Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Teman saya ini bernama Indarto Premandaru. Saya kenal lebih dalam pada salah satu kegiatan Kementerian Keuangan di Hari Oeang ke-70 yaitu kegiatan Keuangan Mengajar. Ternyata ia mempunyai kisah yang menakjubkan dan layak dibagi. Kisah tentang ikhtiar apa saja yang dilakukannya dalam rangka mendapatkan momongan. Kesabarannya selama 7 tahun membuahkan hasil.

Berikut kisahnya yang saya kutip dengan sedikit perbaikan dari akun Facebooknya. Semoga menjadi hikmah buat kita semua.

Generasi Penerus

Lebih dari 7 tahun, jelas bukanlah waktu yang singkat bagi kami. Sudah banyak air mata yang pasti tertumpah. Namun 11 Januari 2017 kemarin, Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa kami.

Beberapa teman secara pribadi mengontak saya. Menanyakan tentang ikhtiar apa yang saya lakukan. Maka ijinkan saya bercerita sedikit tentang hal tersebut. Tentang ikhtiar apa saja yang kami lakukan.

1. Berdoa pada Allah

Tak perlu di tanya sebanyak apa kami berdoa. Namun doa yang sering kali kami lafalkan ada dua. Pertama, doa Nabi Ibrahim yang terdapat di As-Shafat:100 ( رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ) dan doa Nabi Zakaria di Ali Imran: 38. Selain itu kami juga sering berdoa di saat-saat mustajab saat Allah dan Rasulnya mencontohkan: di sepertiga malam, saat hujan turun, antara azan dan ikamah, dan setelah asar sampai magrib di hari Jumat.

2. Doakan saudara-saudaramu dalam diam

Sering kali ada rasa minder saat tahu teman sudah lahiran, sementara kita hamil saja belum. Bahkan dulu saya pernah dibecandain dengan kalimat “Ngapain aja setelah nikah?”. Duh, perihnya. Namun, setelah semua doa yang saya lakukan akhirnya kami membaca tentang keutamaan mendoakan saudara.

Sehingga sejak itu di antara doa-doa yang kami lakukan selalu kami sisipkan doa untuk teman-teman dan saudara-saudara kami. Saya sebutkan satu-satu si A, si B, si C, dan kawan-kawannya. Saya selalu ingat dengan hadis tentang mendoakan saudara karena kami ingin di tengah kami berdoa untuk saudara kami tersebut para malaikat akan berkata “Amin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan”.

3. Ikhtiar ke dokter dan jauhi hal-hal yang berbau syirik dalam ikhtiar

Selayaknya seorang hamba maka ikhtiar adalah bentuk keseriusan kami menginginkan keturunan. Selama ikhtiar tersebut tidak mengandung kesyirikan, insya Allah kami lakukan. Mulai pijat sampai dengan medis dokter.

Seingat saya ada 4 dokter yang pernah kami datangi. Hingga akhirnya kami sampai pada tahap diminta untuk inseminasi buatan. Saat itu akhirnya kami harus berhenti terlebih dahulu. Kami harus rehat, saling menguatkan. Memikirkan kembali semuanya.

4. Baitulloh, Zamzam, dan Kurma Muda

Selang beberapa lama setelah berhenti dari pengobatan medis, bapak ibu mengajak kami untuk ke Baitullah. Di samping memang merupakan sebuah cita-cita yang sedari dulu kami impikan, ke Baitullah juga adalah saat yang tepat untuk memasrahkan semua pada Allah.

Maka saat di sana kami banyak berdoa, banyak minum air Zam-zam, dan tentu saja kurma muda yang dari dulu terkenal. Selama di sana pakde saya justru yang heboh meminta kami makan kurma yang setengah matang. Pakde juga yang membelikan kurma tersebut.

