Tenang! Diskotek, Karaoke, Klab Malam, dan Ajeb-ajeb Tetap Kena Pajak



Pertengahan Agustus ini dikeluarkan beleid pemerintah yang mengatur bahwa hiburan yang diberikan oleh diskotek, karaoke, dan klab malam termasuk jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Beleid itu adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terbaru Nomor 158/PMK.010/2015 tanggal 12 Agustus 2015 tentang Kriteria Jasa Kesenian dan Hiburan yang Tidak Dikenai PPN. Aturan ini berlaku 30 hari setelah tanggal diundangkan. Efektifnya mulai tanggal 12 September 2015.

Membincang PMK itu tidak bisa dilepaskan dari aturan di atasnya yakni Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang (UU) PPN.

Baca Lebih Lanjut.

Buang Empat Mitos Ini



Email yang dikirim di medio Juni lalu oleh Freeletics.com ini punya isi yang bener kabeh. Tentang banyak mitos ketika kita akan benar-benar menjalani Freeletics. Mitos yang tidak berguna dan kudu dibuang jauh-jauh. Karena pada faktanya itu semua sudah saya rasakan dan berguna buat pencapaian “goal” saya.

Di email itu, Freeletics.com kurang lebihnya bilang, “Begitu banyak terdengar mitos di sekitar kita. Di manapun kita pergi, kita mendengar hal-hal yang berbeda. ‘Jangan lakukan ini. ‘Makan itu saja.’ Dan masih banyak lagi yang lainnya. Mana yang bisa dipercaya? Begitu banyak jawaban yang berbeda.”

Apa mitos-mitos itu? Dan kebenaran seperti apa yang ada di baliknya?

Baca Lebih Lanjut.

Roman HAMKA dengan Janda Cianjur, Cinta yang Putus di Tengah Jalan


(Via http://www.stoomvaartmaatschappijnederland.nl/g/)

Di Bawah Lindungan Ka’bah adalah roman karya Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa disebut Hamka. Salah satu latar novel ini adalah Mekkah di tahun 1927. Saat haji sedang ramai-ramainya karena Tanah Hejaz jatuh ke tangan Ibnu Sa’ud dan kenaikan harga getah di tanah air. Dari tanah air saja ada 64.000 calon jama’ah haji.

Novel ini pun merupakan buah perjalanan spiritual Hamka ke tanah suci di tahun yang sama. Sekaligus dalam kenyataan yang sebenarnya ada kisah roman yang mengiringi perjalanan itu. Di atas sebuah kapal. Bersama seorang perempuan asal Sunda bernama Kulsum.

Saat itu awal Februari 1927, Malik, sebutan Hamka di kala muda, meninggalkan pelabuhan Belawan, Medan, dengan menggunakan kapal “Stoomavaart Maatschappij Nederland.” Jeddah adalah tujuan kapal itu. Melewati Laut Ceylon menjelang Laut Socotra, genap usianya 19 tahun.

Baca Lebih Lanjut.

Dua Puluh Tujuh Tahun Menanti, Akhirnya Hamil Juga



(Ilustrasi via kabarumat.com)

Banyak saudara kita yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum dikaruniai anak. Doa sudah dipanjatkan dan ikhtiar sudah dilakukan namun tetap saja belum diberikan amanah. Tentu akhirnya hanya dengan sabar kepada ketentuan Allah yang menjadi bekal terakhir orang-orang beriman. Allah Maha berkehendak dan mengabulkan segala doa, 27 tahun menunggu keajaiban terjadi, perempuan ini hamil.

Baca Lebih Lanjut.

Freeletics Strength: It’s time to move out the way



Forget myths. Fears. Doubts. Failure. The only thing standing between you and your goal is yourself. It’s time to move out the way.

Akhirnya 15 minggu Freeletics Strength selesai dijalani. Banyak hal yang saya dapatkan dari menekuni semua ini. Pelajaran hidup tentunya. Tentang arti kata pantang menyerah, perjuangan, dan pengorbanan. Freeletics Strength itu program Freeletics yang memfokuskan pada pengembangan otot tubuh.

Ini saya ambil setelah Freeletics Cardio Strength saya tempuh sebelumnya selama 15 minggu juga. Program yang saya sebut terakhir ini fokus pada penurunan berat badan sekaligus penguatan otot. Hasil yang lebih signifikan buat menaikkan massa otot tentunya ada di Freeletics Strength ini.

Baca Lebih Lanjut.

