Mengubah Default File PDF: Dari Mozilla Firefox ke Adobe Reader



Dokumen ini sebenarnya berformat PDF. Tapi ikon dokumen tersebut yang terlihat melalui Windows Explorer komputer saya selalu ikon perambah Mozilla Firefox. Kalau diklik pun yang terbuka bukan program Adobe Reader melainkan Mozilla Firefox.

Baca lebih Lanjut.

Bagaimana Kalau Ada Vendor yang Tidak Menagih PPN?



Ilustrasi dari zenjourneytotheeast.blogspot.com

Seperti biasa, pagi ini ini ada email mengejutkan. Lebay sedikit boleh kan?

Dear Bapak Riza,

Assalaamu’alaikum wr.wb.

Mohon masukannya. Kami adalah eksportir di bidang garmen. Kami merencanakan restitusi atas kelebihan bayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Akan tetapi kami mempunyai masalah yaitu :

  • Adanya tagihan (AP) dari vendor yang tidak menagih PPN.
  • Adanya tagihan (AP) dari vendor atas jasa yang tidak kami potong Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23.
  • Bagaimana ketentuan diskon atas tagihan (AR), apakah diskon/potongan mengurangi peredaran bruto ?

Baca Lebih Lanjut.

Bukan Pesan Kenabian yang Dibawa Dennis Adhiswara


Ilustrasi dari nature.desktopnexus.com

“Lebih manfaat kalau si Dennis yang dibuang ke Cina. Buang Dennis kembali ke daerah keturunannya. Buang Dennis ke alam asalnya.” Bahkan ada yang lebih kasar lagi seperti ini: “Zamannya Soekarno, Cina dipulangin tuh ke asalnya.” Atau seperti ini, “Cina Makin ngelunjak.”

Baca Lebih lanjut

Cara Menghitung PPN dalam Valuta Asing



Ilustrasi via Liputan 6

Nah, tadi pagi saya mendapatkan email. Email dari—sebut saja—Pak Seno (memang demikian nama sebenarnya). Seperti biasa email yang masuk ayam bekisar berkisar tentang permasalahan pajak yang membutuhkan solusi. Berikut pertanyaan dan jawaban yang diberikan atas permasalahan tersebut. Semoga bermanfaat buat semua.

Pertanyaan:

Selamat Pagi.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Saya mau bertanya tentang peraturan pajak yang berlaku untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam bentuk USD. Cara untuk menghitung PPN-nya seperti apa yah?

Baca Lebih Lanjut.

Kesulitan Keuangan, Lalai Bayar Pajak



Ilustrasi dari good-wallpapers.com

Jam lima sore lebih sedikit saya membuka email. Bagi saya email yang belum terbaca itu seperti nasi gurih yang setiap hari saya beli di warung depan mes sebagai sarapan pagi. Saya tidak pernah tahu lauk apa yang ada di dalamnya. Karena setiap hari selalu berbeda dan penuh kejutan.

Atau berasa seperti coklat begitu? “My mama always said, life was like a box a chocolates. You never know what you’re gonna get,” Kata
Forrest Gump.

Baca Lebih Lanjut.

Bagaimana Jika Pemilik Ruko Tidak Mau Dipotong PPh Sewa?



Ilustrasi via media.northjersey.com

Pagi ini saya mendapatkan email dari seseorang tanpa menyebutkan nama. Bertanya tentang masalah perpajakan yang dia hadapi.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Pak, maaf saya mau tanya mengenai sewa ruko. Harga sewa Rp 100 juta tapi pemilik ruko tidak mau dipotong pajak final 10% dari biaya sewanya. Maunya cash Rp 100 juta gitu. Solusinya bagaimana Pak kalau ada orang pajak menemui kasus ini? Mohon solusinya. Terima kasih.

Ikan [dot] bawal56 [at] yahoo [dot] co [dot] id

Baca Lebih Lanjut.

Rihlah Riza #44: Bukan Rahasia, Perhatikan Iluminasi Dalam Mushaf Ini



Mushaf Gumi Patut Patuh Patju.

Sejak kecil saya memang belajar Alquran dengan mushaf standar Indonesia. Baru masuk STAN–tahun 1994—saja saya mengenal mushaf timur tengah. Perbedaan di antara keduanya terbatas pada penggunaan harakat, tanda baca, dan tanda waqaf.


Mushaf Standar Indonesia.

Awalnya saya kesulitan. Pernah didaulat untuk tilawatilquran dalam sebuah acara. Dan itu pertama kalinya membaca mushaf timur tengah Akhirnya saya terbata-bata membacanya di hadapan khalayak ramai.

Mushaf timur tengah itu juga sering disebut mushaf pojok yakni mushaf Alquran yang pada pojok halaman bawah kiri merupakan akhir ayat. Mushaf ini sering dipakai oleh para penghafal Alquran karena memudahkan dan membantu ingatan mereka.

Baca Lebih Lanjut.

