Suatu ketika saya di japri oleh teman. Ia bertanya apakah alamat dalam Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) mesti sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP)? Kalau iya, bagaimana prosedur penggantiannya?
Saya jawab iya. Data di NPWP harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Prosedurnya bagaimana dan dokumen apa saja yang harus dilengkapi? Akan saya terangkan secara lengkap di sini.
Jadi prosedur ini juga berlaku untuk perubahan data buat Pengusaha Kena Pajak (PKP).
Pengusaha Kena Pajak (PKP) harus berhati-hati dalam menggunakan layanan pembuatan e-Faktur dari pihak-pihak yang mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atau tanpa izin dari DJP.
Ini disebabkan banyaknya pengaduan dari wajib pajak kepada DJP yang mengalami kendala saat pembuatan e-Faktur tersebut melalui penyedia layanan aplikasi yang belum ditetapkan sebagai penyelenggara aplikasi e-Faktur.
Desi Zulya langsung lemas mendengar nama suaminya berada dalam manifes pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat (Senin, 29/10).
Padahal beberapa jam sebelumnya, ketika Firmansyah Akbar hendak berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dini hari itu, Firman menginginkan berfoto berdua saja dengan Desi. Firman meminta anaknya mengambil gambar. Mobil yang sempat dipesan secara daring oleh Firman sudah menunggu di depan rumah sedari tadi.
Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis, Kejaksaan Agung RI Ranu Mihardja bersama Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Direktorat Jenderal Pajak Iwan Djuniardi dan Direktur Transformasi Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pajak Hantriono Joko Susilo.
Sekitar 60% sampai 70% Pengadaan Barang dan Jasa terindikasi korupsi. Tiga hal yang harus dimiliki oleh penegak hukum dalam pemberantasan korupsi adalah adalah integritas, profesionalitas, dan kompetensi.
“Percuma kita memiliki integritas, percuma kita memiliki profesionalitas kalau enggak berani. Sebaliknya juga, punya integritas, punya keberanian, kalau tidak punya kompetensi, konyol,” kata Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis, Kejaksaan Agung RI Ranu Mihardja dalam sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Gedung Mar’ie Muhammad, Jakarta, siang ini (Rabu, 12/12).
Peserta pelatihan Digital Talent Scholarship 2018 dari Direktorat Jenderal Pajak menjadi TOP 25 di tiga kategori yang berbeda. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kementerian Kominfo) mengumumkan hal tersebut di Jakarta pagi tadi (Jumat, 7/12).
Mereka adalah Ery Herawan, Yus Hendra, dan Muhammad Mujib di bidang Cyber Security. Di bidang Cloud Computing adalah Yusuf Trihantoro. Sedangkan untuk bidang Big Data adalah Alisa Dewanti, Denny Setiarika Pirhadi, dan Bramanti Brillianto.
Secara keseluruhan peserta pelatihan dari Direktorat Jenderal Pajak menduduki 25 besar di tiga kategori tersebut.
Direktorat Jenderal Pajak merencanakan otomatisasi layanan perpajakan untuk mengurangi penggunaan kertas dan kunjungan wajib pajak ke kantor pajak. Dengan itu wajib pajak dapat melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara mandiri.
Hal itu menjadi satu dari berbagai bahasan dalam Konsinyasi Tim Reformasi Perpajakan 2018 yang diselenggarakan Tim Reformasi Perpajakan di Bogor, Jawa Barat (Senin, 3/12). Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo membuka acara tersebut.
Buku yang berjudul The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared ini memang menarik dan layak mendapat predikat International Best Seller dengan penjualan lebih dari 3 juta kopi di seluruh dunia.
Jonas Jonasson mampu membuat pembaca tertawa saat membaca bukunya. Jonas juga ahli meramu peristiwa sejarah dan memasukkannya menjadi bagian penting dalam plot cerita.
Di Amerika Serikat, menimbun barang-barang di rumah menjadi penyakit kejiwaaan. Atau lebih dikenal sebagai Hoarding Disorder. Sebanyak 6% dari jumlah penduduk Amerika Serikat mengalami hal ini. Di Inggris sebanyak 3 juta jiwa.
Sepeda itu masih bagus. Hanya rusak sedikit di pedalnya. Datang ke bengkel sepeda hanya sekadar jadi niat belaka. Tidak pernah terealisasikan berbulan-bulan kemudian.
Mobil mainan dengan kendali jarak jauh berada di samping televisi tabung. Tidak pernah digunakan oleh anak-anak laki-laki saya yang sudah kuliah dan SMA. Juga bukan mainan buat anak perempuan saya yang sekarang sedang senang bermain bola bekel.
Malam Ahad itu, di kejauhan, anjing melolong. Panjang sekali. Begitu menyayat hati. Tetapi sejatinya membuat bulu kuduk Nova Yanti merinding. Mendengar itu, Opa, biasa Nova Yanti dipanggil akrab, bergegas untuk segera tidur dan bangun lebih pagi. Banyak rencana yang sudah diperam di otaknya. Paling tidak bersih-bersih rumah adalah pekerjaan pertama yang harus diselesaikannya besok.
Mata Opa lalu terpejam. Memaksa melupakan kesedihan yang sebelumnya hinggap. Ia kecewa sekali tak bisa ikut pergi bersama suaminya menjenguk kakak ipar yang sedang sakit berat di Penang, Malaysia.
Anak kelas satu SMA di sampingku itu menyalakan sebatang rokok. Karbon monoksidanya terbang ke mana-mana di bus ekonomi yang melaju dari Magelang menuju Yogyakarta, Minggu sore itu (18/11).
“Tolong matikan. Aku tak tahan dengan asapnya,” pintaku .
“Eh, iya. Iya, Pak.” Ia segera mematikan rokok. Itu membuatku lega dan bisa memberikan kesempatan buatku mengingat-ingat apa yang telah kulakukan semenjak dini hari itu: lari sepanjang 42,195 kilometer di Borobudur Marathon 2018.