5 Sejarawan dan Petualang Muslim Berpengaruh di Dunia




Gambar via salahuddindjp.org

Orang-orang Muslim mendahului Columbus 500 tahun dalam menemukan benua baru. Ketika Eropa masih membakar orang-orang yang mengingkari dunia itu datar, maka ilmuwan muslim di tanah Arab mengajarkan ilmu bumi dengan bola dunia.

Merekalah yang menemukan kompas yang memainkan peranan penting dalam penaklukan lautan dan penyusuran dataran luas. Dunia berhutang budi kepada mereka dalam segala hal. Catatan perjalanan mereka dalam petualangan itu menjadi catatan tak ternilai dalam pengembangan ilmu-ilmu moderen.

Inilah beberapa di antara mereka dari buku Seratus Muslim Terkemuka yang ditulis oleh Jamil Ahmed Khan—penulis Pakistan—30 tahun lalu.

Baca Lebih Lanjut.

Freeletics Pada Saat Puasa



Berat badan saya 63 kilogram ketika meninggalkan Citayam pada saat tiga hari menjelang berpuasa. Selama Ramadhan 1436 H di Tapaktuan saya tetap latihan Freeletics dan tidak menyentuh timbangan. Karena memang tidak punya timbangan. Biarlah mengetahuinya nanti saja ketika saya sudah mudik di Citayam. Kemudian saat itu tiba. Saya menimbang. Hasilnya turun lima kilogram.

Puasa itu identik dengan tidur, lemas, dan tak terbayangkan untuk berolahraga. Ngapain coba olahraga saat puasa? Seperti tak ada kerjaan saja. Anyway, I hate it. Tetapi ternyata ini buat yang tidak paham saja. Seperti saya ini. Sampai suatu ketika, jasad 78 kilogram memenuhi kaca di depan saya. Ini mengejutkan dan menghentak saya. Saatnya berubah.

Freeletics membuat saya mampu mendobrak banyak kemustahilan. Dan ternyata memang benar impossible is just a word. Freeletics yang membuat saya sedari awalnya membenci menjadi gandrung dengan olahraga. Freeletics yang ternyata mengantarkan saya kepada sebuah pemahaman utuh tentang arti sebuah perjuangan dan pengorbanan. Dan Freeleticslah yang membuat saya mengerti bahwa puasa tidak menghambat aktivitas agar tubuh kita tetap fit.

Baca lebih lanjut.

180 Derajat Yang Kedua


image
(i.ytimg.com)

Yang biasanya menemani kita adalah mereka yang mampu bertahan menjadi teman di kala nestapa. Bukan hanya di gempita. Tapi perempuan ini tidak. Di kala jaya sang idola, maka ia menjadi bulan sebagai teman dari bintang. Namun, ketika sang idola mendapat petaka maka ia berbalik arah. Menengok pun tidak. Ini klise. Sebuah adegan dari video klip 180 Degree Tamer Hosny. Lagi-lagi saya mau bilang seperti di 180 Derajat awal, kalau 180 Degree di sini bukan bercerita tentang roman klasik seperti itu, melainkan…..

Baca lebih lanjut.

180 Derajat



Jelang Palimanan di Tol Cipali (Foto milik Makhfal Nasirudin)


    Ini bukan judul lagu yang dinyanyikan penyanyi Mesir yang dikenal sebagai pedendang lagu-lagu arab romantis: Tamer Hosny. Tapi benar-benar keadaan yang berlawanan dengan masa sebelumnya. Tentang apa? Tentang perjalanan mudik dan balik kami.

Baca lebih lanjut.

Ini Dia Tempat Jual Baterai Remote Mobil


Kunci remote mobil Avanza 2007 yang saya pakai ini adalah kunci cadangan. Tanda-tanda melemahnya remote sudah mulai tampak. Antara lain tidak bisa meremote dari jarak jauh, tombolnya sudah mulai oblak, dari dekat pun remote sering tidak berfungsi.

Tapi saya abai. Waktu mudik ke Semarang, saya tahu ini bakalan bermasalah. Namun saya tidak membawa kunci remote satu lagi yang juga punya kendala sama.

Satu bulan sebelum mudik pernah kejadian remote tak bisa berfungsi. Jadi pakai manual saat membuka pintu mobil. Otomatis alarmnya menyala memekakkan telinga. Saya tutup pintu dan tak berani melanjutkan memakai manual lagi. Baru berfungsi kembali setelah beberapa waktu lamanya didiamkan begitu saja.

Baca Lebih Lanjut.