Cerita Lari Mandiri Jogja Maraton 2018 (Terakhir): Inong, Apakah Aku Anak Ikan?


Di suatu pagi.

“Inong, apakah aku memang anak ikan?” tanya anak lelakiku itu. Air mata membiak di pipinya.

“Kata siapa?”

“Kata Among.”

“Kenapa Among berkata seperti itu? Ada apa?” tanyaku mendesak. Aku cemas. Ada yang tak beres hari ini dan untuk hari-hari berikutnya.

“Aku bawa nasi dan lauk yang Inong suruh tadi ke ladang. Tapi aku lapar. Aku makan sebagiannya di tengah jalan.” Tubuhnya gempa. Ia masih menahan isak yang semakin menariknya ke bumi. “Lalu setelah makan aku ke ladang. Di sana, Among murka melihat makanannya sudah tinggal sedikit. Lalu bilang kalau aku anak yang kurang ajar, karena aku keturunan ikan.”

Baca Lebih Lanjut.

Di Sepanjang Pantura



Ada empat hal yang saya lakukan di atas kereta api ekonomi yang saya naiki kali ini. Menekuri aplikasi percakapan, membanting pandangan ke luar jendela, membaca buku, dan tidur. Dua hal pertama sangat mendominasi betul.

Abaikan upaya bercakap-cakap dengan kawan duduk di sebelah seperti yang biasa saya lakukan. Kali ini di samping saya adalah seorang perempuan generasi milenial yang baru naik dari Stasiun Cirebon menuju Jakarta.

Baca Lebih Lanjut.

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (3)


Gertakan Dua Pistol

Wilayah Kerja KP2KP Martapura memang luas. Dan Belitang hanya salah satu dari 20 kecamatan yang ada di OKU Timur. Wajib pajak yang datang ke kantor seringkali wajib pajak yang berada di wilayah terluar dan terjauh jangkauannya. Ini akan menjadi masalah jika dokumen yang dipersyaratkan dalam pembuatan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau pelaporan SPT masih kurang.

Ujung-ujungnya dilema. Menolak atau menerima. Mengingat karakter masyarakat OKU Timur yang keras dan tanpa basa-basi membuat personel KP2KP seringkali tidak mudah menjelaskan kekurangan dokumen pendukung dalam permohonan mereka. Untuk ini mereka punya ceritanya.
Baca Lebih lanjut.

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (2)


Taaruf dan Silaturahmi

KP2KP Martapura merupakan unit vertikal di bawah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Baturaja, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. KP2KP Martapura menjadi bagian penting dalam pengumpulan penerimaan pajak yang ditargetkan kepada KPP Pratama Baturaja sebesar Rp561 miliar.

Wilayah kerja KPP Pratama Baturaja yang dikomandoi oleh Akhmad Yani ini meliputi tiga kabupaten yaitu OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan. Sebagai kepanjangan tangan dari KPP Pratama Baturaja di OKU Timur maka KP2KP Martapura didirikan sejak 2008. Kantornya masih mengontrak dan berada di perlintasan Jalan Lintas Tengah Sumatera yang merupakan urat nadi perekonomian Pulau Sumatera.

Continue reading Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (2)

Martapura: KP2KP, Mayat, dan Pistol (1)


Barangkali Anda akan salah mengira jika saya sebutkan nama Martapura. Tidak, bukan kota yang di Pulau Kalimantan yang saya lawat kali ini. Martapura yang ini berada di Pulau Sumatera. Sama-sama menjadi ibu kota kabupaten.

Kereta api Limited Express Sriwijaya yang saya naiki akhirnya berhenti di Stasiun Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan. Kereta api itu mulai berangkat dari Stasiun Tanjung Karang, Bandar Lampung pada pukul 21.00. Singgah sebentar saja di stasiun kecil ini.

Baca Lebih Lanjut.

