Raja ini Memiliki 22 Istri dan 45 Anak, Salah Satunya Salman bin Abdulaziz



Setelah era Abdulaziz bin Saud, kepemimpinan Kerajaan Arab Saudi masih dipegang oleh generasi kedua Abdulaziz, yakni Saud bin Abdulaziz, Khalid bin Abdulaziz, Faisal bin Abdulaziz, Fahd bin Abdulaziz, Abdullah bin Abdulaziz dan Salman bin Abdulaziz.

Dari keenam pewaris Kerajaan Arab Saudi, semua bernasab yang sama yakni Abdulaziz. Sehingga kita bertanya-tanya seberapa banyak anak dari Abdulaziz ini sehingga sejak kematiannya di tahun 1953 sampai di tahun 2015 ini masih ada anak keturunan langsung yang memerintah.

Selama hidupnya, pendiri Kerajaan Arab Saudi modern ini memiliki 22 istri. Dari istri sebanyak itu Abdulaziz ini memiliki 45 anak. Dari berbagai sumber yang ada, generasi kedua yang masih hidup sampai sekarang sebanyak 24 putra dan putrinya. Termasuk putra mahkota yang baru bernama Muqrin bin Abdulaziz yang dilantik pada tanggal 23 Januari 2015.

Muqrin bin Abdulaziz (lahir tahun 1945) ini merupakan anak dari istri ke-18 Raja Abdulaziz yang bernama Baraka Alyamaniyah. Dialah kelak yang menjadi pewaris dari Kerajaan Saudi Arabia jika Salman bin Abdulaziz—raja Arab Saudi sekarang—meninggal dunia.

Sedangkan Salman bin Abdul Aziz yang terlahir di tahun 1935 merupakan anak Abdulaziz dari istrinya yang kedelapan bernama Hassa Alsudairi. Satu ibu kandung dengan Raja Fahd (alm), Pangeran Sultan bin Abdulaziz (alm), Pangeran Abdulrahman bin Abdulaziz, Pangeran Nayef bin Abdulaziz (alm), Pangeran Turki II bin Abdulaziz, dan Pangeran Ahmad bin Abdulaziz.

Ketujuh anak laki-laki dari Hassa Alsudairi inilah yang biasa disebut sebagai Sudairi Seven karena kecenderungan mereka yang kuat terhadap aktivitas politik dan kepemerintahan daripada anak-anak Abdulaziz yang lain.

Berikut nama-nama ibu dari para Raja Arab Saudi setelah era Raja Abdulaziz ini:

  1. Wadhah binti Muhammad bin ‘Aqab, ibu dari Raja Saud bin Abdulaziz, istri pertama Abdulaziz;
  2. Tarfah binti Abdullah Alalsyeikh, ibu dari Raja Faisal bin Abdulaziz, istri kedua Abdulaziz;
  3. Al Jawhara binti Musaed Al Jiluwi, ibu dari Raja Khalid (II) bin Abdulaziz, istri keempat Abdulaziz;
  4. Hassa Alsudairi, ibu dari Raja Fahd bin Abdulaziz dan Raja Salman bin Abdulaziz, istri kedelapan Abdulaziz;
  5. Fahda binti Asi Alshuraim, ibu dari Raja Abdullah bin Abdulaziz, istri kesepuluh Abdulaziz.

     

**

Riza Almanfaluthi

26 Januari 2015

Foto berasal dari suatu sumber.

Tulisan ini ditulis untuk dan berasal dari:

http://www.dakwatuna.com/2015/01/26/63097/raja-ini-memiliki-22-istri-dan-45-anak-salah-satunya-salman-bin-abdulaziz/#axzz3PwNKTS4A

 


 

FREELETICS WOCHE 3: Bukan Masalah Finisnya, Tetapi Berani Memulainya



The miracle isn’t that I finished.

The miracle is that I had the courage to start.”

John Bingham, No Need for Speed:

A Beginner’s Guide to the Joy of Running

Dan Anda mau tahu berapa berat badan saya sekarang di hari pertama minggu keempat? Jawabannya di akhir catatan ini.

Di tengah kegaduhan politik, di minggu ketiga Freeletics ini pas kebetulan saya dipanggil diklat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpajakan, Kemanggisan, Jakarta. Hanya 25% latihan yang ada di program minggu ini yang hanya bisa saya lakukan. Sebabnya? Kalau ditulis di sini akan banyak alasan. Padahal harusnya No Excuse yah.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 2: Di Bawah Bulan Sabit



Kalau di dunia penerbangan mah ada istilah Point of No Return.

Suatu titik ketika jarak terbang sebuah pesawat tidak bisa lagi

untuk kembali ke tempat landas semula.

