RIHLAH RIZA #68: Di Atas Space of Hope



Kami bertiga di atas Space of Hope.

Berkali-kali ke Banda Aceh tapi belum sempat jua untuk berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Melewatinya berkali-kali tapi hanya sekadar lewat. Sambil lari, sambil ngelamun, sambil tidur. Sudah hampir dua tahun setengah di sini, tidak bisa begini saja. Harus mampir dan melihat-lihatnya. Takdir mengangkangi saya akhirnya.

Mulanya ada undangan ke Lhokseumawe. Ada rapat koordinasi daerah (rakorda) se-Kantor Wilayah DJP Aceh. Tumben nih Kepala Seksi Penagihan diundang rakorda. Biasanya enggak. Atau saya yang lupa? Atau karena ini Tahun Penegakan Hukum? Entahlah.

Kabar angin, awalnya rakorda akan diselenggarakan di Takengon. Tempat yang belum pernah saya ludahi, maksudnya saya kunjungi. Saya jarang meludah kok. Tapi tidak jadi karena Jokowi mau ke sana. Di Sabang kabar lainnya. Asyik bisa ke sana, ke sebuah tempat yang orang se-Indonesia pengen banget ke titik 0 Indonesia. Saya aja belum pernah ke sana. Enggak jadi juga ternyata.

Baca Lebih Lanjut.

Tahun 2016, Wajib Pajak Harus Mewaspadai Ini



Dari banyak email yang masuk ke kotak surat atau kolom konsultasi pajak di blog saya, ada beberapa yang tanpa sungkan menanyakan tentang bagaimana caranya supaya penghasilan yang ia terima dari berbagai sumber tidak bisa terdeteksi oleh petugas pajak.

Kasarnya, supaya pajak yang dibayar bisa berkurang atau tidak bayar pajak sama sekali. Kalau untuk hal ini tentu saya tidak akan meladeninya bahkan menasihati supaya jangan melakukan hal itu.

Karena selain ongkosnya mahal kalau ketahuan, akan banyak hal tak menyenangkan yang dia alami sebagai Wajib Pajak tidak patuh. Apalagi di tahun 2016 nanti.

Baca Lebih Lengkap