PROSEDUR PERPANJANGAN SIM DI MOBIL SIM KELILING


PROSEDUR PERPANJANGAN SIM DI MOBIL SIM KELILING

Tahun 2001 silam saya baru mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) C. Di tahun 2006 saya memperpanjang SIM C sekaligus mendaftarkan diri untuk mendapatkan SIM A. Semuanya saya lakukan di Polres Depok. Cerita prosedur perpanjangan SIM di tempat tersebut telah ditulis di sini.

Nah sekarang, di tahun 2011 , tepatnya di bulan Juli, saya harus memperpanjang kedua SIM tersebut. Karena keterbatasan waktu yang saya miliki, saya berniat mencoba untuk memperpanjang SIM tidak di kantor Polres Depok tetapi di mobil Pelayanan SIM Keliling. Oleh karenanya saya telusuri internet untuk memperoleh jadwal mobil keliling di wilayah Depok.

Perlu diketahui bahwa layanan Mobil Keliling ini khusus untuk memperpanjang SIM A dan C. Jika SIM tersebut telah lewat satu tahun maka SIM tidak bisa diperpanjang di mobil Pelayanan SIM Keliling ini. Ini sama saja membuat SIM baru dan datanglah ke Polres Depok untuk itu. Pun, Di mobil keliling ini tidak bisa untuk membayar pajak kendaraan. Untuk hal ini tetap kudu pergi ke Samsat. Sumbernya dari sini.

Berikut jadwal Pelayanan SIM Keliling untuk wilayah Depok tersebut:

1. Senin: Honda Motor Care Pancoran Mas Depok

2. Selasa: Perum Mutiara Depok Sukmajaya

3. Rabu: DTC Pancoran Mas Depok

4. Kamis: Kantor Samsat Cinere Limo

5. Jumat: Depok Town Square (Detos)

6. Sabtu: Margocity

Jam pelayanan mulai 08.30 pagi sampai 12.00 siang. Tetapi kata petugas yang ada di sana, bisa juga lebih dari jam itu tergantung dari banyak sedikitnya masyarakat yang ingin memperpanjang SIM.

Karena letaknya cukup strategis bagi saya yaitu di dekat Stasiun Pondok Cina dan kebetulan hari Jum’at adalah hari yang tidak sibuk di kantor, saya niatkan untuk pergi ke Detos. Dari stasiun itu tidak perlu ke jalan raya Margonda untuk menuju ke Detos. Cukup lewat jalan belakang yang terhubung dari Stasiun Pondok Cina ke Detos. Letak mobil keliling itu ada di tempat parkir paling belakang Detos.

Saya sampai di sana pukul 08.05. Sudah ada 16 orang yang ada tempat itu. Dan tepat pukul 08.18 mobil layanan itu datang. Salah satu petugas memberitahu kami untuk mengumpulkan dokumen yang disyaratkan di meja yang disediakan. Dari tumpukan yang dilakukan secara berebutan itu, saya dapat urutan lumayan.

Persiapan dan dokumen apa yang dibutuhkan dalam memperpanjang SIM di layanan mobil keliling ini?

1. Doa tentunya waktu kita keluar rumah. Agar selamat sampai tujuan. Pulang dan perginya. Bahkan untuk selamat di akhirat juga.

2. Pulpen. Jangan sampai ketinggalan bawa perlengkapan yang satu ini. Penting beud. Supaya enggak pinjam-pinjam. Kalau minjem-minjem, memperlama Anda memperoleh urutan terdepan.

3. Fotokopi KTP 1 lembar saja. Karena terbukti ketika saya bawa 2 lembar, satunya dikembalikan kepada saya. Jangan lupa gunting fotokopi KTP tersebut seukuran KTP-nya. Tak perlu satu lembar kertas fotokopian, karena petugasnya nanti akan mengguntingnya juga. Ini akan memperlama layanannya.

4. Asli SIM A dan/atau SIM C.

5. Klip, trigonal klip, atau penjepit kertas. Benda kecil ini penting untuk menyatukan lembar fotokopi KTP dan asli SIM agar tidak tercecer di tumpukan;

6. Sabar. Modal soft skill ini diperlukan beud. Orang sabar disayang Tuhan. Pun, sambil menunggu panggilan, sila untuk mengakrabkan diri dengan para pengantri yang lain. Bukankah kita makhluk sosial.

Setelah dokumen dan persyaratan di atas kita penuhi, saatnya untuk mengikuti tahap-tahap selanjutnya. Apa saja? Ini dia:

