Menikmati Buku Ini di Atas Kereta Api Menuju Yogyakarta


Buku Kita Bisa Menulis (KBM), Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah ini diluncurkan pada 1 September 2022. Tim kami membuka pemesanan Pre Order mulai 1—13 September 2022.

Buku datang dari penerbit sebelum tanggal 13 September 2022 sehingga kami bisa langsung mengirimkan kepada para pemesan buku.  Respons pembaca sangat luar biasa. Foto-foto buku itu datang dan telah diterima oleh para pemesan dikirim kepada saya. Satu, dua, tiga testimoni bermunculan tanpa diminta. Ini yang kami syukuri.

Baca Lebih Banyak

Ada Rasa Cinta yang Dilalui, Sebuah Kata Pengantar



Menulis layaknya  istri kedua bagi seorang Riza Almanfaluthi. Komitmennya untuk membuat buku ini dalam waktu dua bulan telah membuatnya asyik mencumbu kata dengan penuh cinta lalu memadukannya menjadi kalimat sehingga akhirnya terwujud buah hati berbentuk buku. Menulis dengan cinta adalah gambaran yang cocok baginya.

Semua yang dituliskannya berdasarkan pengalaman lebih dari dua puluh tahun, mulai dari pendekatan, pembelajaran, serta praktik nyata dalam dunia penulisan. Pembaca buku ini sangat beruntung karena Riza rela untuk berbagi istri keduanya. Buah cinta dalam buku ini sangat terlihat dari setiap bab yang menggambarkan perjalanan sebuah penulisan dari sekelumit ide sampai menjadi tulisan bahkan berbonus teknik penyuntingan serta publikasi.

Baca Lebih Banyak

Daftar Isi Buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah


Buku ini terdiri dari delapan bab dengan isi seperti dalam foto di atas.

Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis


Kemarin buku ini luncur ke khalayak ramai, tepatnya pada 1 September 2022. Kemudian sahabat-sahabat saya bertanya bagaimana saya bisa membagi waktu, di tengah kesibukan menangani pekerjaan utama di kantor, untuk dapat menerbitkan buku ini.

Salah satu faktor utama buku tentu konten atau isinya. Jadi yang terpenting adalah naskah bukunya ada atau tidak. Kalau saya perkirakan itu memakan 80% soal buku adalah naskahnya. Jadi PR-nya adalah bagaimana bisa membuat naskahnya.

Continue reading Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis

Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah


Buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah ini realitas dari apa yang dikatakan Robert Stenberg, psikolog Amerika Serikat dan pencetus teori segitiga cinta: dari usaha keras dan maksud yang jelas.

Setiap menulis bagian ataupun subbab buku ini, pertanyaan berikut selalu menyertai, “Apakah bagian ini akan memberikan manfaat dan nilai tambah buat pembaca?” Jika tidak, bagian tersebut akan serta merta dibuang walaupun sudah ditulis dengan paragraf yang banyak. Maka dari itu, buku ini menyedikitkan teori dan menyajikan segudang pengalaman lebih dari dua puluh tahun dalam menulis.

Continue reading Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah

Lomba Gimik Pidato Bung Karno: Jadilah Alat Sejarah


Untuk memperingati HUT RI ke-77 sekaligus sebagai ajang silaturahmi pegawai, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Direktorat Jenderal Pajak menyelenggarakan kegiatan Morning Activity pada Senin, 23 Juli 2022.

Kegiatan itu diisi dengan pemberian motivasi oleh teman Fungsional Penyuluh Pajak dan banyak lomba yang diikuti banyak pegawai Direktorat P2Humas, mulai dari parade mode, gerak berantai, gimik pidato Bung Karno, dan lain sebagainya.

Baca Lebih Banyak

Kita Adalah Para Pengantre di Telepon Umum Kampus


Saya merasa terhormat untuk membaca satu per satu cerita yang ditulis oleh para penulis dalam buku ini. Mereka adalah para senior saya di Kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Program Diploma Keuangan (STAN Prodip Keuangan). Mereka lulus dari kampus itu pada tahun 1993, sedangkan saya baru masuk setahun kemudian di tahun 1994.

Seiiring dengan berjalannya waktu, saya mengenali dengan karib sekitar dua belas orang dari mereka. Ada Pak Harris Rinaldi, Pak Sardana, Pak Rachmat, Mbak Darmini, Pak Swartoko, Pak Widodo, Pak Bagyo, Pak Ikun, Pak Ali Saman Harahap, Mbak Rika, Mbak Nana Diana, dan Mbak Lusi. Masya Allah, Direktorat Jenderal Pajak itu memang sangatlah sempit.

Baca Lebih Banyak

Menjadi Narasumber Kegiatan Nonkedinasan? Pegawai DJP Wajib Perhatikan Ini


Beberapa waktu yang lalu saya membahas soal prosedur meminta pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai narasumber kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak eksternal DJP. Khususnya untuk kegiatan kedinasan. Bisa dibaca di sini.

Setelah itu banyak pertanyaan yang masuk terkait pegawai DJP yang menjadi narasumber kegiatan nonkedinasan. Tulisan ini akan membahas hal tersebut dan tidak membahas soal menjadi dosen ataupun pengajar di perkuliahan karena hal itu akan diulas di tulisan dan waktu lain.

Baca Lebih Banyak Lagi

Cara Meminta Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Sebagai Narasumber Kegiatan


Banyak pemangku kepentingan eksternal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengundang pegawai DJP sebagai narasumber kegiatan baik sebagai pembicara, pembahas, ataupun moderator.

DJP sudah mengeluarkan aturan mainnya melalui Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/ 2020 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Penyediaan Pembicara, Pembahas, atau Moderator dalam Kegiatan Seminar, Lokakarya, Gelar Wicara, atau Kegiatan Sejenis Lainnya.

Baca Lebih Banyak

Pembacaan Puisi “Mata”


Pembacaan salah satu puisi saya yang ada di dalam buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang berjudul “Mata”.

Pembacaan tersebut dilaksanakan untuk mengisi kegiatan pameran lukisan Hari Pajak 2022 di  lobi selatan Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta (Jumat,15/7).

Pembacaan diiringi dengan petikan gitar dari Pak Harris Rinaldi. Kami merupakan bagian dari Komunitas Sastra Kementerian Keuangan yang turut meramaikan peringatan Hari Pajak 2022 tersebut.

Buat teman-teman yang ingin membaca puisi itu sendiri silakan miliki buku Seseloki Seloka di Pinggir Selokan yang tersedia di tautan berikut: https://linktr.ee/rizaalmanfaluthi.

Silakan nikmati puisinya.

***
Riza Almanfaluthi