Hati-Hati Modus Penipuan Baru Bawa-Bawa Nama Polisi


att5a2e21

Siang ini saya hampir ketipu. Ceritanya begini.

Ada telepon masuk ke nomor Telkomsel saya jam 11 siang. Biasanya yang tahu nomor ini adalah rekan-rekan kerja atau kenalan saya di Aceh. Saya tidak mengenal suaranya. Tapi dia sok akrab dengan saya.

“Masak enggak kenal saya? Emang nomornya enggak disimpan?” katanya. “Ayo coba siapa?”

Karena perasaan bersalah enggak tahu dirinya, jadi saya asal sebut nama. Dia bilang bukan. Lalu saya sebut nama yang lain, nama teman grup lari Indorunners Aceh yang kerja di kantor di Banda Aceh dan sekarang sedang bertugas dinas luar di Tapaktuan.

“Ini Muldan?”

“Nah betul.” Baca Lebih Lanjut.

Advertisements

2015 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 580,000 times in 2015. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 25 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Penyebab Perut Buncit, Hati-hati dengan Kebiasaan ini



Foto Istimewa

Lemak sebenarnya tidak jahat, melainkan tetap dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jika berlebihan – inilah yang jadi salah satu penyebab perut buncit. Perut buncit akibat tumpukan lemak sendiri juga tidak baik bagi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

Lemak yang menumpuk pada perut disebut sebagai Lemak Visceral. Lemak tersebut bisa mengakibatkan peradangan yang akhirnya memicu penyakit diabetes dan juga penyakit jantung. Oleh karena itu, ketika perut Anda membuncit, Anda patut waspada. Siapkan pula proteksi diri terhadap kemungkinan penyakit yang bisa saja menyerang Anda, antara lain dengan mendaftarkan diri ke asuransi ataupun BPJS Kesehatan sedini mungkin.

Kemudian, mari lihat apa saja penyebab perut buncit:

Baca Lebih Lanjut.

Ciri Kanker pada Anak, Perhatikan Bagian Tubuh ini



Foto Istimewa

Ciri kanker pada anak sebenarnya jauh lebih baik untuk dideteksi sejak dini. Jangan berpikir kanker hanya akan menunjukkan gejalanya ketika seseorang berada di usia dewasa, justru tanda-tandanya lebih mudah dikenali ketika masih dini. Dengan begitu, pengobatan yang diperlukan juga tentu jauh lebih mudah dan murah, bukan? BPJS Kesehatan pun akan lebih mampu digunakan karena kemungkinan perawatan yang diperlukan tidaklah begitu rumit.

Jadi, sebagai orangtua, Anda bisa memberikan perhatian yang lebih pada anak-anak. Perhatikan bagian tubuh berikut ini pada buah hati Anda, apakah ada tanda-tanda dan ciri kanker pada anak. Nah, apa saja ciri-ciri yang patut Anda waspadai tersebut?

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #64: Sindrom Kursi Belakang


image
Via stouttrainpitt.com

Mobil travel Kijang berangkat malam itu dari Medan menuju Tapaktuan. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Mobil diesel ini bermuatan penuh orang dan barang. Di samping supir ada seorang wanita. Di bangku tengah sepasang suami istri dan seorang laki-laki separuh baya. Dan di kursi belakang ada saya yang diapit oleh tumpukan kardus  dan seseorang perempuan berparas cantik nan rupawan.

Sebuah posisi duduk yang serta merta harus diterima karena saya telat memesan kursi untuk perjalanan jauh selama 10 jam itu. Dihimpit sedemikian rupa itu membuat saya terduduk kaku dan tak bisa bergerak sama sekali. Walau masih ada beberapa sentimeter jarak saya dengannya.

Baca Lebih Lanjut.

RIHLAH RIZA #63: Warung Pengelana, Warung Termahal di Dunia


image

“Berapa Bu? Tanpa nasi, pakai sayur, telor dadar, dan ikan itu? Tanya saya sambil menunjuk ikan merah di etalase.

“Lima belas juta…” jawabnya.

“What the…” tiba-tiba dada ini terasa memelihara Fir’aun.

Warung yang letaknya di terminal Tapaktuan ini warung “termahal” sedunia. Menu makanannya berharga jutaan rupiah. Dijual oleh wanita “tertua” sedunia pula. Entah “bego” entah kenapa,  tetap saja pengunjungnya banyak. Termasuk saya yang bersedia datang ke sana. Tak peduli tunjangan kinerja naik atau tidak.

Baca Lebih Lanjut.

Punai Riuh


 

 


 

Segelas sunyi yang biru kutenggak siang ini. Ia lebih kupercaya dari senja yang cepat mangkir. Sebentuk lamunan lupa kutulis di atas kalender 2014 yang hampir selesai. Ingin rasanya membuang semua dalam sekejap lelap. Tapi bilah pedang matahari memanggang asbes mes hingga ke dalamnya. Aku terbakar. Makanya aku buka pintu lebar-lebar mempersilakan angin pantai duduk di atas kulitku. Sambil disaksikan punai-punai riuh kekenyangan. Atau kucing betina yang melihatku penuh curiga dan kaget tak kepalang, kabur ketakutan. Listrik sedari pagi pergi tanpa pamit. Sialkota kecil ini memang tak bisa akur dengannya. Aku tak peduli. Nantinya dia akan kembali jam lima sore sambil membawa dan menggandeng gelap. Kini, biarkan aku teguk segelas sunyi yang biru di ruang tengah dengan angin pantai yang sudah mulai memelukku. Barangkali hanya tulisan-tulisan suci yang membuatku tetap waras. Kubaca setiap hari. Tanda aku masih serupa hamba. Kupanggil dirimu Ya. DatangdatangBuru-buruPergipergiKuhabiskan segelas sunyi yang biru sampai lupa dari tadi sudah 100 derajat celcius. Mulutku hancur. Di depan mes ini rumput-rumput yang belum terpotong terpingkal-pingkal mentertawakanku. Kutenggak segelas sunyi yang biru, cuma itu yang bisa kulakukan di November yang panas. Aku menunggu malam dengan sangat. Saat aku bisa merasakan sepotong kangen. Kangen yang pagi, tipis, dan mawar.

 

 

Riza Almanfaluthi

dedaunan di ranting cemara

ditulis untuk jejak kata Tapaktuan

Tapaktuan, 10 November 2014

Ilustrasi via fineartamerica.com