Gambar Ilustrasi yang Keliru


Pagi itu, ketika saya sedang asyik-asyiknya menjadi jemaat Zoomiyah, seorang kawan memberikan sebuah dokumen berbentuk pdf yang isinya salinan berita dari CNBC. Judulnya adalah Begini Konsep Door to Door Petugas Pajak, Simak!

Yang menarik dari pemberitaan itu adalah penggunaan gambar ilustrasi dalam bentuk karikatur tikus berdasi, berkacamata, berjas, dan berdasi sambil menggendong karung. Di bawah gambar itu ada penjelasan Foto: Ilustrasi Korupsi (CNBC Indonesia/Edward Ricardo).

Jelas penggunaan gambar ilustrasi itu benar-benar keliru dan bisa menyebabkan rusaknya reputasi positif DJP. Ada beberapa sebab yang mendasarinya.

Pertama, berita itu tidak membahas soal korupsi sama sekali. Kedua, berita itu menyoal penerapan konsep pengawasan dan pemeriksaan yang tepat dan efektif oleh DJP. Sambil mengutip pernyataan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Perpajakan Neilmaldrin Noor.

Ketiga, ilustrasi tersebut seperti ingin menggambarkan pelaksanaan tugas negara oleh petugas pajak itu identik dengan pekerjaan binatang yang sering mengerat segala sesuatu tanpa pandang bulu. Jelas ini keliru besar.

Saya tidak tahu alasan CNBC menayangkan gambar ilustrasi yang tidak ada hubungannya dengan isi pemberitaan yang mereka buat. Beberapa kali Direktorat P2Humas DJP mendapatkan soal kekeliruan dalam ilustrasi pemberitaan seperti itu.

Sebelumnya jauh di waktu yang lampau ada juga media yang menayangkan soal korupsi pajak daerah di pemerintah kabupaten tertentu namun gambar atau foto ilustrasi yang digunakan adalah tempat pelayanan terpadu kantor DJP di daerah. Kita tahu siapa yang mengurusi pajak daerah dan pajak pusat. DJP hanya menangani dan mengumpulkan pajak pusat antara lain Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pajak Bumi dan Bangunan tertentu, dan Bea Meterai.

Direktorat P2Humas DJP tentu tidak membiarkan itu. Seperti pagi tadi, setelah keberatan itu disampaikan, beberapa saat kemudian gambar ilustrasi binatang itu sudah diganti dengan foto pucuk gedung DJP.

Namun, selain gambar, penggunaan kata hiperbolis juga sering diluar konteks dan mengganggu. PR masih banyak.

***
Riza Almanfaluthi
29 September 2021

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.