  1. Mengumpulkan 1 lembar fotokopi dan asli SIM A atau C atau keduanya yang mau diperpanjang di tempat yang telah ditentukan oleh petugas layanan SIM keliling;
  2. Petugas akan meneliti dokumen tersebut di atas kemudian melekatkan dokumen itu pada formulir isian;
  3. Petugas akan memanggil kita dan menyerahkan formulir itu untuk kita isi. Kepada yang mau memperpanjang 2 SIM akan mendapatkan 2 formulir juga;
  4. Isi formulir dan setelah selesai segera kembalikan kepada petugas yang memanggil kita;
  5. Petugas (waktu itu adalah Brigadir Polisi Dua Sumarno) akan mencatat formulir itu ke dalam buku besar, kemudian menyerahkannya kepada petugas yang ada di dalam mobil;
  6. Lima atau enam orang akan dipanggil ke dalam mobil;
  7. Di dalam mobil, kita akan diambil sidik jarinya secara eletronik oleh petugas, kemudian dipotret, dan membayar uang sejumlah Rp125.000,00 sebagai biaya perpanjangan SIM. Biayanya untuk perpanjangan SIM A atau SIM C sama sama. Dan jangan harap ada tanda terima. Karena memang tidak diberi oleh petugasnya;
  8. Tunggu sesaat dan SIM dicetak langsung dengan printer yang ada di sana;
  9. Setelah mendapatkan SIM ucapkan terima kepada petugas dan segera keluar dari mobil;
  10. Selesai, ucapkanlah Alhamdulillah.

Tepat pukul 09.23, saya yang mempunyai nomor urut 11, sudah keluar dari mobil keliling itu. Jadi sekitar satu jam lebih. Nah, entah berapa jam lagi lamanya bagi mereka yang urutannya di bawah saya.

Keuntungan dari memperpanjang SIM di layanan mobil keliling ini adalah tidak perlu tes kesehatan, tak perlu bayar asuransi, tidak perlu datang ke Polres Kota Depok untuk antri panjang.

Itu saja. Semoga informasi ini berguna bagi Anda semua yang mau memperpanjang SIM di wilayah Depok. Mohon maaf kepada semua pihak jika ada salah-salah kata atas penyajian informasi ini.

Kita berjumpa lagi lima tahun ke depan, jika ada umur panjang. Insya Allah.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

21.46 WIB 21 Juli 2011

Tags: Surat Izin Mengemudi, Surat Ijin Mengemudi, SIM A, SIM C, Polres Depok, SIM Keliling, prosedur perpanjangan SIM A, prosedur perpanjangan SIM C, prosedur perpanjangan SIM, jadwal sim keliling depok, mobil keliling, detos, Depok Town Square, biaya perpanjangan SIM, biaya memperpanjang SIM, biaya perpanjangan SIM A, biaya perpanjangan SIM C, biaya memperpanjang SIM A, biaya memperpanjang SIM C, biaya perpanjangan SIM wilayah Depok, biaya memperpanjang SIM wilayah Depok, biaya perpanjangan SIM A wilayah depok, biaya perpanjangan SIM C wilayah depok, biaya memperpanjang SIM A wilayah depok, biaya memperpanjang SIM C wilayah depok, Honda Motor Care Pancoran Mas Depok, Perum Mutiara Depok Sukmajaya, DTC Pancoran Mas Depok, Kantor Samsat Cinere Limo, Margocity

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 2

 

    Setelah kita mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat paspor dan menyerahkannya ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebagaimana telah dijelaskan dalam tulisan terdahulu di sana, maka tahap selanjutnya adalah tahap pengambilan foto, sidik jari, dan wawancara.

    Sebelumnya Anda akan mendapatkan SMS yang dikirimkan oleh petugas Kantor Imigrasi Kelas II Bogor yang beralamatkan di Jalan Jenderal Ahmad Yani No.65 Bogor, yang meminta Anda untuk datang di hari dan waktu yang telah ditentukan. Jarak antara hari pengumpulan dokumen di Kantor Kementerian Agama sampai mendapat undangan dari Kantor Imigrasi Kelas II Bogor sepertinya kurang dari tiga minggu.

Sayangnya huruf yang terkirim dalam sms itu adalah huruf besar semua, sehingga saya menyangka sms itu adalah sms iklan yang sering sekali mampir ke handphone. Kalau sudah tahu itu biasanya langsung delete. Tetapi kebetulan Teh Bairanti mengingatkan saya tentang adanya undangan itu. Maka saya cek kembali hp dan benar ternyata memang ada undangan untuk datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Bogor pada hari sabtu pukul 13.00.

    Maka, kalau sudah dapat undangan itu siapkan dokumen asli dari dokumen-dokumen yang telah dikumpulkan sebagai berikut:

  1. KTP;
  2. Kartu Keluarga;
  3. Akta Nikah;
  4. Akta Kelahiran/Ijazah;
  5. Bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH);
  6. Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH).

     

Setelah sampai di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor maka segeralah temui petugas yang mengirimkan sms kepada Anda supaya dia tahu bahwa Anda telah datang dan dia akan menyiapkan berkas Anda untuk masuk antrian pemanggilan pengambilan sidik jari dan foto. Tunggu dan duduklah di ruang tunggu yang telah disediakan. Lama juga, lebih dari satu jam.

Ketika dipanggil, Anda akan diambil sidik jarinya dan dilakukan pemotretan wajah Anda secara elektronik. Setelah itu Anda disuruh keluar untuk menunggu kembali adanya panggilan wawancara. Menunggu panggilan wawancara ini juga lama. Lebih dari satu jam juga.

Jika ada panggilan, maka Anda akan dilakukan wawancara sambil membawa dokumen Asli tersebut walau tidak dibuka-buka sama sekali oleh petugas imigrasi. Cuma ditanya kebenaran nama, tempat tanggal lahir, nama orang tua dan data terkait lainnya.

