3 Kiat Hebat Agar Bisa Bangun Malam untuk Salat



Salat tahajud atau salat malam memiliki banyak keutamaan. Beberapa keutamaannya itu antara lain: salat malam mengangkat derajat hamba mencapai kedudukan terpuji di hadapan Allah swt.

Salat malam juga membangkitkan semangat beramal kebaikan pada waktu siang hari. Malamnya dia tidak tunduk pada rasa mengantuk, maka kegiatan di siang harinya tidak akan keluar dari tujuan sewaktu ia beribadah pada malam hari yaitu untuk meraih kenikmatan yang hakiki dan abadi dan tidak sekadar dunia.

Baca Lebih Lanjut.

5 Adab Menuntut Ilmu yang Kudu Diperhatikan oleh Salafi, Sufi, dan Kita Semua



Kita merasa sudah belajar mati-matian namun sepertinya ilmu itu sama sekali tidak bisa kita tangkap atau kita merasa bego terus, atau malah kita merasa sombong ketika sudah berilmu, jangan-jangan itu karena kita kurang peduli dengan adab-adab dalam menuntut ilmu. Adab-adab inilah yang kudu dipelajari terlebih dahulu sebelum kita belajar sesuatu. Entah ilmu umum ataupun ilmu agama.

Dalam buku yang ditulis oleh ulama dunia bernama Dr. Yusuf Alqaradhawi, berjudul Mensufikan Salafi dan Mensalafikan Sufi ada diterangkan mengenai adab-adab penting yang perlu diperhatikan oleh para pencari ilmu.

Baca Lebih Lanjut.

Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Continue reading Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan

Freeletics Pada Saat Sibuk: Top 3 Quickest Freeletics Bodyweight Workout



Sebuah komentar masuk di blog saya. Dari seorang pembaca blog bernama Aca Wahyu Bangkit. Komentarnya begini, “Tulisan-tulisan tentang Freeletics dari Mas, jadi salah satu motivasi saya menyelesaikan program Freeletics setiap minggunya. Terima kasih banyak Mas.”

Alhamdulillah kalau tulisan saya banyak manfaat buat orang lain. Setidaknya menginspirasi orang lain untuk bergerak. Kali ini saya akan membagi sebuah artikel yang sekiranya juga bermanfaat buat teman-teman pembaca. Buat mereka yang sudah berusaha untuk menekuni Freeletics namun menghadapi kendala bagaimana mempertahankan konsistensi apalagi di saat pekerjaan menumpuk dan menyita waktu.

Baca Lebih Lanjut.

Menyerah untuk Bangkit Kembali


“But man is not made for defeat,” he said.

“A man can be destroyed but not defeated.”

(Ernest Hemingway, 1952)

Bangkok di suatu siang, Alex Danyliuk dalam pelariannya berusaha mengakses internet di sebuah warung internet. Alex memberikan kartu kredit kepada penjaga warnet, karena aturannya sebelum pakai komputer harus bayar dulu.

Alex langsung menuju bangku kosong dan berusaha menghubungi kontaknya. Di sudut sana penjaga warnet sedang memasukkan nomor kartu kredit Alex, tapi apa lacur kartu itu ditolak. Muncul notifikasi di layar komputer penjaga warnet kalau kartu itu kartu kredit bajakan.

Continue reading Menyerah untuk Bangkit Kembali

Seberapa Dashrath-nya Kita?



What I did is there for everyone to see. When God is with you, nothing can stop you.

Dashrath Manjhi

Kalau ada orang yang ingin membuktikan seberapa besar kekuatan cinta maka banyak sejarah telah menuliskannya. Kalau ada yang ingin tahu dahsyatnya cinta menghancurkan gunung, maka Dashrath Manjhi telah membuktikannya.

Selama 22 tahun—dari tahun 1960 sampai 1982 Dashrath Manjhi seorang diri menghancurkan gunung dengan hanya berbekalkan tali, palu, dan alat tatah. Di desa miskin Gehlaur, dekat Gaya di negara bagian Bihar orang-orang telah menganggapnya gila. Tapi Dashrath dengan tekad bulat tak memedulikan semua cemooh itu karena ia tahu betul apa tujuannya.

Baca Lebih Lanjut

Testimoni yang Menginspirasi



Ada seseorang yang bertanya kepada saya dengan memakai jalur pribadi di sebuah aplikasi percakapan. Ia bertanya begini, “Mas Riza, masih jalan terus Freeleticsnya?” Sebuah pertanyaan yang biasa dan barangkali diajukan karena di blog saya sudah jarang artikel yang saya tulis bertemakan Freeletics.

