Ratib


 

 

karib hujan bernama dingin

berladang di sekujur tubuhku

yang sedang mencari akal

cara terbaik mencampakkan pejam

ia menadbirkan sekutunya, gerimis

bertandak di luar rumah

berkongsi dengan angin, debur ombak,

minus kodok-kodok kawin

dan kucing-kucing jantan sedang berahi

agar kadar sadar ada yang menunggu selebar zaman

kudongak irisan pasrah merayapi langit

di atas sajak yang panjang

warnanya biru

 

**

 

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

tapaktuan, 25 agustus 2016

Dua Warna


Kain kumal berdansa haha hihi 

di langit biru hari ini

sempat jantungan ditumbuk ironi

yang membawa kabur konsentrat pedih 

anak negeri keluar bumi pertiwi

Merdeka mbahmu!

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

17 Agustus 2016

Independence Day Run


 

Alhamdulillah pagi bisa lari sejauh 17,08 kilometer dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-71.

Rute yang ditempuh dimulai dari mes pajak sampai gerbang ke pemandian Panjupian, Tapaktuan yang ternyata jaraknya 8,61 km. Kemudian setelah sampai di sana kembali lagi putar haluan ke mes pajak lagi.

Baca Lebih Lanjut.

sajak yang tak pernah gagal


aku menjelma bibir

dengan cecap pada segelas teh

yang panasnya pupus  dua jam lalu

di pinggiran malam yang retak

 

gelas yang lupa

dentingnya yang berisik

menitahkan mata

agar tak nyalang di sembarang

sengkarut suratan

 

tapi aku melawan geming

di atas kursi rotan berkepinding

pada layar putih yang sedang bunting

buat memperanakkan sajak-sajak kering

tilam sudah terbentang, sayang…

sentosalah

 

***

riza almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

tapaktuan , 16 Agustus 2016

Amnesti Pajak: Menjadi Ayah yang Tidak Lupa



Saya menemukan kisah pendek ini dalam dua buku yang berbeda. Kisah pendek yang ditulis oleh William Livingstone Larned berjudul Father Forgets. Kisah ini muncul pertama kali sebagai editorial dalam sebuah majalah wanita People’s Home Journal di tahun 1920-an. Kemudian kisah ini dicetak ulang oleh Reader Digest.

Kisah ini juga ada dalam buku Dale Carnegie yang berjudul How to Win Friends and Influence People. Karena banyak menangkap imajinasi dan hati orang di seluruh dunia, kisah ini diterjemahkan dan dicetak ulang berkali-kali dan masih beredar sampai saat ini.

Baca Lebih Lanjut.

Misteri Roseto



Ketika Malcolm Gladwell akan memulai menulis buku dia bertemu dengan salah satu temannya yang berprofesi sebagai dokter dan bertugas di Kota Roseto dekat Pennsylvania United Stated, yang penduduknya adalah hampir 100% imigran asal Italia.

Temannya ini bercerita pada Malcolm bahwa dia hampir tidak pernah menemukan penduduk Roseto yang meninggal dunia pada usia muda dan berpenyakit koroner. Kasus ini menjadi hal yang menarik untuk diteliti, mereka ditambah beberapa mahasiswa kedokteran dan sosiologi, kemudian melakukan penelitian dengan mengumpulkan sampel-sampel darah, catatan kematian, dan mempelajari pola makan dan minum mereka.

Baca Lebih Lanjut.

CAHAYA BULAN DI JENGGALA



sajak menderas hujan

berpikir ia satu-satunya 

kemilau kenangan

padahal tidak

jumputlah semuanya

dalam setangkup tangan

yang kau tadahkan.
**

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Medan, 5 Agustus 2016

Pengampunan Pajak Untuk Infrastruktur Aceh



SATU dekade kurang satu bulan setelah Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) disahkan, pada 1 Juli 2016 Presiden Joko Widodo mengesahkan UU No.11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Program pemerintah dalam rangka membiayai pembangunan yang memerlukan pendanaan besar dan bersumber utama dari penerimaan pajak.

Wajib pajak yang mengikuti program pemerintah ini akan diberikan penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana perpajakan. Caranya, masyarakat mengungkap harta yang dimiliki dan belum dilaporkan serta membayar sejumlah uang tebusan dengan tarif yang ringan.

Baca Lebih Lanjut.

LEIDEN! Kepemimpinan Yang Menginspirasi


 

COVER LEIDEN - DUTA MEDIA TAMA

Ini bukan soal kota dan universitas tertua di Belanda yang bernama Leiden. Juga bukan membicarakan subjek. Melainkan soal predikat dalam bahasa belanda, leiden, yang berarti memimpin. Pekerjaan seorang pemimpin. Salah satu kriterianya ada dalam cerita ini.

Satu persamaan antara logo Bonek Persebaya Surabaya dan LA Mania Persela Lamongan adalah keduanya memakai wajah suporter yang sama. Bedanya logo Bonek Persebaya memakai ikat kepala sedangkan LA Mania tergambar dengan blangkon. Menariknya, kedua logo ini terinspirasi dari sosok yang sama. Pemuda gagah berani bernama Kadet Soewoko.

Pada 9 Maret 1949, tujuh orang menghadang segerombolan Belanda bersenjata lengkap.  Soewoko dengan  segelintir pasukannya tak pernah gentar menghadapi mereka. Serangan gencar dilancarkan menyebabkan banyak serdadu Belanda terjengkang.  Tapi keadaan berbalik. Belanda mengepung. Sampai Soewoko akhirnya tertembak dan terluka parah.

Baca Lebih Lanjut.

Cerita Mudik (2): Brexit Sampai Akhir Perjalanan



Berburu Bensin

Penunjuk bensin tinggal dua strip lagi. Saatnya untuk mengisinya. Tapi di mana? Di dekat pintu tol Brexit? Jelas tidak mungkin. Antriannya panjang. Saya bertanya ke tetangga yang juga sudah duluan mudik via grup Whatsapp. Belum ada jawaban. Namun dering telepon dari tetangga saya yang lain memberi tahu info yang cukup penting, bahwa nanti isi bensin di SPBU yang kedua di jalan Dampyak Tegal. Itu berarti SPBU Muri yang dikenal dengan toilet bersihnya.

Brebes kami lewati dengan kemacetan parah. Begitu pula di kota Tegalnya walaupun para pemudik sudah diarahkan ke jalan lingkar luar via terminal, bukan ke arah kotanya. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Saya mulai ngantuk lagi. Contra Flow sudah dibuat di sepanjang Tegal tapi tetap saja macet.

Baca Lebih Lanjut.