Setelah itu Anda diminta untuk membubuhkan tanda tangan pada blanko kosong paspor hijau. Kemudian? Pulang dah. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore ketika saya keluar dari Kantor Imigrasi kelas II Bogor.

Kapan Anda akan menerima paspor itu? Menurut kabar yang saya dapatkan, paspornya akan dibagikan di embarkasi.

Satu hal untuk perbaikan pelayanan imigrasi di Kantor Imigrasi Kelas II Bogor adalah seringkali urutan antrian direcoki oleh orang-orang yang bukan petugas Imigrasi dan bisa masuk ke dalam ruangan pengambilan sidik jari dan foto. Tentunya yang datang terlebih dahulu dilayani lebih awal daripada yang datang belakangan. Entah dia masuk ke dalam KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) ataupun tidak. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi.

Itu saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi calon jama’ah haji Kabupaten dan Kota Bogor khususnya, atau jama’ah haji dan masyarakat lainnya secara keseluruhan.

Ilal liqa’.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

15 Juli 2011, 22.07

 

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kantor Imigrasi Kota Bogor, imigrasi, tata cara pembuatan paspor haji, Bairanti Asriandhini, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, KBIH, paspor haji, paspor hijau, Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

KATA-KATA ATAU UCAPAN TASYAKURAN KHITANAN (SUNATAN)


KATA-KATA ATAU UCAPAN TASYAKURAN KHITANAN (SUNATAN)

Baca Juga  PORTOFOLIO RIZA ALMANFALUTHI

Di postingan saya tentang ucapan akikah banyak juga yang bertanya tentang ucapan buat besek khitanan. Kebetulan pula kalau hari ini, Ahad 10 Juli 2011, saya juga mengadakan syukuran khitanan anak saya yang pertama. Ya sudah, saya bikin saja ucapan tersebut mendadak di pagi harinya.

    Semoga ini juga bermanfaat buat Anda.

Teriring salam dari kami, telah tertunaikan sebuah sunnah, telah tertinggalkan masa kanak-kanak, telah tertandakan sebuah fase kehidupan berikutnya buat anak kami:

MAULVI IZHHARULHAQ ALMANFALUTHI

(HAQI)

yang telah dikhitan pada hari Ahad, 3 Juli 2011 – 1 Sya’ban 1432.

Senantiasa kami berharap atas doa Bapak/Ibu/Saudara/i semoga anak kami menjadi anak yang sholeh.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Hormat Kami,

Riza Almanfaluthi/Ria Dewi Ambarwati

 

***

Telah terbit buku saya yang berjudul Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini pada Februari 2020 dan pada saat ini telah memasuki Cetakan Kelima.

Untuk membaca sinopsisnya silakan mengeklik tautan berikut: laman ini.

Untuk pemesanan buku silakan kunjungi: https://linktr.ee/RizaAlmanfaluthi

wp-15890098816839151754546465819424.png

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

10 Juli 2011

Tags: ucapan khitanan, khitanan, sunatan, ucapan sunatan, besek, ucapan buat besek khitanan, ucapan buat besek sunatan, ucapan buat berkat khitanan, ucapan buat berkat sunatan, berkat, berkat sunatan, berkat khitanan, ucapan besek khitanan, ucapan besek sunatan, ucapan berkat khitanan, ucapan berkat sunatan, ucapan aqiqah, contoh ucapan aqiqah, kartu ucapan aqiqah, akikah, akikoh, aqiqah, aqiqoh, contoh aqiqah, contoh kartu aqiqah, contoh kartu ucapan aqiqah, contoh kartu ucapan kelahiran, contoh kartu ucapan kelahiran anak, contoh kartu ucapan kelahiran bayi, contoh tulisan aqiqah, contoh ucapan akikah, contoh ucapan aqiqah, contoh ucapan aqiqah anak, contoh ucapan aqiqoh, contoh ucapan kelahiran, contoh ucapan kelahiran anak, contoh ucapan kelahiran bayi, contoh ucapan syukuran, contoh ucapan syukuran kelahiran anak, contoh ucapan tasyakuran, format aqiqah, kartu akikah, kartu aqiqah, kartu aqiqah anak, kartu kelahiran bayi, kartu ucapan akikah, kartu ucapan aqiqah, kartu ucapan aqiqah anak, kartu ucapan aqiqah bayi, kartu ucapan aqiqahan, kartu ucapan aqiqoh, kartu ucapan kelahiran, kartu ucapan kelahiran anak, kartu ucapan kelahiran bayi, kartu ucapan kelahiran bayi perempuan, kartu ucapan syukuran kelahiran anak, kartu ucapan tasyakuran, kata aqiqah, kata ucapan aqiqah, kata ucapan aqiqoh, kata ucapan kelahiran bayi, kata-kata akikah, kata-kata aqiqah, kata-kata untuk aqiqah, kata-kata untuk kelahiran bayi, kelahiran bayi, selamatan, selamatan kelahiran bayi, syukuran kelahiran anak, syukuran kelahiran bayi, tasyakuran aqiqah, tasyakuran kelahiran anak, ucapan 7 bulanan, ucapan akikah, ucapan akikah anak, ucapan akikoh, ucapan aqikah, ucapan aqiqah, ucapan aqiqah anak, ucapan aqiqah bayi, ucapan aqiqahan, ucapan aqiqoh, ucapan dalam berkat, ucapan dalam besek, ucapan kelahiran, ucapan kelahiran bayi, ucapan kelahiran bayi laki-laki, ucapan kelahiran bayi perempuan, ucapan syukur kelahiran anak, ucapan syukuran, ucapan syukuran aqiqah, ucapan syukuran kelahiran, ucapan syukuran kelahiran anak, ucapan syukuran kelahiran bayi, ucapan tasyakuran, ucapan tasyakuran aqiqah, ucapan tasyakuran kelahiran, ucapan terima kasih aqiqah, ucapan tujuh bulanan, ucapan untuk aqikah, ucapan untuk aqiqah, ucapan untuk kelahiran bayi

TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1


TATA CARA PEMBUATAN PASPOR JAMAAH HAJI TAHAP 1

 

    Kini saatnya menjelaskan tata cara pembuatan paspor jamaah haji. Sejak tahun 2009 jamaah haji Indonesia tidak lagi menggunakan paspor coklat tetapi paspor internasional atau ordinary passport, yaitu paspor yang memenuhi standar dan memenuhi ketetetapan International Civil Aviation Organization (ICAO) atau biasa disebut paspor hijau.

    Bagi yang sudah memiliki paspor hijau tak perlu buat lagi. Untuk calon jamaah haji Kabupaten Bogor yang belum memiliki paspor akan dikoordinir pembuatannya oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor dan tentunya gratis.    

Pada saat manasik haji massal di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor dikemukakan syarat-syarat pembuatan paspor tersebut. Tetapi sayangnya berbeda pada praktiknya ketika sudah berhadapan dengan petugas haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Yaitu berkenaan dengan dokumen-dokumen yang harus dilengkapi. Apa saja?

  1. Fotokopi KTP         : 1 kali
  2. Fotokopi Kartu Keluarga    : 1 kali
  3. Fotokopi Akta Nikah    : 1 kali
  4. Fotokopi Akta Kelahiran, jika tidak ada fotokopi Ijazah. Usahakan ijazah yang memuat nama orang tua di dalamnya, seperti ijazah SMA, SMP, atau SD. Karena ijazah universitas tidak ada nama orang tuanya : 1 kali
  5. Asli Surat Keterangan/Rekomendasi dari Atasan jika yang mengajukan permohonan pembuatan paspor adalah Pegawai Negeri Sipil. Usahakan difotokopi juga sebagai arsip kita.
  6. Fotokopi bukti pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Surat Pendaftaran Pergi haji (SPPH) : masing-masing 1 kali.

    Agar dokumen-dokumen tersebut difotokopi dengan menggunakan kertas A4. Jangan memakai kertas kwarto atau folio. Usahakan fotokopinya juga bolak-balik. Jangan satu lembar-satu lembar.

    Selesai? Belum, nanti akan dicek terlebih dahulu oleh petugas di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor kelengkapannya. Ketika Anda merasa sudah memenuhi dokumen tersebut di atas dan ternyata masih belum lengkap. Karena apa? Karena ada dua formulir yang harus Anda isi. Apa? formulir Perdim. Perdim ini dibeli di Koperasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor. Harganya satu set sebesar Rp18.000,00 termasuk map khusus imigrasi dan 1 lembar meterai.

Jadi kalau ditambahkan, syarat tambahan tersebut adalah:

  1. Formulir Perdim yang telah diisi;
  2. Formulir Surat Pernyataan yang telah diisi dan bermeterai;
  3. Map Folio Khusus Imigrasi warna Hijau.

Supaya jangan bolak-balik, datang pagi-pagi dan isi langsung di tempat. Agar kalau ada yang kurang jelas bisa meminta keterangan cara mengisinya kepada petugas. Kalau tidak salah sebenarnya formulir Perdim ini gratis. Enggak tahu mengapa jadinya diperjualbelikan.

Itu saja dulu informasi tata cara pembuatan paspor haji 2011 tahap pertama di Kabupaten Bogor. Tahap selanjutnya akan ditulis menyusul. Insya Allah. Semoga bermanfaat.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

22.58 03 Juli 2011

 

Tags: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, perdim, imigrasi, passport, paspor, tata cara pembuatan passport haji 2011, tata cara pembuatan paspor haji 2011, tata cara pembuatan paspor, tata cara pembuatan passport, bogor, gedung tegar beriman, koperasi kantor kementerian agama kabupaten bogor, manasik haji, manasik haji massal, paspor hijau, paspor coklat, passport hijau, passport coklat, paspor internasional, passport internasional, international passport, ordinary passport, International Civil Aviation Organization, ICAO

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    

HAQI DIKHITAN


HAQI DIKHITAN

    Sehari sebelum D-Day, hari ini, Ahad 3 Juli 2011, Haqi dikhitan. Sebelum shubuh kami sudah bersiap-siap agar kedatangan kami tepat waktu. Dokter yang akan mengkhitan Haqi tempat praktiknya jauh. Dan ia hanya memberikan waktu dari jam lima sampai jam tujuh pagi.

