Jika Umurmu 100 Tahun, Sebanyak Apa Ceritamu ?


Buku yang berjudul The 100-Year-Old-Man Who Climbed Out of the Window and Disappeared ini memang menarik dan layak mendapat predikat International Best Seller dengan penjualan lebih dari 3 juta kopi di seluruh dunia.

Jonas Jonasson mampu membuat pembaca tertawa saat membaca bukunya. Jonas juga ahli meramu peristiwa sejarah dan memasukkannya menjadi bagian penting dalam plot cerita.

Tokoh utama novel Jonas ini bernama Allan Karlsson. Pada hari ulang tahunnya yang ke-100 malah Allan melarikan dari rumah jompo, membuat petualangannya sendiri, dan menggemparkan seluruh Swedia.

Sebenarnya itu bukan petualangan pertama buat Allan. Seratus tahun umurnya ternyata kaya dengan pengalaman yang tidaklah receh. Ia menjadi bagian sejarah dari banyak peristiwa penting di abad ke-20. Terutama pergaulannya dengan tokoh-tokoh dunia. Dan ayemnya ia di Indonesia.

Bagaimana tidak? Allan sebagai spesialis dinamit—sebuah keahlian yang dimiliki sejak kecil—mampu membuatnya keliling dunia.

Ia terlibat dalam Perang Saudara di Spanyol dan bertemu dengan Jenderal Francisco Franco. Bekerja dalam Manhattan Project untuk membuat bom atom di laboratorium Los Alamos yang dipimpin oleh fisikawan J. Robert Oppenheimer dan bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Harry S Truman.

Allan juga bergabung dengan istri Chiang Kai-shek bernama Soong May-ling untuk meledakkan jembatan-jembatan di Tiongkok agar komunis tak bisa ke mana-mana, menyelamatkan istri ketiga Mao Tse-tung, menyeberangi Himalaya, dan tiba di Iran. Di sana Allan bertemu dengan Winston Churchill dan kembali ke Swedia untuk menjumpai Perdana Menteri Tage Erlander.

Allan yang kemampuan membuat bom atomnya secara lalai tak bisa dibaca oleh Swedia yang lebih mementingkan ijazah, malah direkrut oleh fisikawan Uni Soviet dan akhirnya bersua dengan Stalin.

Dalam mabuknya Allan membuat berang Stalin. Diktator Uni Soviet ini kemudian mengirimkan Allan ke kamp Gulag di Vladivostok.

Lima tahun lebih di sana membuat Allan ingin melarikan diri dari kamp itu bersama saudara Albert Einstein bernama Herbert Einstein. Herbert secara penampilan fisik mirip dengan Albert. Secara otak, bagaikan bumi dan langit.

Mereka lari pun setelah menghancurkan satu kota dengan ledakan yang tak disengaja. Vladivostok hancur, Stalin mati.

Dalam penyamaran, mereka berdua melintasi perbatasan Korea Utara kemudian bertemu dengan Kim Il-Sung, Kim Jong-Il kecil, dan Mao Tse-tung.

Akhirnya Allan tiba di Bali dan tinggal di sana bertahun-tahun lamanya sampai  kemudian ia ke Prancis sebagai juru bahasa Duta Besar Indonesia untuk Perancis.

Dalam suatu makan siang bersama mendampingi Duta Besar Indonesia Allan bertemu dengan Presiden Prancis de Gaulle dan Presiden Amerika Serikat Lyndon B Johnson. Allan menyelamatkan Perancis dari komunis setelah membongkar penyamaran agen Uni Soviet.

Selanjutnya Allan direkrut menjadi agen CIA yang sukses besar merekrut ahli fisika Uni Soviet untuk berpihak ke Amerika Serikat. Di era perang dingin, dari data yang dipasok mereka berdua dan dibuat seenaknya, perjanjian pelucutan senjata antarnegara besar itu dibuat.

Modal umur manusia 100 tahun yang langka itu membuat Jonas bisa mengeksplorasi peristiwa-peristiwa penting. Namun rangkaian cerita itu bukan inti, melainkan penguat karakter Allan yang dibuat Jonas.

Cerita utamanya adalah bagaimana seorang tua yang berumur 100 tahun itu bisa “ngadalin” geng narkotika Never Again selama pelariannya dari panti jompo. Sendirian? Tidak.

Jadi membaca buku Jonas ini seperti menonton film parodi atau komedi satir ala Hollywood. Tapi yang jelas bukunya lebih bagus daripada filmnya sendiri dengan judul yang sama dan dibintangi aktor Swedia bernama Carl Robert Olof Gustafsson.

Nah, jika umurmu 100 tahun seperti Allan, sebanyak apa ceritamu? Setelahnya bagaimana? Tidak ada kata terlambat untuk memulai apa pun, bukan?

 

**
Judul: The 100-Year-Old-Man  Who Climbed Out of the Window and Disappeared.
Penulis: Jonas Jonasson
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Edisi: Kedua, Cetakan Pertama, Agustus 2018.
Halaman: 504 halaman.
Pertama terbit dalam Bahasa Swedia pada September 2009
Edisi Bahasa Inggris pada Juli 2012.

 

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
3 Desember 2018

 

Advertisements

2 thoughts on “Jika Umurmu 100 Tahun, Sebanyak Apa Ceritamu ?

  1. Yang aku pikirkan, allan itu umur 100 tahun masih kuat ya wkwk, klo umur 100 thn dikasi kekuatan kyak allan jg mau lakuin segala yg diinginkan, tp klo ngikutin langkahnya allan yang nekat ga deh

    Liked by 1 person

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.