Dari Mereka Saya Belajar Lagi



Above the sky

Pagi itu, lebih dari 30 ribu kaki di atas permukaan laut, awan putih di langit Aceh bergulung-gulung seperti permadani. Cahaya kuning matahari yang baru saja terbit menghiasinya. Memesona saya yang berada di balik jendela Boeing 737-900ER yang menuju Jakarta ini. Ini perjalanan biasa, sekali dalam sebulan dari Tanah Rencong.

Selagi menikmati pemandangan luar biasa itu, saya teringat sesuatu. Sebuah amanah yang harus saya tunaikan segera. Membaca 20 artikel dan menilainya. Sebenarnya, membaca adalah sebuah kebiasaan yang tak bisa saya tampik saat terbang. Dan ketika lelahnya mendera, maka tidur menjadi obat setelahnya.

Saat ini adalah saat yang tepat untuk melakukannya ketika jiwa telah dipenuhi dengan rasa puas terhadap keindahan, akal jernih di pagi hari yang belum tercemari polusi masalah kehidupan, dan badan yang insya Allah senantiasa diberi kesehatan.

Baca Lebih Lanjut.

2015 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2015 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 580,000 times in 2015. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 25 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Tahun 2016, Wajib Pajak Harus Mewaspadai Ini



Dari banyak email yang masuk ke kotak surat atau kolom konsultasi pajak di blog saya, ada beberapa yang tanpa sungkan menanyakan tentang bagaimana caranya supaya penghasilan yang ia terima dari berbagai sumber tidak bisa terdeteksi oleh petugas pajak.

Kasarnya, supaya pajak yang dibayar bisa berkurang atau tidak bayar pajak sama sekali. Kalau untuk hal ini tentu saya tidak akan meladeninya bahkan menasihati supaya jangan melakukan hal itu.

Karena selain ongkosnya mahal kalau ketahuan, akan banyak hal tak menyenangkan yang dia alami sebagai Wajib Pajak tidak patuh. Apalagi di tahun 2016 nanti.

Baca Lebih Lengkap

Ini Soal Bertengkar dengan Istri, Pergilah ke Tempat Ini.


image

Di suatu hari saya pulang ke rumah dalam keadaan letih dan penuh beban. Saya membuka pintu ketika tiba-tiba istri saya menunggu penuh tanda marah dan emosi.

Dia langsung menjejali saya dengan berbagai pertanyaan. Saya tidak bisa menguasai diri, lalu menghadapinya dengan emosi dan marah yang sama.

Malam sudah larut, sementara debat dan marah terus berlanjut sampai menjelang Subuh. (Lama kaliiiiii…). Akhirnya, istri saya mengambil inisiatif meninggalkan rumah dan pergi ke rumah orang tuanya. (Ini seperti lagu jadul. Lagu tahun 90an. Sepertinya lagu Betharia Sonata. Pulangkan saja aku pada ibuku.)

Baca Lebih Lanjut.

