un memasuki ruangan dengan iringan orkestra musik yang kencang dan menyemangati.

Baca Lebih Lanjut

Antara Eliud Kipchoge dan Roger Bannister


Salah satu orang yang menginspirasi saya untuk berlari adalah Roger Bannister. Tahu kan siapa dia? Dia itu Eliud Kipchoge pada 1954.

Kalau Eliud Kipchoge menjadi orang pertama yang mendobrak batas manusia berlari maraton penuh di bawah dua jam, maka Roger adalah orang pertama dalam sejarah yang berlari sejauh 1 mil di bawah empat menit.

Baca Lebih Lanjut

[REVIEW BUKU] No Exit: Kejutannya Sampai di Kalimat Terakhir


Bagi Anda penonton film-film Hollywood tentunya sudah tak asing dengan tema cerita kengerian dan pembunuhan yang terjadi di losmen, SPBU, rumah kusam yang berada di jalanan terpencil, dan jauh dari mana-mana. Apalagi tokoh antagonis yang diusung biasanya adalah psikopat keji yang disandingkan dengan protagonis yang berjuang mempertahankan hidup mati-matian.

Buku “No Exit” salah satunya. Pakemnya tidak berbeda, tetapi ujung cerita buku ini benar-benar menyulitkan pembacanya. Yang pasti karena Taylor Adams—sang penulis buku—menyuguhkan ketegangan dan kejutan sampai kalimat terakhir di epilog novelnya.

Baca Lebih Lanjut

Pemuda yang Berdamai dengan Kegagalan dan Hajar Rasyid


Photo by Nathan Cowley on Pexels.com

 

Pada 1785, pemuda Prancis ini ditolak untuk mengikuti ekspedisi berbahaya ke Samudra Pasifik. Kegagalan yang mesti ia terima namun patut disyukuri. Kegagalan yang memengaruhi jalannya sejarah dunia dan Indonesia tak terkecuali.

 Pagi menjelang siang tadi ada jadwal uji coba perkuliahan jarak jauh (PJJ) untuk mahasiswa PKN STAN yang saya ampu. Ini sekaligus menguji saya dalam menggunakan aplikasi PJJ yang disediakan pihak akademik.

Baca Lebih Lanjut

Menjemput Buku di Waktu Pagebluk


Photo by Pixabay on Pexels.com

Menulis itu gampang. Itu saya akui betul. Namun mengupayakannya menjadi sebuah buku itu tantangan luar biasa. Apalagi di tengah budaya literasi di Indonesia yang kurang mendukung—untuk tidak mengatakannya rendah.

Maka apresiasi pembaca dengan membeli buku, membacanya di perpustakaan, memberikan testimoni, membuat telaah (review) atau resensi buku adalah laku yang membuat penulis buku bersemangat untuk terus berkreasi.

Baca Lebih Lanjut