    Haqi umurnya sudah 11 tahun dan memang tidak kami paksa untuk dikhitan sedari dulu. Maunya dia saja kapan. Tetapi tak jemu-jemu kami menyarankannya untuk berkhitan segera dan paling lambat kelas enam sudah harus dikhitan. Beberapa bulan sebelum ujian kenaikan kelas Haqi ternyata sudah minta dikhitan. Katanya malu karena dari seluruh murid laki-laki di kelasnya cuma ada dua orang saja yang belum dikhitan.

    Ya sudah, kami meminta ia bersiap-siap untuk disunat pada liburan panjang ini. Tadinya kami mau mengikutkan Ayyasy untuk sunat sekalian, ternyata dia enggak mau. Kami bilang sama Ayyasy untuk sunat di tahun depan saja waktu naik ke kelas 5 atau di bulan Desember tahun ini saat di pertengahan kelas empat.

    Ditemani sama omnya Haqi, saya tiba di Pura Medika, tempat dokter Bambang berpraktik, tepat pukul 06.30. Ketika kami sampai, kami sudah berada di antrian nomor 3. Pun, di sana sudah ada yang teriak-teriak. Anak yang dikhitan dan teriak-teriak ini pakai metode laser. Sedangkan Haqi kami niatkan dengan metode smart klamp. Yang metode laser ini lama juga. Sedangkan anak yang kedua dikhitan, juga memakai metode yang sama dengan Haqi. Cukup 15 menit.

    Setelah tiba gilirannya, saya dan omnya Haqi masuk. Sesudah suntik sana dan sini cairan penghilang rasa sakit, kemudian dibersihkan, saatnya dipasang tabungnya. Pada waktu pemasangan tabung inilah tiba-tiba, kepala saya kok pusing, dan perut kok mual . Tanda-tanda waktu kejadian donor darah beberapa tahun yang lampu seperti akan terulang. Saya segera keluar untuk meminum teh hangat yang saya bawa dari rumah—terima kasih buat Ummu Haqi yang sudah menyiapkannya.

    Kemudian setelah tenang sedikit saya kembali masuk. Tak seberapa lama, proses khitan itu selesai. Langsung bisa jalan seperti tidak ada apa-apa. Keunggulan metode smart klamp seperti ini. Bahkan bisa langsung beraktivitas seperti sediakala atau berenang sekalipun.

    Setelah membayar ongkos khitan sebesar Rp500.000,00 dan diberikan obat-obatan kami pun berpamitan dengan dokter untuk pulang ke rumah. Muka Haqi sudah terlihat pucat. Ia memang belum sarapan. Saya memintanya untuk meminum teh hangat. Di dalam mobil ia langsung tidur.

    Saya mengirimkan pesan kepada Ummu Haqi untuk mempersiapkan segalanya karena kami sudah dalam perjalanan pulang. Memang sih, tidak ada rebanaan atau marawisan untuk khitanan Haqi ini. Dan kami tidak berniat mengadakan resepsi khitanan. Cukup dengan syukuran buat ibu-ibu satu RT di pekan yang akan datang. Tetapi penyambutan juga perlu buat Haqi untuk memberikan kesan bahwa Haqi telah melewati satu fase kehidupannya untuk menjadi laki-laki sejati dan muslim yang lebih baik lagi.

    Selamat Nak, semoga jadi anak yang sholeh juga. Dan jangan lupa untuk menjaga sholatnya karena kamu sudah baligh. Tanggal 3 Juli akan selalu diingat sebagai hari istimewa buatmu dan buat Abi.

***

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

08.47 3 Juli 2011.

Tags: Maulvi izhharulhaq Almanfaluthi, smart klamp, laser, sunat, khitan, dr. bambang, pura medika, bojonggede, bogor, pabuaran, D-Day, haqi, maul, maulvi, ayyasy

sajak gagal


 

sajak gagal

 

 

ada huruf yang gagal menjadi kata

ada kata yang gagal menjadi kalimat

ada kalimat yang gagal menjadi alinea

ada alinea yang gagal menjadi puisi, prosa,

dongeng dan seribu ucap

dari mulut-mulut lancang

berbusa dan penuh dusta

di akhir malam

makanya aku menjadi gagu

 

lalu aku sobek pagi dan keheningannya

dengan meminum seribu tetes embun yang tersaji

di daun-daun pohon rambutan dan rumput-rumput tetangga

menaruh butiran cahaya di atas kepala

dan hangatnya terasa di ubun-ubun

hingga menembusnya dalam-dalam

lalu aku kehilangan memori tentangmu

padahal sudah berbilang waktu

aku menaruh jariku di atas bak tinta biru dan kertas putih

bertuliskan statemen-statemen lara

kalau aku tiada daya menjadi amnesia

tapi kau tetap memaksaku

dengan kata yang menjadi cambuk

mendera punggung

sakitnya tiada terkira

kala itu di atas roda-roda baja

yang berputar tak pernah bosan

kecuali masinisnya yang punya kemauan

dan sepasang rel yang enggan

untuk berpisah 1 senti pun

 