Saya jawab waktu itu dengan kalimat, “Alhamdulillaah masih.” Sampai catatan ini saya tulis saya tetap konsisten untuk menjalankannya. Saya sudah di level 65. Telah 863 latihan saya jalani. Berat badan masih stabil di kisaran 60 kg sampai dengan 62 kg. Bahkan di Ramadhan 1437 H lalu berat badan saya sampai menyentuh angka 56 kg.

Baca Lebih Lanjut.

Misteri Roseto



Ketika Malcolm Gladwell akan memulai menulis buku dia bertemu dengan salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter dan bertugas di Kota Roseto dekat Pennsylvania United Stated, yang penduduknya adalah hampir 100% imigran asal Italia.

Temannya ini bercerita pada Malcolm bahwa dia hampir tidak pernah menemukan penduduk Roseto yang meninggal dunia pada usia muda dan berpenyakit koroner. Kasus ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti, mereka ditambah beberapa mahasiswa kedokteran dan sosiologi, kemudian melakukan penelitian dengan mengumpulkan sampel-sampel darah, catatan kematian, dan mempelajari pola makan dan minum mereka.

Baca Lebih Lanjut.

Ketika Iblis Tak Pernah Mengatakan Itu



Akulah pemegang undang-undang penjara, akulah yang mematikan dan menghidupkan, aku boleh membunuh seratus orang sehari dan tiada siapa boleh menghalang. Jika tuhan turun, aku akan sumbat ke dalam penjara dan akan aku sula.

Hamzah Basyuni
**

 

Keberanian pasukan muslim menginap di Tabuk tanpa ada perlawanan pihak Romawi sebagai salah satu adikuasa pada saat itu membuat derajat kaum muslimin naik satu tingkat di mata bangsa Arab lainnya. Kemudian berdatanganlah utusan kabilah Arab dari berbagai penjuru menemui Rasulullah saw. Salah satunya dari Bani Amir yang mengutus Amir bin Thufail dan Arbad bin Qais. Dua orang yang tercatat dalam sejarah tapi dengan tinta hitam yang mengeruhkan.

Karena kedatangan mereka dengan mengancam Sang Terpilih. Ancaman yang tidak main-main: menghilangkan nyawa. “Kalau kita sudah berjumpa dengannya, saya akan membuatnya sibuk dan lupa denganmu. Kalau dia sudah lengah, pukullah dia dengan pedangmu,” kata Amir bin Thufail kepada Arbad. Tapi Rasulullah saw adalah makhluk yang terpelihara. Usai menolak menemui Amir bin Thufail yang menginginkan perbincangan empat mata, Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, cukupkanlah aku dari Amir bin Thufail.” Apa yang terjadi?

Di tengah safari meninggalkan Madinah, Allah kirimkan penyakit thaun kepada Amir bin Thufail. Pembesaran kelenjar yang membuatnya menjerit kesakitan hingga kematian menjemputnya di rumah seorang wanita Bani Salul—suatu kabilah Arab yang dianggap rendah oleh kabilah Arab lainnya. Bagaimana dengan Arbad bin Qais?

Baca Lebih Lanjut.

Lakukan ini, Doa Pasti Dikabul, Salat Pasti Diterima



Tiga kali puasa, akankah tiga kali lebaran? Minggu terakhir di bulan Sya’ban ini menjadi kali ketiga mengawali puasa tidak di rumah bersama keluarga. Waw, perasaannya jadi campur aduk. Apalagi Tapaktuan sepi banget pada saat dua hari menjelang puasa. Toko-toko dan warung-warung pada tutup. Ada tradisi Meugang. Semua laki-laki Aceh berkumpul bersama dengan keluarganya sambil bawa daging sapi atau kerbau buat dimasak dan dinikmati bersama. Tradisi yang mengakar kuat sejak zaman kerajaan Aceh Darussalam.

Makanya ketika teman-teman kantor pada pulang dan memang harus pulang sedangkan saya jaga kantor, benar-benar saya cuma bisa berdoa agar saya punya kesempatan yang sama dengan mereka, bisa berkumpul dengan keluarga.

Bisa berbuka puasa bersama dengan anak dan istri itu adalah sesuatu yang istimewa. Menggelar tikar di ruangan utama lalu menaruh semua apa yang bisa disantap di atas tikar itu kemudian berdoa ketika azan berkumandang dan berbuka puasa, subhanallah. Jadi buat teman-teman yang sampai saat ini masih diberikan kenikmatan seperti itu. Syukurilah. Itu anugerah. Itu kenikmatan tiada tara. Tidak ternilai. Kalau sudah bisa disyukuri, maka yakinlah Allah akan menambah dengan begitu banyak kenikmatan lainnya.

Baca Lebih Lanjut.