Begitu pula ini.

~~~

Azan subuh sudah jauh berkumandang sedari tadi. Jam telah menunjukkan pukul enam pagi waktu Tapaktuan. Saya gelar matras di atas rerumputan halaman belakang. Bulan sabit masih bercahaya dengan terang dan satu bintang menemaninya dalam kesendirian dan keheningan. Mereka menjadi sahabat sekaligus menjadi saksi latihan saya saat itu. Latihan yang menembus batas ketidakmampuan, mental block, dan segala rupa kenikmatan di dalam comfort zone.

Baca Lebih Lanjut.

Dua Bekal Buat Anda Para Aktivis Media Sosial



Pagi ini di saat salat duha, sebuah pesan masuk dalam aplikasi Whatsapp saya. Pesan dalam bentuk gambar seorang Imam Masjidilharam—Syaikh Sudais—yang di atas foto dirinya itu termaktub sebuah pesan kenabian. Ya, benar-benar pesan dari seorang nabi junjungan alam 1400 tahun silam.

Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya (H.R. Adailami). Itu teks hadis nabi dalam gambar tersebut. Pesan yang datang pada saat yang tepat mewujud dalam sebuah amal: saya tergerak untuk mendoakan kembali anak-anak saya. Kalau saja ibu saya masih hidup saat itu, saya pun pasti akan menghubunginya untuk meminta doa mustajab.

Baca Lebih Lanjut.

FREELETICS WOCHE 1: Minggu Pertama dari 15 Minggu



Promise to yourself this year that you will be stronger no matter what.

Saya tulis ini untuk menjadi rujukan buat yang berminat. Masih bisa dihitung dengan jari Freeletics Indonesia yang menulisnya di blog. Kali saja jadi sesuatu yang bermanfaat. Semoga saya tetap konsisten. Dan masih panjang perjalanan ini. Yang terpenting pemahaman ini harus abadi: sehat itu penting.

Setelah tiga minggu pemanasan usai saatnya memasuki minggu pertama dari 15 minggu latihan. Niatnya mau pakai coach berbayar via situsnya. Tapi setelah berdiskusi dengan “guru” di Facebook, akhirnya saya putuskan untuk menggunakan pelatihan cardio and strength guide lama yang mungkin kurang up to date dan sudah tidak sesuai lagi dengan pelatihan yang sebenarnya dari situsnya langsung.

Baca Lebih Lanjut.

Ini Tiga Hal yang Harus Dicermati Anda Jika Ada Penagih Pajak Datang



Rabu (7/1) lalu sedang hangat diberitakan telah ditangkapnya penagih pajak gadungan di Malang. Andi Wahyu Wijaya, pria yang berasal dari Karanganyar ini berhasil meraup uang sebesar Rp 30 juta dari hasil operasinya sejak Maret hingga Oktober 2014.

Andi mendatangi toko dan usaha lainnya yang cukup besar agar mereka membayar pajak. Dengan bermodalkan ID Card Kementerian Keuangan ia mampu meyakinkan korbannya untuk menyetorkan pajak melalui dirinya. Tapi sayang uang itu tidak sampai ke Kas Negara. “Hasilnya saya berikan ke fakir miskin dan anak yatim,” katanya sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Buat Wajib Pajak yang sudah melek tentang kewajiban perpajakannya dan tahu tentang modernisasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) peristiwa ini tentu tidak akan terjadi. Oleh karenanya hal-hal berikut ini perlu dicermati oleh Anda sebagai Wajib Pajak jika didatangi penagih pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP).

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #57: Assalaamualaikum Bojong



Saya dikirim oleh negara saya yang 5000 mil

jauhnya ke Meksiko untuk tetap berlari.

~~Akhwari di 1968

Ini bukan tentang sebuah pelarian. Melainkan lari dalam makna yang sesungguhnya. Melangkahkan kaki dengan cepat dan sesaat kedua kaki itu melayang tak menginjak bumi. Nafas terengah-engah dengan jantung berdegup kencang.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #56: Inilah Caranya Orang Tua Kita Naik Kelas di Surga



“Oh yes, the past can hurt. But from the way I see it,

you can either run from it, or… learn from it.”

~~Rafiki to Simba, The Lion King

Ini catatan terakhir di tahun 2014. Tahun yang akan segera berakhir beberapa jam lagi. Tahun penuh keberkahan karena banyak nikmat yang Allah berikan dan tak sanggup saya menghitungnya. Sekaligus tahun kesedihan karena tiga orang dekat saya meninggal dalam tahun itu sedangkan saya berada di sebuah tempat yang jauh dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #55: Ronde Demi Ronde


.but I ain’t going no 10,000 miles

to help murder and kill other poor people.

If I want to die, I’ll die right here, right now,

fightin’ you, if I want to die.

~~Muhammad Ali dalam Ali

Kapan terakhir olahraga? Bertahun-tahun lamanya tidak pernah olahraga. Tidak tahu kapan terakhir mandi keringat karenanya. Barangkali seringnya mandi keringat kalau keluar dari Commuter Line di sore hari Jakarta yang padat. Pola makan pun tidak dijaga. Tidak tahu badan ini sehat atau tidak. Yang pasti hari-hari dilalui dengan rutininas bahkan setelah satu tahun di Tapaktuan. Sampai suatu hari tibalah hari yang mengejutkan itu.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #54: Tumbang di Bawah Pohon Geulumpang



“Tell me, and l will listen.

Show me, and l will understand.

Take me in, and l will learn.”

~~Charles Eastman dalam Bury My Heart at Wounded Knee

Setelah berkali-kali ke Banda Aceh, akhirnya bisa juga menyempatkan diri untuk salat di masjid yang menjadi ikon kota itu, Masjid Raya Baiturrahman. Salatnya pun salat tarawih di pertengahan Ramadhan 1435 lalu. Suasananya ramai penuh jamaah. Namun tidak mengurangi kekhusyukan ibadah.

Baca Lebih Lanjut.