Tiga Tantangan Serius untuk Ditjen Pajak


Kemeriahan Hari Pajak 2019 tidak memadamkan ikhtiar Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk menyelesaikan beberapa tantangan di depan mata yang harus dihadapi dan disikapi dengan serius. Secara garis besar terdapat tantangan dari sisi administratif perpajakan, kebijakan perpajakan, serta dampak perekonomian global.

Dari sisi administratif perpajakan, Ditjen Pajak harus meneruskan Reformasi Perpajakan yang dimulai sejak tahun 2016 dengan pilar utama proses bisnis yang efektif dan efisien, sistem informasi yang andal, serta basis data yang kuat. Reformasi tersebut diperlukan untuk mewujudkan institusi pemungut pajak yang kredibel, kuat, dan akuntabel.

Baca Lebih Lanjut

Sri Mulyani Soal Penerimaan Pajak: Belum Cerminkan Potensi e-Commerce


Di era ekonomi digital saat ini, untuk dapat memperoleh penghasilan dari suatu negara, para pelaku usaha tidak perlu berada di negara tersebut untuk melakukan kegiatan usahanya. Ini berarti bahwa konsep physical economic presencesudah sulit untuk diterapkan saat ini.

“Pendefinisian ulang Bentuk Usaha Tetap (BUT) atau Permanent Establishment menjadi hal utama untuk dikaji secara mendalam dan cermat. Salah satu konsep yang berkembang saat ini adalah mendefinisikan keberadaan BUT berdasarkan significant economic presence,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam amanatnya pada upacara peringatan Hari Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Senin, 15/7).

Baca Lebih Lanjut

Cerita Lari BNI UI Half Marathon 2019: Berlari di Bawah Kanopi Puun-Puun


Berkumpul bersama DJP Runners. Foto oleh Dandy Sahman.

Bahkan nyala alarm pukul tiga pagi itu tak menghentikan tidurku yang terlambat. Barulah bunyi alarm kedua pada setengah jam kemudian membuatku belingsatan. Dua jam lagi kaki-kakiku akan kutuntut untuk menggelinding sepanjang 21.100 meter.

Semua peralatan yang mesti kubawa sudah kusiapkan di ruang depan. Seperti jam lari, sepatu, kaos kaki, atau sarung buat salat Subuh nanti. Aku tidak memakai kaos dengan desain yang apik, namun lebih memilih kaos yang paling nyaman kupakai. Ribuan meter pelarian itu bukan soal yang sembarangan untuk kurasakan sendiri.

Baca Lebih Lanjut

Cerita Lari Pelari Rekreasi: Tiga Minggu Menjelang Pocari Sweat Bandung Marathon 2019


Pocari Sweat Bandung Marathon (PSBM) 2019 tinggal tiga pekan lagi. Semua perihal akomodasi sudah jauh-jauh hari saya siapkan. Tidak lupa yang paling krusial adalah latihan. Ini semua agar bisa finis sehat. Cukup dua full marathon (FM) sebelumnya jadi pelajaran.

Dari gelanggang Tugu to Tugu 2017, Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2018, Borobudur Marathon 2018, dan dua kali latihan lari dengan jarak 35 kilometer saya mendapat pelajaran penting tentang kram, muntah-muntah, inflamasi, dehidrasi, dan anyang-anyangan.

Baca Lebih Lanjut

Perjalanan ke Batam: Bolehkah Hamba Menamainya Salwa?


Pesawat Sriwijaya Air yang rencananya membawa kami dari Bandara Hang Nadim, Batam ke Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng mengalami keterlambatan yang cukup parah Jumat sore itu. Mestinya kami sudah melayang pada pukul 16.20. Magrib tiba, kami masih bertopang dagu di ruang tunggu bandara.

Serepih roti dan segelas air mineral dalam kantong kertas warna coklat dibagikan kru darat maskapai itu sebagai kompensasi atas keterlambatan. Salah satu dari mereka memberitahukan penyebabnya. “Ada masalah di radar pesawat. Spare part-nya sedang kami datangkan dari Jakarta,” kata pria bertubuh besar.

Baca Lebih Lanjut

Memilih Sekolah Anak Jangan Sekadar Gengsi dan Kehormatan


Beberapa hari yang lalu, banyak orang tua yang antre untuk mendaftarkan anaknya sekolah. Sistem penerimaan murid sekarang berdasarkan zonasi. Ini untuk pemerataan kualitas pendidikan. Saya setuju dengan ini. Karena negara sudah menetapkan 20% APBN untuk pendidikan, maka sayang sekali kalau dana yang 80%-nya dikumpulkan dari pajak ini tidak mengungkit kualitas pendidikan pada titik optimalnya di semua sekolah. Namun saya teringat kepada satu tulisan saya yang lampau. Semoga berguna buat ayah bunda yang hendak menyekolahkan anak-anaknya.

Ada dua negara Cile dan Honduras. Cile perekonomiannya lebih bagus daripada Honduras. Pendapatan orang miskin Cile masih dua kali lipat pendapatan orang miskin di Honduras. Pertanyaannya kemudian diajukan, siapa yang lebih bahagia? Orang miskin di Cile atau orang miskin di Honduras?

Baca Lebih Lanjut

Ditjen Pajak Gencarkan Penyidikan Buru Pengemplang Pajak


Kerja keras Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan kerja samanya dengan pihak Kepolisian RI dan Kejaksaan membuahkan hasil pada minggu pertama pascaliburan panjang lebaran.

Pekan lalu, pada hari pertama setelah liburan itu (Senin, 10/6), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong, Jawa Barat membacakan putusan pengadilan terhadap tiga terdakwa.

Baca Lebih Lanjut.

Cerita Mudik: Sarungan untuk Pulang ke Udik


Kau pilih mana?

Beberapa hari lagi Ramadan usai. Sabtu (1/6) pagi itu seluruh pegawai Kementerian Keuangan di mana pun mereka berada diwajibkan hadir mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila.

Terserah mereka akan berupacara di mana. Bisa di kantor unit Kementerian Keuangan terdekat di kampung halaman atau bergabung dengan institusi lain yang mengadakan kegiatan itu. Yang penting, jangan dilupa, menyetorkan swafoto bukti mereka telah upacara.

Karena kami belum mudik, saya dan istri memilih Kantor Pelayanan Pajak Pratama Cileungsi sebagai tempat upacara. Enam kilometer saja jaraknya dari rumah. Rencananya pada hari Minggu besok, hari ke-28 Ramadan, kami mulai mudik ke Indramayu, menginap di sana, dan kemudian lanjut ke Semarang pada keesokan harinya. Kami tidak terburu-buru. Lebaran masih tiga hari lagi.

Baca lebih Lanjut

Beli Rumah, Perhatikan Ini agar Urusan Pajak Mudah


Ilustrasi rumah.

Sejak pertengahan 2016, melalui surat elektronik, Ibu Tan Mei Lan (bukan nama sebenarnya) bertanya tentang berbagai permasalahan pajaknya kepada saya. Berikut beberapa pertanyaannya:

Tan Mei Lan:

Saya mau konsultasi soal pelaporan pajak untuk tahun pajak 2016 di tahun 2017. Saya berencana akan membeli rumah pada akhir tahun 2016 senilai Rp400 juta. Untuk membeli rumah tersebut, saya meminjam uang kepada perusahaan dengan jaminan Akta Jual Beli (AJB). Dan ternyata AJB baru bisa saya buat pada bulan Januari 2017.

Baca Lebih Lanjut