Pandemi Covid-19 membuat teknokrat di banyak negara berpikir keras agar ekonomi negaranya tidak tumbang.
Berbagai kebijakan fiskal dikeluarkan supaya keuangan negara bisa membiayai penanganan Covid-19, memulihkan ekonomi, dan tetap mendapatkan penerimaan yang menutupi belanja negara.
Ruang diskusi publik di dunia maya saat ini dipenuhi soal penerapan pajak pertambahan nilai (PPN). Mulai dari tarif, penghapusan pengecualian dan fasilitas PPN, serta kinerja PPN di Indonesia. Ini karena Covid-19 yang memengaruhi ekonomi global sejak 2020.
Indonesia termasuk dalam gerbong negara yang mengalami resesi. Pandemi memandekkan pertumbuhan ekonomi akibat penurunan aktivitas usaha dan serapan tenaga kerja. Hasil survei Tim Pemulihan Ekonomi Nasional-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan itu.
Sebagai syarat perjalanan menggunakan kereta api, PT KAI mewajibkan para calon penumpang untuk menjalani tes bebas Covid-19. Sejak 5 Februari 2021, PT KAI menyediakan Tes GeNose C19 sebagai alternatif tes cepat antigen dan tes usap PCR.
Kali ini saya ingin menceritakan tentang pengalaman terbaru saya menjalani Tes GeNose C19 ini. Yang pasti karena sekarang zaman digital maka pembelian tiket dan kereta api dan pembayaran Tes GeNose C19 bisa secara daring.
Angka kematian bunuh diri di kalangan pelajar dan pemuda Jepang meningkat tajam selama tahun 2020. Sampai Perdana Menteri Jepang menunjuk menteri untuk mengurusi cara warga mengatasi kesepian.
*
Manusia akan bahagia ketika mendapatkan uang yang banyak, keterkenalan, pasangan yang baik, atau sekadar naik jabatan. Begitu pula ketika manusia mendapatkan keberuntungan kecil seperti mendapatkan tempat duduk di KRL Bogor Jakarta di waktu yang padat.
Sudah hampir satu tahun Indonesia menerapkan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).
Sejak 1 Juli 2020, pemanfaatan (impor) produk digital dalam bentuk barang tidak berwujud maupun jasa oleh konsumen di dalam negeri dikenai PPN sebesar 10 persen. Ini menjadi salah satu upaya ekstensifikasi pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan negara untuk menangani pandemi Covid-19.
Jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang masuk ke dalam sistem Direktorat Jenderal Pajak pada 2021 ini masih lebih rendah daripada tahun lalu.
Dari data yang ada per tanggal 22 Maret 2021 pukul 11.09 selisihnya masih kurang 294.620 SPT dibandingkan tanggal yang sama pada 2020. Tepatnya, jumlah SPT yang masuk sampai tanggal itu hanya sejumlah 7.809.580 SPT. Jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan.
Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C saya akan berakhir masa berlakunya pada akhir Juli 2021. Daripada menunda-nunda dan waktunya mepet lebih baik saya perpanjang sekarang.
Awalnya bingung mau perpanjang SIM dengan datang ke Polresta Depok, mobil keliling, atau cukup daring (ONLINE). Selama ini saya sudah mencoba dengan dua cara pertama. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba perpanjangan SIM secara online melalui aplikasi di HP Android. Berikut tahapan-tahapannya. Yang sabar ya bacanya.
Ayyasy, berdiri di belakang, kedua dari kiri, bersama dengan teman-temannya di Kothen, Jerman.
Lebaran ini kami tidak mudik dan hanya berempat saja. Mengulang tahun sebelumnya karena kondisi buana yang masih dipenuhi pandemi. Eh, tahun lalu beda kok. Masih ada Ayyasy.
Sekarang Ayyasy ada di Kothen, Jerman. Suasana di sana juga sama masih ada pandemi begitu. Kota kecil ini masih buka tutup menerapkan karantina wilayah.
Sudah lama enggak ketemu dengan Pak Harris Rinaldi. Sekalinya ketemu ia menawarkan diri untuk mengambil video pembacaan puisi, ia mengedit, dan langsung membuat video seperti ini olehnya. Terima kasih banyak, Pak. Tak tepermanai.
Ini puisi “Aku Ingin” milik Almarhum Sapardi Djoko Damono yang diterjemahkan dalam bahasa Arab dan bukunya saya pegang dalam video itu. Buku itu berjudul Hammuka Daimun.
Pada malam Jumat Legi, 29 April 2021 rumah saya kedatangan dua orang pemuda belasan tahun. Dua orang kakak beradik bernama Syauqi dan Faqih.
Muhammad Zaid Faqihudin adalah nama lengkap pemuda yang disebut terakhir ini. Duduk di kelas 11 dan mondok di pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Takhassus, Cinagara, Bogor.