KPP Pratama Malang Selatan: Di Sini, DUIT Memang Segalanya


03

Alun-Alun Merdeka Malang dan sekitarnya memiliki banyak peninggalan bersejarah dari era kolonial Belanda. Inilah salah satu yang membuat kawasan itu bernilai sosial-budaya tinggi. Salah satunya, kompleks gedung yang digunakan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Malang Selatan di Jalan Merdeka Utara.

Sebagai bangunan bersejarah sekaligus cagar budaya, gedung tersebut wajib dilindungi. Rehabilitasi dan pengelolaannya harus sangat berhati-hati. Tidak boleh sembarangan merenovasi, merubuhkan bangunan, atau mendirikan bangunan baru. KPP harus mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Malang. Hal itu nyatanya tak menghalangi KPP Pratama Malang Selatan berbenah menjadi kantor yang modern, nyaman untuk pegawai dan wajib pajak, serta jauh dari kesan kumuh dan suram.

“Membuat cantik dan indah bangunan tidak mesti dengan pengadaan baru dan mengeluarkan biaya banyak,” kata Kepala KPP, Dwi Joko Kristanto.

Continue reading KPP Pratama Malang Selatan: Di Sini, DUIT Memang Segalanya

KPP Madya Batam: Dari FTZ hingga Toilet


Dalam edisi kali ini Intax melakukan liputan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Batam. Selain memiliki unit khusus yang tidak ada di KPP lain, kantor ini memiliki strategi khusus pengawasan terkait tipikal wajib pajak yang ditanganinya. Menariknya KPP Madya Batam juga tak melupakan kebutuhan dasar para pemangku kepentingannya: toilet bersih.

*

Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Riau dan terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. Provinsi ini mencakup lima kabupaten: Bintan Kepulauan, Karimun, Kepulauan Anambas, Lingga, Natuna, dan dua kota: Batam dan Tanjungpinang. Kota terakhir ini terletak di Pulau Bintan serta menjadi ibukota Kepulauan Riau.

Baca Lebih Lanjut.

Klise


Kupetik bintang, untuk kau simpan.  Cahayanya tenang, berikan kau perlindungan.

Lirik lagu ini klise, tapi ada yang sebaliknya, yang nyata, yang bintang itu tak sekadar hanya bisa diteropong dan dilihat dari kejauhan, namun bisa kita sentuh dan berikan.

Pagi tadi saya memesan ojek daring. Ternyata yang datang adalah seorang pemuda. Anak tetangga di RT sebelah rumah.

Baca Lebih Lanjut.

​Firmania Ayu Ambari: Life Begins at Twenty Five


Petang mendung itu, di dalam ruangan berukuran enam belas meter persegi, dengan meja kayu besar di tengah dan dikelilingi banyak kursi rapat, Firmania Ayu Ambari, 29 tahun, ditemui di Gedung A1, Kompleks Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (19 April 2017).

Di luar gedung, hujan mulai turun. Suara halilintar berulang kali terdengar. Ayu yang duduk di hadapan menyungging malu. Matanya membulat di balik kacamata. Rambutnya dicat coklat, tergerai sebahu. Baju batik yang ia kenakan adalah campuran warna biru dan merah. Di depannya, telepon genggam tergeletak dan terhubung dengan kabel dari catu daya.

Baca Lebih Lanjut.

Beste: Narasi Cita Tak Sampai


Muhammad Bestari, 27 tahun, mengamati kelir komputer. Kelimun huruf kecil di sana dibacanya dengan cermat. Tak lama ia menuliskan sesuatu di aplikasi pengolah kata. Ia melakukannya berulang kali. Kaca mata minus tidak cakap menyembunyikan kepayahan matanya. Hari itu, Beste sudah membaca puluhan berita yang masuk. 

Beste, nama panggilan yang diberikan kakeknya, bersyukur selepas dari DIV STAN tahun 2016 lalu bisa ditempatkan di Seksi Pengelolaan Berita, Subdirektorat Hubungan Masyarakat Perpajakan, Direktorat Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). 

Baca lebih lanjut.