Aku Epilog di Bab Terakhir Catatan Harian yang Kau Kirim Kepadaku Dengan Beribu Gesa


 

 

 

Tidak Ada Argari

 

By: Riza Almanfaluthi

 

Aku kuyup digigit ribuan hujan dari langit yang menganga lama

getar petir menular menjadi  gemerutuk  sekujur tubuh

haus dari apa yang kau sebut pelukmu

selalu saja ada alasan buat ombak untuk terus menatapku yang sedang duduk di bawah nyiur

menjadi tabir dari keluhmu tentang aku yang didera jauh

tak cukup ribuan halaman kertas mengeja setiap katayang kau kikir dengan pena rindumu
biarkan tintanya habis…

karena tidak ada yang lebih sedih dari pedih yang kuhirup menjadi udara pagi….

 

Aku senja yang disapa satu persatu oleh jarum jam di dinding kayu lapuk rumahmu

cicak mana yang mau berpesta serangga di sana

detaknya tidak lebih dari 20 desibel, akankah kau dengar?

tapi ini kalibrasi epik karena harimu berdenyut tanpa sebentuk suara

tanpa wajah yang dimamah senyum, tanpa geliat raga yang dikobar renjana

tanpa ketik huruf yang bersembunyi di balik kaca, tanpa tombak tawa semenjana

biarkan ujung bayungnya jatuh…

karena tidak ada yang lebih tegar dari argari berantamu yang kubayar menjadi khayal…

 

Aku epilog di bab terakhir catatan harian yang kau kirim kepadaku dengan beribu gesa

selarik hitam mengular lama tanpa jeda mengisyaratkanku akan sebuah igau

enggan aku baca, karena aku tahu berapa kali engkau tala madah berjuluk perpisahan

sedetik sapamu hanya senampan basa-basi terhidang di piring penuh kedustaan

atau sekadar keengganan bercampur peluh dinginmu saat kau sadar ini tak boleh nyata

biarkan ia menetes…

karena tidak ada yang lebih harum dari wangimu yang kupecut menjadi hening semesta…

 

Aku sampul buku yang dicampakkan benih-benih rayap di sudut lemari yang bisa kau jangkau setiap saat

Sebuah entah apalagi yang akan kau gesekkan di atas senar-senar biola sedihmu

Akan kau dermagakan kemana harap

Akan kau deraikan kemana lagi cerita

Akan kau sisihkan kemana lagi segala kemas

Sedangkan aku dengan rinduku setengah mati yang tak pernah bisa mati

Biarkan itu adanya…

Karena tidak ada yang lebih

tidak ada yang lebih berduka dari rimba asmara yang kuriba menjadi kusuma pusara

tidak ada…

 

***

 

Riza Almanfaluthi

Tapaktuan, 2 September 2014

 

 

Restorasi Rasa Cabai


Seorang petinggi partai datang ke negeri Cina. Bos televisi yang sering menyuarakan sekulerisasi ini terantuk sebuah masalah. Fotonya yang sedang merangkul mesra seorang wanita tersebar ke dunia maya. Senyatanya ia datang dalam rangka menerima penghargaan. Entah penghargaan apa yang mau diterima.

Mantan wartawan yang suka pindah partai menjadi jubirnya sekarang. Memberi klarifikasi untuk sang bos. Katanya perempuan itu anggota rombongan. Tak ada yang salah dari foto itu, tambahnya. Ingatan kita lalu terjebak pada seorang petinggi partai lainnya. Ia berpiknik bersama artis ke Maladewa dan berfoto mesra pula. Tidak berduaan saja memang. Perlakuan yang mereka terima dari media sekuler berbeda sekali. Tapi saya tidak akan membahas orang terakhir ini.

Baca Lebih Lanjut.

Melihat Tukul, Wanita Hamil Tua ini Histeris dan Terjun dari Ketinggian


joker-layout-news-papers

 

Demi mengejar jumlah kunjungan, media online menempuh berbagai cara. Antara lain dengan membuat judul yang bombastis terutama berkaitan dengan artis. Nama mirip artis bahkan pejabat dijadikan barang jualan sekalipun isi beritanya tidak berkaitan sama sekali dengan yang empunya nama sebenarnya.

Republika Online (ROL) pada tanggal 6 September 2014 menurunkan berita dengan judul: “Tak Kuat Hadapi Cobaan, Ari Wibowo Nekat Bunuh Diri”. Kedaulatan Rakyat Online di hari berikutnya menurunkan berita semacam dengan judul: “Ari Wibowo Akhirnya Tewas”.

Berlanjut pada hari ini Minggu, 21 September 2014, ROL juga menurunkan berita heboh lagi, “Dewi Lestari Minum Racun Karena Dimarahi Gurunya”. Mundur ke belakang pada bulan Januari 2014, Detiknews juga membuat berita berjudul “Nia Daniati Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah”. Baca Lebih Lanjut