Independence Day Run


 

Alhamdulillah pagi bisa lari sejauh 17,08 kilometer dalam rangka memperingati HUT RI yang ke-71.

Rute yang ditempuh dimulai dari mes pajak sampai gerbang ke pemandian Panjupian, Tapaktuan yang ternyata jaraknya 8,61 km. Kemudian setelah sampai di sana kembali lagi putar haluan ke mes pajak lagi.

Melewati tiga gunung: Batu Merah, Batu Itam, dan gunung dekat Panjupian itu. Ketinggian tertinggi yang dilewati adalah 92 mdpl. Ini menguras tenaga, tapi sekalian juga melatih kekuatan otot kaki.

  • Rute Lari Lhok Keutapang-Panjupian

Soalnya selama ini saya penasaran. Lari di Tapaktuan hanya sampai gunung pertama di Batu Merah. Belum berani mendaki melewati gunung-gunung berikutnya. Masih jiper. Kali ini saya berani dan bisa. Saya lewati tiga gunung sekaligus.

Waktu melewati gunung itu ada segerombolan monyet jantan yang hampir berkelahi memperebutkan daerah kekuasaannya. Untung mereka masih takut sama manusia jadi saya aman melewati mereka.

Saya juga melewati pantai, lari di atas ketinggian, dan menyusuri jalan-jalan sepi di pagi hari.

Yah, pace lambat saat di KM 10. Itu memang jalur pendakian saat pulang. Pace sampai 8:59 menit/km. Lambat banget. Tak apa-apa yang penting bisa sampai finis.

Alhamdulillah, bisa selesai. Bisa finis. Pas di kilometer 17,08. Angka yang pas di hari kemerdekaan yang biasa diperingati setiap tanggal 17 bulan Agustus.

Pas sampai mes,  buka pintu pakai kunci tak bisa-bisa. Masih gemetaran dan masih kehilangan fokus. Tapi masih bisa foto-foto. 😂😂😂


  • Foto sehabis lari



  • Wajah yang kelelahan

  • Rebus-rebusan

Langsung bikin rebusan buat sarapan. Dua tahu, dua jagung, satu ikan , satu telur, dan setumpuk tauge. Buat booster selepas lari ini.

Buat yang mau memulai lari. Ayolah lari jangan ditunda. Bikin target awal dulu. Minimal bisa lari 5 km tanpa henti. Kalau sudah, bikin personal best lari 5 km di bawah 30 menit. Baru lanjut bikin target bisa lari 10 km tanpa henti lalu setelah itu bikin personal best lari 10 km di bawah 60 menit. Emang bisa?

Pasti bisa, insya Allah. Yang penting sabar. Jangan baru lari pertama saja pengen bisa lari tanpa henti. Nantinya ujung-ujungnya kecewa, mutung, dan berhenti. Natural saja. Sunnatullah saja, bayi yang baru lahir aja tak ujug-ujug bisa jalan. Merangkak dulu. Kalau udah langsung bisa lari itu mah bayi ajaib. Kayak film horor yang dibintangi spesialis pemeran antagonis Indonesia WD Mochtar, Rina Hassim, dan Muni Cader di tahun 1982. Loh kok ngobrolin film sih. Yah itu mah anomali kalau ada. Black Swan gitulah.

Itu saja sih, tetap semangat. Saya bisa, kamu juga bisa. Salam lari dari #DJPRunners #Indorunnersaceh #indorunners #freeleticsindonesia, #freeletics.

Assalaamu’alaikum wrwb.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tapaktuan, 17 Agustus 2016

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s