aku terhenyak memejamkan mata

dan menaruh kepala di jendela

mengusir setiap warna dan benang

yang terpilin menjadi kain yang kau pakai saat itu

mengusir setiap uluran sendok dan garpu

ditambah dentingannya yang mengamuk

setiap rintihan angin yang menggigit-gigit kuduk

dan setiap irama yang kau perdengarkan

atau bola mata yang terkesiap ke atas

saat kau tertawa

dan aku tetap tak bisa menjadi orang gila

yang berpura-pura gila, setengah gila

atau gila yang nol

 

dan bagaimana aku bisa menjadi abai

untuk tiga huruf k a u

ketika aku mencoba menghitung debit air Pesanggrahan

yang mengalir di depan rumah

lagi-lagi banyak yang terkirim kepadaku

kata-kata dan gambar-gambar serupa sajak-sajak

di dhuha yang meronta-ronta

sejak itu aku menjadi tawananmu

dalam penjara tarik ulur

dan ketika kau buka pintu gerbangnya

aku tak mau keluar

karena aku adalah pesakitan seumur hidupku yang renta

 

ada yang gagal menjadi satu huruf pun

detik ini

untuk menjadi lupa

 

 

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

06.53 12 Juni 2011

 

 

 


 

MISSING LINK DAN MANASIK HAJI MASSAL


MISSING LINK DAN MANASIK HAJI MASSAL

 

Ada sesuatu yang hilang dari sistem pengurusan haji yang dilakukan oleh Kementerian Agama, dalam hal ini Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat. Sampai detik ini saya tidak pernah diberitahu secara tertulis tentang tahun pemberangkatan ibadah haji kami.

Seharusnya, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat tentu tidaklah sulit untuk mengirimkan pemberitahuan tertulis. Bahkan lebih gampang daripada menelepon satu-persatu kepada lebih dari 3000 calon jama’ah haji Kabupaten Bogor.

Atau sebenarnya saya sudah ditelepon melalui handphone atau telepon rumah tetapi tidak tahu dan pas kebetulan tidak ada di rumah. Yang pasti pada bulan Januari 2011 itu ada selebaran dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) tentang penawaran untuk mengikuti bimbingan mereka. Tidak kami ambil karena kami memang berniat untuk menjadi jama’ah haji perseorangan atau mandiri.

Berarti kalau sudah ada penawaran maka seharusnya sudah ada daftar siapa-siapa yang akan berangkat haji tahun 2011 ini. Pun, sebenarnya waktu proses pendaftaran awal, kami sudah diberitahu oleh petugas Bank Mu’amalat dan petugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor bahwa untuk nomor porsi yang kami miliki akan diberangkatkan tahun 2011. Namun itukan secara lisan dan tidak bisa dipegang.

Sebenarnya cukup dengan mengirimkan surat pemberitahuan kepada para calon jama’ah haji maka tidak ada lagi missing link dari sistem pengurusan haji di Kabupaten Bogor. Ditambah dengan menyediakan nomor hotline yang bisa dihubungi oleh para calon jama’ah haji jika mereka ingin menanyakan informasi haji.

Mungkin hal ini tidak akan terjadi kalau ikut KBIH karena KBIH sering mendapatkan informasi lebih cepat dan awal dari petugas Kantor Kementerian Agama tentang segala pernak-pernik haji. Memang merepotkan untuk memberitahu satu persatu. Makanya petugas Kantor Kementerian Agama cukup dengan memberitahu KBIH.

Tetapi ya itu tadi, yang ikut KBIH ataupun tidak mempunyai hak yang sama dalam pelayanan haji. Perlu dipikirkan cara efektif dan efisien agar semua informasi bisa tersalurkan kepada seluruh calon jama’ah haji.

Dan saya tahu bahwa kami menjadi peserta haji di tahun ini karena saya mempunyai teman di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bojonggede. KUA adalah ujung terdepan Pemerintah dalam pengurusan haji karena merekalah yang akan memberikan bimbingan manasik haji. Dari teman saya itulah saya diberitahu bahwa kami akan menjadi calon jama’ah haji untuk pemberangkatan tahun 2011. Sekalian juga diberitahu informasi akan adanya manasik haji massal se-Kabupaten Bogor.

Nah, urgensinya mengikuti manasik haji massal adalah karena di sana tempat segala informasi penting bagi jama’ah haji perseorangan. Karena lagi-lagi kalau yang mengikuti KBIH tentu semuanya sudah diinformasikan dan akan diurus oleh KBIH.

Manasik haji massal diselenggerakan empat kali. Dua kali sudah terlaksana di hari sabtu akhir bulan Mei 2011 lalu dan di awal Juni 2011. Dua kali lagi nanti pada saat praktik manasik massal di alun-alun depan Gedung Tegar Beriman Komplek Pemda Cibinong.

Di manasik haji massal diberitahu informasi berupa apa-apa yang perlu dipersiapkan oleh calon jama’ah haji, tata cara pembuatan passport, jadwal manasik haji, informasi kesehatan, dan jadwal pemeriksaan kesehatan. Akan saya tulis di tulisan yang lain tentang tata cara pembuatan passport, Insya Allah bila ada kesempatan.

