Change Doesn’t Happen Overnight



Di sebuah penjara. Di sebuah sel berukuran 2×3 meter persegi. Dengan cahaya yang masuk dari sela-sela jeruji pintu sel yang kokoh. Seseorang laki-laki berotot dan bermandikan keringat sedang mengolah fisiknya sedemikian rupa. Ada pushup, situp, pullup yang dilakukan dengan banyak repetisi. Sampai kemudian pintu sel itu berderak karena kuncinya yang terbuka. Brak!!!

“Ayo keluar. Kamu bebas!” kata sipir bermuka codet. Orang itu sesaat berhenti dan menengok, “It’s time to go home.”

Baca Lebih Lanjut.

5 Kunci Utama Selesaikan Pertengkaran di Antara Anak-anak



Pernah melihat anak kita bertengkar dengan saudara atau temannya? Pernah mendengar keluhan anak kita karena dipukul oleh temannya? Atau melihat kelakuan anak kita yang sok jago karena berhasil menjatuhkan kawannya dengan satu kali pukulan?

Pertengkaran di antara anak-anak itu adalah hal yang lumrah namun yang perlu disadari oleh orang tua adalah naluri perdamaian anak-anak lebih besar daripada naluri permusuhannya. Terutama anak-anak usia pra-sekolah tidak memiliki naluri untuk menyimpan dendam. Mereka mudah melupakan pertengkarannya.

Dengan demikian jangan sampai ketika anak-anak sudah berdamai namun orang tua mereka masih bermusuhan dengan ‘musuh’ anaknya.

Baca Lebih Lanjut.

LOG ENTRY: DAY 885



Masih seperti biasa. Azan Subuh berkumandang. Saya bangkit dari lelap. Mengambil air wudhu, memakai sarung, dan pergi ke meunasah yang jaraknya 300 meter dari rumah. Udara dingin karena baru selesai hujan. Jalanan sepi dan gelap.

Salat berjamaah dengan empat orang bapak-bapak. Lalu usainya, tak segera bergegas, merenung sebentar. Zikir dan kontemplasi atas banyaknya dosa yang senantiasa berulang. Sebagai manusia, dosa sungguh berjibun. Dosa yang sengaja atau tidak sengaja tercipta.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #69: Saat Bangun Tidak Capek itu Sebuah Kenikmatan



Rakorda di Lhokseumawe menyisakan sesuatu yang mengesankan buat saya. Bukan tentang rakordanya, kotanya, atau apanyalah. Tapi satu hal: bus malam jurusan Lhokseumawe-Medan. Ceritanya begini.

Akhir pekan setelah rakorda saya tidak kembali ke Tapaktuan. Sudah waktunya saya pulang ke Bogor. Dari Lhokseumawe banyak moda transportasi menuju Medan. Bisa travel, bus, ataupun pesawat. Saya pilih bus, karena pesawat baru bisa terbang besok sore. Sayang banget dengan waktu yang terbuang hanya seharian menunggu pesawat.

Di Lhokseumawe ada banyak bus. Entah bus yang berangkat langsung dari Lhokseumawe itu sendiri atau bus dari Banda Aceh yang mampir di kota ini. Jadi saya masih banyak disuguhkan alternatif moda transportasi.

Baca Lebih Lanjut.

Wow, Pajak Pesangon Besar Sekali. Mengapa Begini? Ini Jawabannya



Ada email masuk kepada saya dari Ibu Nur Laely. Ia sedang mempelajari perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 atas pesangon. Ada yang ingin ia tanyakan. Berikut email lengkapnya.

Email Ibu Nur Laely:

Terima kasih atas waktunya,

Saya mempelajari mengenai perhitungan pph 21 atas pesangon , Dan saya menemukan soal & jawaban berikut :

Agung Budi merupakan pegawai tetap pada PT. Maju Mundur sejak tahun 1980. Pada bulan April 2011, Agung Budi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Agung Budi menerima pembayaran uang pesangon sebesar Rp. 900 juta yang dibayarkan secara bertahap oleh PT Maju Mundur dengan jadwal pembayaran sebagai berikut:

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #68: Di Atas Space of Hope



Kami bertiga di atas Space of Hope.

Berkali-kali ke Banda Aceh tapi belum sempat jua untuk berkunjung ke Museum Tsunami Aceh. Melewatinya berkali-kali tapi hanya sekadar lewat. Sambil lari, sambil ngelamun, sambil tidur. Sudah hampir dua tahun setengah di sini, tidak bisa begini saja. Harus mampir dan melihat-lihatnya. Takdir mengangkangi saya akhirnya.

Mulanya ada undangan ke Lhokseumawe. Ada rapat koordinasi daerah (rakorda) se-Kantor Wilayah DJP Aceh. Tumben nih Kepala Seksi Penagihan diundang rakorda. Biasanya enggak. Atau saya yang lupa? Atau karena ini Tahun Penegakan Hukum? Entahlah.