Saat pulang tak lupa kami membeli kurma hijau mentah yang kemudian ketika tiba di Indonesia kami jadikan jus dan mencampurnya dengan madu. Sebulan persis setelah umroh inilah Allah kabulkan doa kami. Subhanallah…

5. Minta pada orang tua untuk mendoakan

Saya selalu yakin bapak ibu kami selalu mendoakan kami. Bahkan tanpa kami minta, bapak ibu pasti sudah mendoakan kami. Mungkin telah banyak air mata mereka yang tertumpah untuk kami dibanding kami sendiri. Maka mintalah doa pada mereka, minta maaflah, minta keridaan mereka.
Apa yang kalian rasakan saat seorang lelaki yang sudah sepuh memeluk kita saat selesai tawaf sambil berkata dengan menangis, “Mugo-mugo ya Mas, mugo-mugo Mas karo Mbak segera diparingi momongan.”

Ah sedikit banyak saya tahu doa apa yang beliau panjatkan selama tawaf Oya, terkait ke Baitullah ini, niatkan untuk murni ibadah ya jangan niat belanja apalagi yang lain. Bagi teman-teman yang belum Allah beri kesempatan ke sana, saran saya perbanyaklah berdiam diri di masjid setelah salat Subuh sampai terbitnya matahari, kemudian salat sunah dua rakaat.

6. Olahraga dan mengganti celana dalam

Sebelum berangkat umroh saya sempat melakukan olah raga (persiapan Freeletics seperti yang disarankan di blognya Pak Riza Almanfaluthi) plus saya lanjutkan Aikido saya. Oya saya juga mengganti celana dalam saya menjadi Boxer. (Semakin ketat celana pria, kondisi testis menjadi buruk untuk memproduksi sperma—sunting).

7. Ikhlas dan yakin akan takdir Allah

Terakhir namun tak kalah penting. Ikhlaskan semuanya. Yakinlah bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Husnuzan pada Allah dan yakinlah bahwa Allah akan mengaruniakan keturunan.

Dalam hal memberi semangat, saya kebetulan mengikuti akun dr Suryo Bawono di Facebook. Dari tulisan-tulisannya saya jadi tambah yakin bahwa apapun masalahnya kalau Allah berkehendak untuk memberikan kita keturunan Insya Allah, Allah akan berikan. Perbanyak sabar dan tetap semangat.

Yakin juga bahwa anak adalah rezeki dan amanah yang Allah berikan pada kita maka hak mutlak Allah untuk memberikannya pada kita. Adapun tugas kita adalah ikhtiar sesuai dengan apa yang Allah dan rasul-Nya contohkan.

Pun demikian dengan jodoh buat teman-teman saya yang belum menikah. Mungkin di satu sisi Allah memudahkan saya dalam memperoleh jodoh tapi Alloh menguji saya dengan keturunan yang sedikit lama. Maka tulisan ini juga merupakan permintaan maaf saya pada teman-teman yang belum menikah namun pernah saya candai untuk segera menikah tanpa mencarikan calon. Saya mohon maaf sekali.

Dan tidak selayaknya kita mengejek dan merendahkan saudara kita yang belum memiliki keturunan hanya karena Allah memudahkan kita memiliki keturunan. Cukup bantu mereka dan doakan mereka dalam diam.

Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat buat teman-teman semua. Saya memohon pada Allah agar tetap menjaga hati saya agar terlepas dari rasa ujub dan sombong saat menulis ini. Sehingga atas tulisan ini semoga Allah jadikan pemberat amal di akhirat kelak.

Tetap Semangat Kawan-Kawan.

Itulah kisah nyata dari kawan saya yang satu ini, Indarto Premandaru. Anaknya diberikan nama Umar Fathi Athallah. Barakallaahu fik, akhi

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 13 Januari 2017


Terkait artikel ini JANGAN LUPA baca juga yang ini:

ISTRI BELUM HAMIL-HAMIL, SUAMI MAU NIKAH LAGI

SUAMI PENYABAR SETARA TABI’IN ITU ADA

KISAH NYATA LAKUKAN INI JIKA INGIN PUNYA ANAK

DUA PULUH TUJUH TAHUN MENANTI, AKHIRNYA HAMIL JUGA

Advertisements

One thought on “Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s