Ini saja yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat buat para calon jama’ah haji Kabupaten Bogor terutama jama’ah mandirinya. Beberapa kata kunci buat para jama’ah haji perseorangan atau mandiri: aktiflah bertanya.

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

16.53 11 Juni 2011

 

Baca ini:

  1.  

 


Kementerian Agama, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji, KBIH, jama’ah haji perseorangan, jamaah haji mandiri, Bank Mu’amalat, nomor hotline, kua, kantor urusan agama kecamatan bojonggede, bojonggede, manasik haji, manasik, manasik haji massal, Gedung Tegar Beriman Komplek Pemda Cibinong, bogor, kabupaten bogor.

[CATATAN SENIN KAMIS]: EUFEUMISME PARADOKSAL


EUFEUMISME PARADOKSAL

 

Bergumul dengan percakapan tadi malam dengan seseorang membuat saya menafsirkan ulang arti dari sebuah permintaan, pernyataan, ataupun penegasan akan sebuah keinginan. Inilah pentingnya memahami arti atau makna yang sebenarnya dari sebuah kalimat yang terlontar. Tanpa ada reduksi arti ataupun distorsi makna.

Pun, karena kita berada di sebuah tatar di mana sebuah kesopanan dijunjung di atas kepala setinggi-tingginya dengan sebuah aforisme 1000 kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak maka yang tampak mengemuka adalah eufeumisme. Penghalusan ungkapan sebagai pengganti ungkapan yang dirasa lebih kasar, tidak menyenangkan, ataupun merugikan.

Maka akan banyak sekali kita temukan di negeri sejuta eufeumisme ini, semua penghalusan itu. Mulai dari kematian hingga menyangkut masalah apa yang ditelan manusia. Bahkan menular pada kehidupan perpolitikan negeri ini yang penuh basa-basi dan kehidupan kita sehari-hari.

Sebuah perusahaan ketika ingin memecat seseorang, maka yang dilakukan bukan seperti orang-orang di Barat yang tanpa tedeng aling-aling mudah untuk bicara “You are fired!!!” dengan berteriak di depan durja sang korban, hanya beberapa sentimeter saja jaraknya. Tidak seperti itu. Tetapi cukup dengan sebuah ungkapan “tidak membutuhkan Anda lagi” yang didahului dengan kata maaf.

Yang lebih halus lagi adalah ketika pinta itu direpresentasikan dengan hal-hal yang kontradiktif dari kalimat yang terucap—melanjutkan contoh di atas—misalnya, “Anda sepertinya butuh waktu untuk istirahat, dan kami dengan senang hati memberikannya kepada Anda.” Sebuah tawaran yang teramat baik dan terpuji. Tetapi dibaliknya adalah: “Kau dipecat!!!” Ironi. Paradoks. Menyakitkan.

Inilah eufeumisme paradoksal.

Hakim di Pengadilan Pajak sedang meneliti syarat formal pengajuan gugatan yang diajukan Penggugat. Dalam hal ini Penggugat kebetulan mencantumkan dua keputusan yang digugat dalam satu surat gugatan. Maka Majelis Hakim menilai bahwa gugatan ini tidak dapat diterima. Majelis hakim mengatakan kepada Penggugat, “Gugatan Penggugat tidak dapat diterima.” Sebenarnya itu cukup tapi terkadang ditambah dengan kalimat, “Lebih baik perbaiki saja surat gugatan ini.”

Padahal sia-sia saja untuk diperbaiki karena biasanya pemeriksaan gugatan dilakukan setelah batas waktu pengajuan 30 hari terlampaui. Penggugat tak akan bisa lagi mengajukan gugatan karena jatuh tempo pengajuan itu telah lewat. Dengan kata lain, “Percuma!” Tawaran hakim Inilah yang bisa disebut eufeumisme paradoksal.

Suatu malam di ujung telepon sana, atau di sudut layar telepon genggam, atau di layar putih surat elektronik, atau dalam gerak cepat layar chat box, seorang laki-laki menerima pesan terucap atau tertulis seperti ini, “Maukah kau melupakanku dari hidupmu, karena kau terlalu baik buatku. Tetapi aku tetap menjadi kawan atau adik terbaik buatmu.”

Laki-laki ini terkejut, hatinya karut seiring langit yang memuntahkan angkaranya dengan petir membahana. Ia tahu perempuan itu cuma mau bilang, “Kau, aku, selesai!” Sebuah pernyataan tentang kemuakan, kebencian, ketakbergunaan, tak perlu diingat lagi kepada laki-laki itu. Tetapi dibalut dengan eufeumisme “maukah kau melupakanku dari hidupmu.” Yang sebenarnya adalah “Gua empet lihat muka elo!” Plus paradoksal, “karena kau terlalu baik buatku.” Yang sejatinya terkatakan adalah: “Iblis bermuka nabi”. Inilah eufeumisme paradoksal.

Yitzak Rabin di tahun 1992 adalah Perdana Menteri baru buat Israel. Ini kali kedua setelah ia menjabat pertama kalinya sebagai Perdana Menteri di tahun 1974-1977. Ia dikenal dengan tangannya yang berlumuran darah rakyat Palestina.