Kabar angin, awalnya rakorda akan diselenggarakan di Takengon. Tempat yang belum pernah saya ludahi, maksudnya saya kunjungi. Saya jarang meludah kok. Tapi tidak jadi karena Jokowi mau ke sana. Di Sabang kabar lainnya. Asyik bisa ke sana, ke sebuah tempat yang orang se-Indonesia pengen banget ke titik 0 Indonesia. Saya aja belum pernah ke sana. Enggak jadi juga ternyata.

Baca Lebih Lanjut.

Ekspedisi Pulau Dua: Mission Accomplished!



Jarang nelayan yang berani ke pulau satunya lagi. Apa sebab?

Pulau Dua itu terletak di Samudra Hindia. Tepatnya masuk wilayah kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Dinamakan Pulau Dua karena ada dua pulau kembar yang tak berpenghuni dan terpencil. Salah satu pulau di antaranya adalah pemakaman, katanya jarang nelayan yang berani ke sana. Jadi pulau lainnya itu yang kami kunjungi buat snorkeling dan saya punya misi khusus ke pulau ini.

Pulau tropis ini kecil. Keliling lingkarannya hanya 800 meter lebih. Jarak Pulau Dua dari daratan utama Sumatera sekitar 2 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit memakai perahu nelayan yang kami sewa. Tidak banyak orang tahu dan berwisata di pulau ini. Hanya orang-orang yang paham saja yang datang ke pulau itu.

Baca lebih lengkap.

Di Tanakita, Semua Bercerita



Negeri di atas awan.

    Sebuah anugerah bisa mengunjungi tempat istimewa seperti Tanakita ini. Terletak di ketinggian 1100 di atas permukaan laut kamp ini berada. Di lereng Gunung Gede Pangrango, di dalam kompleks wana wisata Situ Gunung, Sukabumi.

    Selama tiga hari saya mendapat kesempatan menikmati keindahan alam terbuka. Diundang oleh Tim E-magazine DJP dalam sebuah acara workshop yang dikemas paling berbeda daripada acara yang biasa diselenggarakan oleh instansi saya selama ini.

    Begini ceritanya.

Baca Lebih Lanjut.

SAMBALADO



colak-colek sambalado,

ala mak oi,

dicolek sedikit,

cuma sedikit,

tapi menggigit.

Lagunya Ayu Ting Ting ini menggema dari speaker besar organ tunggal yang lagi main di sebelah mes kami. Persis benar. Barangkali teman-teman dari perumahan dinas Kejaksaan Negeri Tapaktuan ini sedang merayakan ulang tahun anak pegawainya, salah satu personelnya atau siapalah. Tapi ini sampai malam. Tak ada Wilayatul Hisbah (Satpol PP Syariah) yang akan membubarkannya. Loh kenapa dibubarkan memangnya? Emang berani? Hehehe.


Jam 23.30 masih terus. Saya berusaha tidur walau bersisian dengan speaker itu. Lagu jadul dari Exist Mencari Alasan juga ada yang menyanyikannya. Saya berusaha memejamkan mata dengan sekuat tenaga. Saya harus tidur segera karena saya punya misi besok pagi. Alhamdulillaah berhasil tidur.


Bangun pagi seperti biasa. Persiapan lari. Pemanasan dulu. Karena ini sudah minggu kedelapan Freeletics pakai Coach jadi saya pemanasan Warming Dynamic Pro yang beda dengan pemanasan biasa Freeletics.


Oh ya, tadi malam sudah carbo loading, pakai singkong dan telur rebus. Apalagi sorenya sudah minum air tebu, my favorite energy booster. Tentu juga memperbanyak minum air putih. Sudah itu saja.
Baca Lebih Lanjut.

Hati-Hati Modus Penipuan Baru Bawa-Bawa Nama Polisi


att5a2e21

Siang ini saya hampir ketipu. Ceritanya begini.

Ada telepon masuk ke nomor Telkomsel saya jam 11 siang. Biasanya yang tahu nomor ini adalah rekan-rekan kerja atau kenalan saya di Aceh. Saya tidak mengenal suaranya. Tapi dia sok akrab dengan saya.

“Masak enggak kenal saya? Emang nomornya enggak disimpan?” katanya. “Ayo coba siapa?”

Karena perasaan bersalah enggak tahu dirinya, jadi saya asal sebut nama. Dia bilang bukan. Lalu saya sebut nama yang lain, nama teman grup lari Indorunners Aceh yang kerja di kantor di Banda Aceh dan sekarang sedang bertugas dinas luar di Tapaktuan.

“Ini Muldan?”

“Nah betul.” Baca Lebih Lanjut.