Dokter Cilik dan Stetoskop Ajaibnya



Judul            : Syifa dan Stetoskop Ajaib

Penulis        : Sri Widiyastuti

Penerbit        : DAR! Mizan

Tahun        : 2015

Tebal            : 124 Halaman

ISBN            : 978-602-242-743-8

Syifa anak kelas tiga sekolah dasar yang bercita-cita menjadi dokter. Mama Syifa mengikutkan Syifa ke ekstrakurikuler dokter kecil di sekolahnya. Suatu ketika, ia mengikuti lomba dokter kecil tingkat sekolah dasar yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Tak menyangka ia menjadi juara pertama lomba itu. Sebagai hadiahnya Syifa mendapatkan piala dan sebuah stetoskop berwarna merah. Ajaib, alat yang biasa dipakai dokter dan digunakan untuk memeriksa suara dalam tubuh ini ternyata bisa bicara dan bergerak-gerak. Benda itu hidup.

Ayaya, stetoskop ini namanya Stevi. Dulu Stevi memiliki seorang tuan yang sudah menjadi dokter spesialis. Stevi mencari tuan barunya. Syifalah orangnya. Akhirnya Syifa dan Stevi menjalin persahabatan dan memulai petualangan-petualangan barunya.

Sejak saat itu Stevi selalu dibawa kemana-mana oleh syifa dan menjadi tempat bertanya Syifa jika ia menjumpai temannya yang sedang sakit. Stevi sering memberikan saran dan nasihat yang baik buat Syifa dan temannya.

Sebagai sahabat karib, Stevi juga meluruskan hal-hal yang tidak benar dan menjadi mitos dalam pikiran teman-teman Syifa. Seperti bintitan bukan karena Vania—teman Syifa—habis mengintip atau jari cantengan gara-gara menunjuk pelangi. Apa betul kalau gondongan itu harus diobati dengan blawu, serbuk biru untuk memutihkan baju?

Ada 26 petualangan Syifa dan Stevi dalam buku ini. Masing-masing dengan cerita dan jenis penyakit berbeda yang biasa diderita anak-anak. Mulai dari cegukan, belekan, bisul, kutuan, cacingan, amandel, gondongan, dan masih banyak lagi lainnya. Penyebab dan penyembuhnya diterangkan dengan jelas dalam setiap cerita.

Sri Widiyastuti mampu membuat setiap petualangan dan tokohnya itu hidup. Tentu dengan tidak meninggalkan hal yang semestinya ada pada anak-anak: kepolosan dan tanpa pamrih.

Buku ini kaya dengan pengetahuan dan mampu menjawab rasa penasaran anak-anak terhadap suatu penyakit. Karena menyasar kepada anak-anak, halaman kertasnya penuh warna mulai lembar awal sampai terakhir. Disertai pula dengan ilustrasi yang menarik.

Apalagi ditambah dengan kesimpulan di akhir cerita, semacam “Tahukah Kamu?”. Ensiklopedis tapi tak sampai mengerutkan kening. Sesekali Sri juga menyertakan anagram, jenis permainan kata atau huruf yang diacak untuk membentuk kata lain. Sebagai penutup, Sri memberikan teka-teki, meminta kepada teman-teman kecil untuk menemukan 9 nama penyakit.

Dari berbagai literatur yang ada, salah satu cara menarik minat baca sekaligus membangun kecerdasan emosional anak-anak adalah dengan memberikan cerita dongeng. Buku yang dilabel sebagai buku dongeng kesehatan ini memang memenuhi itu dan layak sebagai buku anak-anak. Sarat cerita moral yang membangkitkan rasa empati anak.

Buku dongeng yang tak mesti harus dimulai dengan “pada zaman dahulu kala” dan “akhirnya mereka bahagia selama-lamanya” sebagai pamungkas.

***

Riza Almanfaluthi

Resensi ini telah dimuat di Koran Republika tanggal 20 November 2015.

http://epaper.republika.co.id/uploads/20151120/zoom/36.jpeg

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s