Seolah Ada yang Mau Tumpah, Larik-Larik Persaksian Buku Kita Bisa Menulis


 

Sebagai pembaca, bila sudah pernah memiliki pengalaman menulis sebelumnya, kita juga bisa mengikuti tur tanpa harus memulainya dari awal. Semua titik wisata dapat dinikmati walaupun tidak secara berurutan. Buku ini meyakinkan kita bahwa semua orang bisa menulis dan bisa mulai dari mana saja.

Nufransa Wira Sakti, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak

*

Dunia kepenulisan bukan hal yang asing buat saya. Namun, setelah membaca buku ini saya menemukan sesuatu yang baru dan belajar dari pengalaman orang lain agar tetap dalam pola pikir (mindset) tumbuh.

Muhammad Fuad Nasar, pegiat filantropi, Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama

Baca Lebih Banyak

Review Buku Kita Bisa Menulis: Memang Tak Seperti Bernapas


Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan tulisan review buku Kita Bisa Menulis dari penulis produktif sekaligus pegawai Direktorat Jenderal Pajak bernama Eko Novianto yang biasa dikenal dengan sebutan Ekonov.

Saya mengucapkan terima kasih atas resensinya ini. Sangat bermanfaat sekali buat calon pembaca buku ini. Tidak perlu berpanjang kalam, mari kita simak narasinya.

Baca Lebih Banyak

Buku Kedua Itu Terbit: Orang Miskin Jangan Mati di Kampung Ini


Buat saya menjadi narablog (blogger) itu sudah cukup sebenarnya. Buku pertama saya terbit di tahun 2015 oleh Penerbit Bunyan, Bentang Pustaka saat saya masih di Tapaktuan, Aceh Selatan. Itu juga karena penerbitnya yang kemudian menawarkan kepada saya untuk membukukan tulisan-tulisan saya. Saya persilakan dan selesai.

Lima tahun berlalu, tidak ada yang dilakukan selain untuk terus menulis dan menulis. Dan mas Harris Rinaldi pada sekitar bulan Oktober 2019 datang kepada saya lalu bertanya, “Kapan bukunya terbit?” Ia orang kedua yang bertanya di pekan itu tentang hal yang sama.

Baca Lebih Lanjut