RUNNING IN THE RAIN



Langit Cibinong mulai gelap di pagi itu. Tapi keramaian di Jalan Tegar Beriman Pemda Cibinong masih tampak. Jalanan yang bersih dari pedagang sekarang, banyak memberi ruang kepada para pengguna jalan terutama mereka yang mau berolah raga di pagi minggu ini.

Pemuda-pemudi jalan-jalan santai. Aroma parfum menguar kalau saya melewati serombongan dari mereka. Ke mal atau olah raga? Bisa dihitung dengan jari yang benar-benar olah raga atau lari.

Baca Lebih Lanjut.

Kartu NPWP Hilang? Ini Dia Cara Mengurusnya


Dulu yang namanya kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) itu hanya selembar kertas biasa. Sekarang sudah “wah”. Kayak kartu ATM. Ada garis magnet di belakang kartunya. Padahal itu artifisial belaka. Namun masih pantas jadi penghias dompet. Setara sama kartu debit atau kartu kredit yang ada di dompet Anda.

    Banyak sekali yang daftar ke kantor pajak buat mendapatkan kartu NPWP dan kebetulan saya sering melihat raut gembira di wajah Wajib Pajak saat menerima kartu NPWP yang keren itu. Padahal seharusnya mereka lebih paham lagi bahwa sejak mereka menerima kartu NPWP itu maka kewajiban perpajakan sudah menjadi tanggungan yang harus dipikul di pundak mereka. Seperti kewajiban penyetoran, pemotongan, dan pelaporan pajak.

Lalu bagaimana kalau kartu NPWP Anda terselip atau hilang? Padahal kartu NPWP itu dibutuhkan buat berbagai macam urusan. Gampang. Anda tinggal minta cetak ulang saja ke kantor pajak. Gratis lagi.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang cara cetak ulang kartu NPWP ini.

Baca Lebih Lanjut.

PEREWA


 


 

anak-anak puyuh riuh rendah kembali ke sarang

nikmatilah itu

enyami setiap dukanya

peluklah setiap sukanya

karena tak tempo lagi kau menitis garuda

tapaki gunung

terjangi awan-awan putih

renangi angin

hidup itu pendaran cinta dan benci

sebentuk perkelahian bergelimang madu dan berlumus nanah

semua menjadi raja pada waktunya

kukuh!

perewa!

tabah serupa hujan yang tumbuh di desember

anak-anak puyuh ribut kembali ke sarang

tak lama lagi menjelma garuda

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 3 Januari 2015

Foto: istimewa

Cinta Tak Lekang Sabari



Judul        : Ayah

Penulis    : Andrea Hirata

Penerbit    : Bentang Pustaka

Terbit    : Cetakan Keenam, Agustus 2015

Tebal     : xx + 412 halaman

Sabari sudah kadung cinta kepada Marlena sejak SMP, sampai SMA, kemudian lulus. Tapi apa daya cintanya selalu ditolak Lena. Tak pernah hidupnya berpaling dari Lena, si cantik pemberontak berlesung pipit, hingga semua yang dikerjakan dalam hidupnya hanya untuk sebuah obsesi: cinta Lena.

Kemudian Sabari ketiban pulung, kalau tidak disebut mengorbankan dirinya. Karena suatu sebab, Sabari diminta Markoni untuk menikahi Lena. Walau mereka sudah menikah, tak pernah mereka hidup serumah. Hingga Si L dan seluruh kebaikan yang dibawa—sebutan Sabari kepada Lenamelahirkan anak yang kemudian biasa dipanggil Zorro.

Baca Lebih Lanjut.

Mereka Berhasil Menurunkan Berat Badannya



Kalau tulisan saya itu ternyata membawa manfaat buat orang lain, saya sudah cukup senang. Beberapa orang yang berhasil menurunkan berat badannya dan terinspirasi untuk menjalani Freeletics serta meniru apa yang saya lakukan memberikan komentar dan pendapatnya.

Dari Muhammad Iman Santosa yang berhasil menurunkan berat badannya dari 97 kg menjadi 83 kg.

Assalamualaikum,wr.wb…blog ini sangat berguna sekali untuk saya…tadinya saya pikir saya doang yg dibilang penyakitan krn berat badan drop krn workout…berat sy dr 97 Kg turun menjadi 83 kg..itu dalam waktu sekitar 4 bulan, tinggi saya 183..saya dibilang sakit gula, stress dll..saya blm sampe 5 minggu…menu latihan pun masih amburadul karna tdk pake coach..alhamdulillah dgn blog ini insaaallah latihan lebih teratur…terimakasih..

Lalu ada dari Evan Chandra yang berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 5 kg dalam dua minggu dari 97 kg menjadi 92kg. Berikut testimoninya.

Baca Lebih Lanjut.

Dari Mereka Saya Belajar Lagi



Above the sky

Pagi itu, lebih dari 30 ribu kaki di atas permukaan laut, awan putih di langit Aceh bergulung-gulung seperti permadani. Cahaya kuning matahari yang baru saja terbit menghiasinya. Memesona saya yang berada di balik jendela Boeing 737-900ER yang menuju Jakarta ini. Ini perjalanan biasa, sekali dalam sebulan dari Tanah Rencong.

Selagi menikmati pemandangan luar biasa itu, saya teringat sesuatu. Sebuah amanah yang harus saya tunaikan segera. Membaca 20 artikel dan menilainya. Sebenarnya, membaca adalah sebuah kebiasaan yang tak bisa saya tampik saat terbang. Dan ketika lelahnya mendera, maka tidur menjadi obat setelahnya.

Saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya ketika jiwa telah dipenuhi dengan rasa puas terhadap keindahan, akal jernih di pagi hari yang belum tercemari polusi masalah kehidupan, dan badan yang insya Allah senantiasa diberi kesehatan.

Baca Lebih Lanjut.

2015 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 580,000 times in 2015. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 25 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Tahun 2016, Wajib Pajak Harus Mewaspadai Ini



Dari banyak email yang masuk ke kotak surat atau kolom konsultasi pajak di blog saya, ada beberapa yang tanpa sungkan menanyakan tentang bagaimana caranya supaya penghasilan yang ia terima dari berbagai sumber tidak bisa terdeteksi oleh petugas pajak.

Kasarnya, supaya pajak yang dibayar bisa berkurang atau tidak bayar pajak sama sekali. Kalau untuk hal ini tentu saya tidak akan meladeninya bahkan menasihati supaya jangan melakukan hal itu.

Karena selain ongkosnya mahal kalau ketahuan, akan banyak hal tak menyenangkan yang dia alami sebagai Wajib Pajak tidak patuh. Apalagi di tahun 2016 nanti.

Baca Lebih Lengkap