Review Buku Kita Bisa Menulis: Ndak Perlu Ndakik-Ndakik Menulis


Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak Nufransa Wira Sakti menerima buku Kita Bisa Menulis beberapa waktu lalu.

Pembaca buku dan Penyuluh Antikorupsi Kak Johana Lanjar Wibowo memiliki keluangan waktu untuk membuat pandangannya kepada buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah. Buat saya ini adalah sesuatu yang manikam. Terima kasih banyak atas tulisannya ini.

Berikut pandangannya.

Kita Bisa Menulis

Review Buku Kita Bisa Menulis: Memang Tak Seperti Bernapas


Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan tulisan review buku Kita Bisa Menulis dari penulis produktif sekaligus pegawai Direktorat Jenderal Pajak bernama Eko Novianto yang biasa dikenal dengan sebutan Ekonov.

Saya mengucapkan terima kasih atas resensinya ini. Sangat bermanfaat sekali buat calon pembaca buku ini. Tidak perlu berpanjang kalam, mari kita simak narasinya.

Baca Lebih Banyak

Menikmati Buku Ini di Atas Kereta Api Menuju Yogyakarta


Buku Kita Bisa Menulis (KBM), Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah ini diluncurkan pada 1 September 2022. Tim kami membuka pemesanan Pre Order mulai 1—13 September 2022.

Buku datang dari penerbit sebelum tanggal 13 September 2022 sehingga kami bisa langsung mengirimkan kepada para pemesan buku.  Respons pembaca sangat luar biasa. Foto-foto buku itu datang dan telah diterima oleh para pemesan dikirim kepada saya. Satu, dua, tiga testimoni bermunculan tanpa diminta. Ini yang kami syukuri.

Buku kemudian sampai ke tangan salah satu pembaca, yaitu Ibu Desiree Muntu. Pesan masuk darinya di suatu sore. Waktu itu saya sedang penugasan di suatu tempat. Apa yang dituliskannya membungahkan hati. Alhamdulillah, semoga buku itu bermanfaat.

Saya sampaikan ini kepada pembaca.

**

Sehat selalu ya Pak Riza, saya menikmati bukunya di kereta api dalam perjalanan ke Yogyakarta. Buku yg ditulis dengan penuh cinta dan semangat berbagi! Proficiat!

Terharu saya membaca tulisannya. Semoga banyak orang lain menikmatinya seperti saya. Ketulusan di dalam tulisan ini yang tidak bisa diungguli. Membacanya seperti sedang didengarkan secara personal, bukan digurui. Buat saya ini benar-benar membantu banyak.

Setelah membaca KBM ini saya jadi pengen pesan lagi, sudah kebayang mau dibagi kepada siapa. Harus banyak yang baca! Seru lho baca KBM ini, terkonfirmasi semua perasaan. Buku ini juga keren buat mahasiswa yang bingung mau menulis skripsi, bisa seperti sahabat yang mendorong punggung untuk maju selangkah.

KBM ditulis untuk memudahkan pembacanya untuk benar-benar memahami memulai proses menulis, pembaca dihargai dan ditempatkan lebih tinggi. Keren! Pesan lima lagi ya, Pak Riza.

Bikin versi English-nya, Pak. Keren ini! Bisa membongkar stereotip tentang penulis Indonesia, tentang profesionalisme dan mindset. Serius…

Saya akan bagi dua kopi ke penerbit, mantan klien dulu, mereka masih kontak saya kalau memerlukan layanan atau informasi.

Karena menulis itu seperti melahirkan bayi bagi perempuan, jadi pasti ketahuan banget apakah tulisannya itu benar-benar dari hati dan dipikirkan dengan hati-hati, secara bertanggung jawab atau abal-abal. Saya banyak menemukan buku abal-abal. Benar ini. Buku Pak Riza ini menjadi salah satu buku istimewa untuk memberikan edukasi menulis dengan benar, secara profesional, bertanggung jawab, dan menghormati pembacanya.

**

Terima kasih atas testimoninya Bu Desiree.

Ada testimoni lain yang juga mengejutkan buat saya. Testimoni dari pembaca yang tidak saya kenal, namun ternyata beliau adalah penggede di sebuah kementerian. Saya akan menuliskannya di sesi lain.

Tentang testimoni-testimoni itu, saya bersyukur. Semua penulis tentu mendambakan testimoni positif atas karya-karyanya. Cuma memang tidak pernah terpikirkan saya pada saat membuat buku ini.

Selama 70 hari proses penulisan dan penyuntingan itu, yang terpikir oleh saya hanya satu—sebagaimana saya tulis dalam prakata buku KBM ini—apakah yang saya sedang tulis ini bermanfaat buat pembaca atau tidak? Buku ini punya nilai tambah tidak buat pembaca? Kalau tidak manfaat dan sekadar menambah jumlah halaman, saya akan membuangnya.

Jadi saya menuliskan dengan pagar baja seperti itu. Saya juga tidak menulis sesuatu yang tidak saya pahami. Bagaimana pembaca akan memahami sesuatu yang kita sendiri tidak bisa mengerti? Syukurnya buku ini menyedikitkan teori dan memperbanyak tutur pengalaman.

Sebagaimana Bu Desiree menikmati buku ini dalam perjalanan menuju kota “penuh nostalgi”, saya mencoba membaca buku ini di udara. Saya membacanya dari halaman depan dan pelan-pelan. Saya mencoba menjadi orang lain ketika membacanya.

Ya, saya kemudian mendapatkan konklusi dan kepastian. Insya Allah, buku ini tidak membosankan dan sangat bermanfaat buat pembaca yang ingin belajar caranya menulis yang baik. Insya Allah.

Untuk para pembaca, terima kasih banyak atas apresiasinya.

Salam literasi.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
18 September 2022
Buat teman-teman yang hendak menengok dan membaca buku ini, silakan buka tautan berikut untuk memesannya: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.
Untuk mengetahui daftar isi buku ini silakan klik tautan berikut: Daftar Isi Buku.

Ada Rasa Cinta yang Dilalui, Sebuah Kata Pengantar



Menulis layaknya  istri kedua bagi seorang Riza Almanfaluthi. Komitmennya untuk membuat buku ini dalam waktu dua bulan telah membuatnya asyik mencumbu kata dengan penuh cinta lalu memadukannya menjadi kalimat sehingga akhirnya terwujud buah hati berbentuk buku. Menulis dengan cinta adalah gambaran yang cocok baginya.

Semua yang dituliskannya berdasarkan pengalaman lebih dari dua puluh tahun, mulai dari pendekatan, pembelajaran, serta praktik nyata dalam dunia penulisan. Pembaca buku ini sangat beruntung karena Riza rela untuk berbagi istri keduanya. Buah cinta dalam buku ini sangat terlihat dari setiap bab yang menggambarkan perjalanan sebuah penulisan dari sekelumit ide sampai menjadi tulisan bahkan berbonus teknik penyuntingan serta publikasi.

Baca Lebih Banyak

Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis


Kemarin buku ini luncur ke khalayak ramai, tepatnya pada 1 September 2022. Kemudian sahabat-sahabat saya bertanya bagaimana saya bisa membagi waktu, di tengah kesibukan menangani pekerjaan utama di kantor, untuk dapat menerbitkan buku ini.

Salah satu faktor utama buku tentu konten atau isinya. Jadi yang terpenting adalah naskah bukunya ada atau tidak. Kalau saya perkirakan itu memakan 80% soal buku adalah naskahnya. Jadi PR-nya adalah bagaimana bisa membuat naskahnya.

Continue reading Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis