Sri Mulyani: Beasiswa LPDP Uangnya dari Pajak


“Beasiswa ini dari hasil pajak Indonesia, yang kita collect rupiah demi  rupiah dengan susah payah. Bukan uang yang datang dari langit, tapi dengan senang hati kita berikan ke anak-anak Indonesia yang punya cita-cita dan ambisi membangun Indonesia ke depan,“ kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam sambutan di acara LPDP EduFair 2017 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan , Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurut Sri Mulyani ada total dana kelolaan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) sampai sekarang berjumlah Rp 22,5 triliun. LPDP sudah mengirimkan 16.925 penerima beasiswa ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 10.523 mahasiswa S2 dan sekitar 3.864 program doktor S3.
Baca Lebih Lanjut.

Bangke


Betina itu bersama kucing garongnya.

Kemarin sore, sewaktu berdesak-desakan di atas Commuter Line saya menelepon Kinan. Suara di seberang sana terasa sedih. Ya, Kinan menangis karena induk kucing itu tiba-tiba sudah jadi bangke di depan rumah. Entah ketabrak atau sakit. Badan betina kucing itu memang kurus apalagi dia sedang menyusui kelima anaknya.

Langsung saya lemas dan berusaha browsing cara menyelamatkan bayi-bayi kucing yang baru berumur satu bulan itu. Ada blog yang menceritakan pengalamannya dalam penyelamatan anak kucing yang ditinggal induknya. Awalnya berhasil tapi pada akhirnya jadi bangke juga.

Baca Lebih Lanjut.

Bulan Penegakan Hukum di Awal Periode Terakhir Amnesti Pajak


Memasuki awal periode ketiga sekaligus periode terakhir program Amnesti Pajak, Januari 2017 bisa ditandai sebagai bulan Penegakan Hukum. Beberapa peristiwa melatarbelakanginya. Yang pertama, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Banda Aceh menjatuhkan hukuman kepada Muslem Syamaun, mantan bendahara umum daerah (BUD) Pemerintah Kabupaten Biereun, dengan vonis 15 tahun penjara. Muslem dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama 2007-2010 senilai Rp27,6 miliar.

Kedua, Penyidik Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) menyerahkan Amie Hamid, tersangka pelaku tindak pidana pencucian uang atas hasil tindak pindana perpajakan beserta harta sitaan kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk selanjutnya disidangkan pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kasus baru dengan sangkaan TPPU atas Amie Hamid ini diancam dengan pidana paling lama 20 tahun dengan denda paling banyak Rp10 miliar.

Baca Lebih Lanjut.

​Ini Dia 10 Besar Kantor Pelayanan Percontohan DJP Tahun 2017


Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengumumkan 10 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Percontohan terbaik tahun 2016 di Jakarta, kemarin, Senin (24/1).

Perlombaan ini diikuti oleh KPP seluruh Indonesia yang penjuriannya dilakukan oleh masing-masing Kantor Wilayah (Kanwil) pada akhir tahun lalu. Kemudian Kanwil DJP mengirimkan KPP terbaiknya untuk dilombakan di tingkat nasional.

Baca Lebih Lanjut.

1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah


012917_1344_1453Sejarah1.jpg

Di Eropa,  citra Turki menjadi kata lain dari kekejaman dan kebengisan. Sejak 1536, kata Turk dipakai dalam bahasa Inggris dengan pengertian, menurut Oxford English Dictionary, “Seseorang yang berperilaku barbar dan biadab. Webster New Collegiate Dictionary menyebutnya begini, ”One who is cruel or tyrannical.”

Stigma ini setelah penaklukkan Konstantinopel pada 83 tahun sebelumnya oleh Muslim Turki Utsmani. Tahun 1453 menjadi khas dan istimewa karena dia adalah sejarah yang justru banyak ditulis oleh pihak yang kalah. Roger Crowley—penulis buku 1453 Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim—menulis demikian di bab Tentang Sumber buku itu.

Continue reading 1453, Sejarah Anjing-Anjing Kafir yang Ditulis oleh Mereka yang Kalah

5 Best Ice Breaker Games yang Bikin Kelar Hidup Elo


Setelah permainan (games) tembak-tembakan (paint ball) yang mengakibatkan tangan dan kaki saya bilur-bilur ungu sebanyak lima titik ini, akhirnya kami beralih ke permainan konsentrasi. Ini menarik makanya saya catat supaya saya ingat dan tidak hilang ingatan. Abaikan yang terakhir.

Instruktur dari Trizara, tempat kami mengadakan Workshop Pengelolaan Majalah Internal DJP 2017 ini, memberikan games seperti ini:

 

1. Gedor Bumi

Ini saya namakan begini karena tidak tahu nama sebenarnya dari permainan ini. Para peserta dikumpulkan di tengah tempat yang luas dengan membentuk lingkaran. Ketika instruktur menyebut angka 1 maka kaki kanan kita menyentak tanah dengan keras dua kali lalu tepuk tangan dua kali.

Kalau instruktur menyebut angka 2 maka kaki kiri kita menyentak tanah dengan keras satu kaki lalu tepuk tangan satu kali. Instruktur mengulang perintah itu sambil menyebut angkanya tanpa berurutan, misalnya seperti ini: 1-1-2, atau 2-1-2, atau 2-2-1.

Ini benar-benar menuntut konsentrasi dari peserta loh. Peserta yang tidak benar melakukan instruksi bisa dikeluarkan dari lingkaran hingga hanya tinggal beberapa peserta yang benar-benar tidak salah sedikitpun. Seru!

 

2. Pisang, Nanas, dan Pepaya

Para peserta membentuk lingkaran kecil dengan bahu yang saling menempel. Lalu angkat telunjuk tangan kiri dan menaruhnya di depan dada. Beri perintah agar selama permainan ini berlangsung tangan kiri tidak boleh berpindah dan tetap harus di depan dada.

Lalu ketika instruktur meneriakkan kata Pepaya, maka tangan kanan kita memegang telunjuk kita sendiri. Jika instruktur meneriakkan kata Nanas, maka tangan kanan kita memegang telunjuk teman kita yang berada di sebelah kiri. Jika instruktur teriak Pepaya, maka tangan kanan kita memegang telunjuk teman kita yang berada di sebelah kanan.

Permainan ini dilakukan dengan meneriakkan instruksi kata-kata itu secara acak, misalnya seperti ini: Pisang-Nanas-Pepaya, atau Nanas-Nanas-Pisang, atau Pepaya-Nanas-Pisang, dan sebagainya.

Bisa juga diberi instruksi tambahan agar tangan kanan kita yang digunakan untuk memegang jari telunjuk tidak boleh bergerak kalau ada kata yang diinstruksikan sama, misal Nanas-Nanas-Pisang. Maka pada saat Nanas disebut lebih dari sekali itu, tangan kanan kita diam. Tak boleh bergerak sama sekali.

Ini jelas butuh konsentrasi dan pastinya lucu!!

 

3. Do and Don’t

Peserta tetap dalam lingkaran. Aturan permainan ini adalah peserta harus mengikuti perintah instruktur jika kalimat perintahnya dimulai dengan satu kata yang telah disepakati. Dan peserta tidak boleh melakukan instruksi dari instruktur yang tidak dimulai dengan satu kata itu. Misal kita pilih kata itu adalah: Ditjen.

Contohnya instruktur mengucapkan perintah , “Ditjen, mundur satu langkah ke belakang. Ditjen, angkat kedua tangannya ke atas. Goyangkan jarinya.” Maka peserta harus mundur satu langkah ke belakang, lalu mengangkat kedua tangannya ke atas dan harus diam. Kalau ada peserta yang menggoyangkan jarinya, maka peserta itu harus keluar dari lingkaran.

Banyak peserta yang bisa konsentrasi di sini dan berhasil melewati instruksi yang dimulai dengan kata Ditjen. Kalau sudah begitu, langsung saja instruktur bilang, “Ok, semua sudah bisa konsentrasi. Bagus. Mari tepuk tangan untuk kita semua.” Seringkali ada peserta yang terjebak di sini. Ada yang masih juga tepuk tangan, padahal instruksi itu tidak diawali dengan kata Ditjen.

Ada banyak kelucuan di sini. Yakin!!!

 

4. Kelipatan Tiga

Peserta membentuk lingkaran. Lalu peserta mulai menghitung. Jika ada angka 3 dan kelipatannya maka tidak boleh diucapkan angkanya melainkan harus tepuk tangan satu kali dan berteriak “Boom”. Peserta selain angka 3 dan kelipatannya tidak boleh salah menyebut angka sesuai urutannya masing-masing . Contohnya seperti ini: 1, 2, Boom (sambil tepuk tangan), 4, 5, Boom (sambil tepuk tangan), 7, 8, Boom (sambil tepuk tangan), 10, dan seterusnya.

Instruktur menunjuk peserta secara acak untuk menyebut angka 1. Jika peserta salah, maka instruktur mencoret satu coretan di wajah peserta dengan lipstik warna merah. Tentunya permainan ini bikin heboh. Ada loh orang yang sama melakukan kesalahan terus berulang kali.

Bisa juga instruktur memberikan tantangan lebih kepada para peserta. Jika para peserta menghitung dengan benar dalam satu putaran tanpa sedikit pun kesalahan maka masing-masing peserta dapat mencoret satu coretan di wajah instruktur. Jika ternyata itungan peserta tetap salah, maka instruktur mencoret semua peserta dengan satu coretan di wajah. Benar-benar heboh!!!!


Banyak banget coretannya Nirmala?

 

5. Son of Maris

Ini permainan terakhir kami. Tentu dengan wajah yang masih coreng-moreng dengan lipstik dari sisa permainan Kelipatan 3. Peserta masih membentuk lingkaran. Tangan kanan diangkat di depan dada sehingga telapak tangan kanan menghadap ke depan. Lalu instruktur menunjuk kepada satu orang peserta tanda permainan ini dimulai.

Permainannya seperti ini. Misal saya yang ditunjuk pertama kali oleh instruktur lalu saya akan melempar giliran berikutnya ke teman saya yang bernama Arif, maka saya harus berkata demikian, “Saya Riza Maris tanpa garis memanggil Arif Maris tanpa garis.”

Kemudian Arif segera menunjuk teman lainnya, misalnya Ola, dengan mengucapkan kalimat seperti ini, “Saya Arif Maris tanpa garis memanggil Ola Maris tanpa garis.” Biasanya peserta yang kurang konsentrasi bisa salah dalam mengucapkannya.

Nah, kalau misalnya Ola salah, maka tangan Ola dicoret satu garis coretan dengan lipstik. Sejak saat itu Ola harus dipanggil Ola Maris satu garis. Tidak boleh lagi dipanggil Ola Maris tanpa garis.

Peserta yang melakukan kesalahan sampai dua kali maka harus keluar dari lingkaran. Lakukan terus menerus permainan ini sampai peserta hanya satu dua orang. Ini seseru-serunya duel. Hingga satu orang menjadi pemenangnya. Dialah yang layak menjadi: “Bintang”!!!!!

Betul begitu Mbak Tuti?

Ini dia pemenangnya. Mbak Sri Lestari Pujiastuti.

Lima permainan ini bikin kami enggak kenal waktu . Tiba-tiba sudah sore dengan senja yang tiba-tiba datang dengan berjingkat-jingkat mendekati kami, mengendap-endap, tak tahu kenapa ia begitu. Memuzammilkan Lembang dan segala yang ada di bawahnya. Sudah cukup untuk hari ini.

***

Riza Almanfaluthi

Dedaunan di ranting cemara

Tjitajam, 28 Januari 2017

Foto-foto dari Paruhum AS Hutauruk dan Dandy Amrin.

 

Untuk pemesanan buku silakan klik tautan berikut:

https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi

Saat Stalin Sekarat



Buku Simon Sebag Montefiore, yahudi asal Inggris , berjudul Stalin: Kisah-kisah yang Tak Terungkap ini menjelaskan secara detil saat-saat terakhir dari Iosif Vissarionovich Stalin. Seorang diktator dengan 20 juta orang telah dibunuh, 28 juta dideportasi, 18 juta diantaranya diperbudak di Gulag.

Penderitaan penzalim ini ditulis di bab terakhir buku itu. Dengan bab “Catatan Tambahan” setelah Stalin mati maka ini menjadi dua bab yang sering saya baca ulang dari buku yang meraih penghargaan History Book of the Year versi British Book Awards dan Book of The Year dari belasan media massa ternama di Barat ini.

Continue reading Saat Stalin Sekarat

Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan



Ikhtiar hanyalah tangga bahwa kita serius dalam pinta,

adapun rida Allah adalah tujuan kita.

(Indarto Premandaru)

Banyak yang berkonsultasi kepada saya dan sedikit mengadukan kegundahan karena belum mendapatkan momongan. Ketika saya tanya berapa lama? Ternyata baru beberapa bulan. Lah, yang ini 7 tahun. Dan Alhamdulillaah berhasil. Kiat nomor 6-nya bisa dijadikan referensi.

Saya sebenarnya ingin menceritakan terlebih dahulu kisah seleb yang berhasil mendapatkan anak setelah 11 tahun lamanya dalam penantian, namun saya pikir kisah nyata yang dialami oleh teman saya ini kiranya patut untuk didahulukan.

Continue reading Kisah Nyata: Ini Dia 7 Ikhtiar Dalam 7 Tahun untuk Mendapatkan Momongan

11 Tahun The End of The Rainbow



Peraih Pulitzer tiga kali dan penulis kolom di The New York Times bernama Thomas L Friedman pernah menulis artikel yang menarik dan dipublikasikan di harian yang sama pada 29 Juni 2005.

Friedman menulis tentang Irlandia, yang menjadi negara terkaya kedua di Uni Eropa, setelah Luksemburg hanya dalam waktu satu generasi saja. Irlandia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita lebih tinggi dari Jerman, Perancis, dan Inggris.

Baca Lebih Lanjut.

Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit



Akhir tahun 2016 ini Freeletics memberikan diskon besar buat Free Athlete yang ingin latihan dengan fitur Coach. Harga yang biasanya setahun itu mahal—bisa di atas satu juta rupiah, sekarang dipotong habis sampai hanya 27,99 USD setahun. Bahkan dengan keuntungan lain berupa mengakses tiga aplikasi utama Freeletics yaitu Bodyweight, Running dan Gym. Tentu harga murah itu bikin Free Athlete seperti saya tergiur.

Sudah dua tahun jadi Free Athlete tapi tidak pernah latihan terprogram dengan Coach berbayar. Setahun pertama (tahun 2015) saya memakai menu latihan kuno dalam bentuk pdf. Itu menu saat Freeletics awal-awal didirikan. Di tahun kedua yaitu tahun 2016 dalam semester pertama saya diberi menu gratis oleh Freeletics. Lalu semester keduanya saya mengulang lagi menu itu.

Continue reading Buat Free Athlete, Hati-hati Saat Daftar Freeletics Dengan Kartu Kredit