Cara Mudah Menangkap Dan Memenjarakan Ide Menulis



Stephen King via Whatculture.com

For King, if an idea is truly good, if it just needs to be written, it won’t leave.

~~~J.D. Bentley.

Mencari ide menulis bisa dari banyak hal. Dari membaca, mengunjungi suatu tempat, mendengarkan ceramah, jalan-jalan, pembicaraan dengan orang lain, saat bekerja, sampai saat di kamar mandi.

Tapi memang mencari inspirasi menulis itu rada-rada susah. Sabtu kemarin adalah hari paling menggelisahkan. Saya bengong-bengong di atas kasur, bingung mau menulis apa. Sampai-sampai muncul pikiran buruk kalau-kalau saya sudah tidak bisa menulis lagi.

Baca Lebih Lanjut.

CERITA SERU DI BALIK PENEMUAN INI



Ini cara mencari koran Republika versi cetak atau epaper edisi lama atau di tanggal yang lebih tua. Atau bisa juga cara mendownload (mengunduh) epaper Republika. Kok bisa-bisanyua saya menulis begini? Ada cerita serunya ternyata.

Jadi suatu ketika saya mengirimkan sebuah resensi ke Koran Republika di pertengahan November 2015. Kemudian setelah saya kirim saya tidak mengingat-ingat dan memantau-mantau lagi. Tiba-tiba sore ini saya ingat tentang resensi tersebut. Seperti biasa saya Googling terlebih dahulu. Ternyata hasil pencarian itu mengarah di situs Republika Online.

Resensi saya itu ada di halaman ini. Tepatnya di Home-Koran-Dialog Jumat tertanggal 20 November 2015. Sebagai sebuah petunjuk maka resensi saya ini sudah dimuat di halaman offline atau versi cetak (epaper) Koran Republika. Masalahnya saya tak punya korannya. Bagaimana caranya saya melacak keberadaan Koran Republika yang sudah seminggu lewat itu?

Baca Lebih Lanjut.

Dokter Cilik dan Stetoskop Ajaibnya



Judul            : Syifa dan Stetoskop Ajaib

Penulis        : Sri Widiyastuti

Penerbit        : DAR! Mizan

Tahun        : 2015

Tebal            : 124 Halaman

ISBN            : 978-602-242-743-8

Syifa anak kelas tiga sekolah dasar yang bercita-cita menjadi dokter. Mama Syifa mengikutkan Syifa ke ekstrakurikuler dokter kecil di sekolahnya. Suatu ketika, ia mengikuti lomba dokter kecil tingkat sekolah dasar yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tak menyangka ia menjadi juara pertama lomba itu. Sebagai hadiahnya Syifa mendapatkan piala dan sebuah stetoskop berwarna merah. Ajaib, alat yang biasa dipakai dokter dan digunakan untuk memeriksa suara dalam tubuh ini ternyata bisa bicara dan bergerak-gerak. Benda itu hidup.

Ayaya, stetoskop ini namanya Stevi. Dulu Stevi memiliki seorang tuan yang sudah menjadi dokter spesialis. Stevi mencari tuan barunya. Syifalah orangnya. Akhirnya Syifa dan Stevi menjalin persahabatan dan memulai petualangan-petualangan barunya.

Baca Lebih Lanjut.

15 MINGGU KETIGA FREELETICS. DONE!



It hurts now, but one day it will be your warm up.

Itu salah satunya. Ada lagi kalimat yang lain.

Enjoy the difficult. Because the best view only comes after the hardest climb.

Faktanya memang demikian.

Akhirnya 15 minggu yang ketiga Freeletics ini usai saya jalani. Berarti ada 45 minggu saya menekuni secara serius olahraga individual ini. Di luar tiga minggu percobaan tentunya. Di 15 minggu awal adalah Freeletics Cardio & Strength yang fokus pada penurunan berat badan. Sukses menghancurkan lemak sebanyak 16 kg. Sedangkan di 15 minggu kedua dan ketiga adalah Freeletics Strength yang fokus pada penguatan otot. Berat badan tetap bertahan di kisaran 60 kg-an.

Banyak yang saya dapatkan. Yang paling serius adalah mengatasi rasa bosan dan lelah. Tapi akhirnya bisa juga melalui semua itu. No pain no gain-lah. Saya memang merasa capek dan lelah menjalani itu. Pertanyaan “what for” selalu menggantung di kepala saat menghabiskan detik-detik dalam hitungan waktu Freeletics. Tapi saya selalu ingat kalimat motivasi ini.

Baca Lebih Lanjut.

APPLE VS GOOGLE: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital



Judul Buku    :     Apple vs Google: Perseteruan Korporasi Besar yang Melahirkan Revolusi Teknologi Digital

Penulis        :    Fred Vogelstein

Penerbit    :     Bentang

Cetakan    :     2015

Tebal        :     viii + 372 hal

Kematian perusahaan ternama di industri teknologi ini benar adanya dan sudah memakan banyak korban. Akankah terulang lagi?

Apple dan Google terkenal sebagai perusahaan peraup laba terbesar dan pencipta inovasi penting. Apple dengan iPhone dan Google dengan Androidnya. Jauh sebelum itu Apple menciptakan Macintosh dan iPod. Google dengan mesin pencari kelas wahid. Memang ada beda. Ini seperti sesuatu yang tidak bisa dipertarungkan. Yang satu menghasilkan perangkat keras, sedangkan yang lainnya dengan perangkat lunaknya.

Lalu apa yang diperebutkan oleh dua perusahaan terbesar di dunia ini? Platform. iPhone dan Android sedang memperebutkannya. Pemenang perseteruan ini biasanya mendapatkan pangsa pasar dan laba melebihi 75%. Yang kalah hanya bisa berjuang agar bisa bertahan.

Baca Lebih Lanjut.

KPP PRATAMA TAPAKTUAN: Di sini, Tiada Henti Membongkar Tacit Knowledge



Hujan turun deras di sore itu seperti air yang disiram ke jalanan kering karena debu kemarau. Langit gelap membungkus. Samudra Hindia menjadi kelabu tak berdaya. Ombaknya memukul-mukul pantai dengan kencang nyaris tanpa kasihan. Angin berhembus yang menggoyangkan dahan-dahan pohon ikut menemani. Tapi gedung megah berlantai tiga ini berdiri kokoh dengan kaki-kakinya menghunjam ke tanah, dalam-dalam. Tak peduli.

Inilah gedung baru Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tapaktuan. Dibangun sejak 2013 dan selesai di pertengahan 2014. Merupakan bangunan termegah di tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya: Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, dan Simeulue.

Baca Lebih Lanjut.