Tahun 1948 ia melakukan teror dan pengusiran terhadap puluhan ribu rakyat Palestina dari tanah mereka. Ratusan ribu lainnya menyusul di tahun 1967. Pada saat gerakan intifadhah selama 4 tahun yang dimulai tahun 1987, Israel dibawah kendalinya sebagai Menteri Pertahanan melakukan pembunuhan, penyiksaan, pemotongan anggota badan, pemenjaraan, dan pengusiran terhadap bangsa Palestina.

Dan apa yang ditawarkan setelah ia menjabat sebagai Perdana Menteri Israel kala itu: menawarkan keinginan dan visi perdamaian. Tetapi sejalan dengan itu Rabin tetap memerintahkan penyelesaian 11 ribu unit perumahan yang belum jadi di Tepi Barat, menolak setiap kompromi terhadap kota Yerusalem, dan menolak pemberian kewarganegaraan Israel bagi orang-orang Palestina yang hidup di tanah pendudukan tersebut. Di tahun 1994, ia dianugerahi Nobel Perdamaian hanya gara-gara ia mau berdamai dengan Palestina di tahun 1993.

Tangan kanan Yitzak Rabin menyerukan salam perdamaian kepada rakyat Palestina dan dunia namun tangan kirinya tetap dengan cambuk yang siap untuk dilecutkan. Inilah eufeumisme paradoksal. Bahkan diabadikan sampai sekarang oleh seluruh penerusnya.

Rwanda di akhir abad 20 adalah contoh getir dari ketiadaan harga nyawa manusia dan pembiaran dunia internasional atau impotennya negara-negara pengoar-ngoar demokrasi dan hak asasi manusia.

Rwanda dengan mayoritas Hutu yang tambun, bulat, berkulit gelap, dan petani dengan minoritas Tutsi yang ramping, tinggi, berkulit kurang gelap, dan peternak. Berkaitan dengan benang sejarah lampau antara Hutu yang sahaya dengan Tutsi yang penguasa. Namun di awal tahun 90-an itu Rwanda dipegang oleh Hutu. Tentu dengan semangat penuh kebencian dan kemarahan warisan kolonialisme Belgia kepada minoritas Tutsi. Sebagian Tutsi kuat diluar perbatasan Rwanda melalui RPF (Front Patriotik Rwanda) dan siap merongrong pemerintahan Hutu yang berkuasa.

November 1992, Leon Mugessera—kuasa Hutu dalam pidatonya, menyerukan untuk mengirim Tutsi ke Ethiopia—karena menurutnya Ethiopia adalah negara sebenarnya buat Tutsi dan bukan Rwanda—melalui sungai Nyabarongo. Inilah eufeumisme paradoksal itu. Di tahun 1994, faktanya Nyabarango penuh dengan Tutsi, benar-benar penuh, hingga sampai ke Danau Victoria. Tapi dalam wujud bangkai. Genosida selama 100 hari—6 April hingga 18 Juli 1994—itu memakan korban sekitar 800 ribu orang terbunuh. Atau rata-rata 5 orang per menitnya.

Lima tahun berikutnya karena benci telah menemukan tempat strategisnya, Ambon pun membara. Tapi lidah kelu untuk bicara dan mengisahkannya karena banyak tikungan tragedi di sana. Atau ah, kalimat terakhir tadi cuma eufeumisme paradoksal untuk sekadar berkelit bahwa sesungguhnya saya memang ketiadaan pengetahuan tentangnya. Bisa jadi.

***

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

geretap daun kena hujan

00.42 7 Juni 2011

 

Tags: eufeumisme, paradox, eufeumisme paradoksal, pengadilan pajak, rwanda, ethiopia, genosida, ambon, leon mugessera, danau Victoria, nyabarongo, hutu, tutsi, belgia, rpf, yitzak rabin, nobel perdamaian, palestina, yerusalem,

 

 

 

 

 

 

 

tabal di jeruji


tabal di jeruji

**

 

 

 

aku lapar

pada bayang -bayangmu

di jendela bus

di sepanjang perjalanan pulangmu

 

aku lapar

pada kantuk yang menusuk
matamu

hingga kau terantuk-antuk

dengan relavitas einstein

yang menggoda tabir memori:

lama

 

dan aku lapar

menjadi panorama

menjadi pepohonan

menjadi danau

menjadi sungai

menjadi rumah-rumah

menjadi gedung-gedung

menjadi tiang-tiang listrik

menjadi papan-papan reklame

menjadi lampu merah, kuning, dan hijau

menjadi penunjuk jalan

menjadi lampu penerang

menjadi gelap

menjadi mural-mural

menjadi toko-toko

menjadi layar-layar penutup warung

menjadi pemulung

menjadi mobil dan motor

menjadi pengasong

menjadi pengamen

menjadi slogan-slogan kampanye

menjadi bendera-bendera usang dan lapuk

menjadi apa saja yang kau lihat

di balik jendela

 

inilah tabal di jeruji sepi

pada lapar yang melangit

 

 

***

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

malam-malam ramai

10.18 03 Juni 2011