Bagaimana Rasanya Kopi Ini?


IMG-20180510-WA0020_1

Bagaimana rasanya kopi ini? tanyamu kepadaku di suatu pagi yang meringkuk. Aku memetik semua partikel di udara kemudian memasukkannya ke dalam lumbung hidungku. Seperti pertapa di Kathmandu yang merajang dingin, aku menjawabnya sederhana: rasanya kopi, tanpa warna.

Di sepanjang titik-titik, engkau berkehendak mengecat seluruh kain yang ada di kota ini serupa warna kerudungmu yang pernah kaupakai di sebuah malam. Tetapi warnanya tak cukup satu. Dan engkau hanya bisa berteriak, nyatanya yang kau dapatkan hanya hitam jelaga.

Esok pagi, kutemui kau sedang berdiri di gerbang kota. Mengetuk dada setiap orang yang lewat, mendengar degup mereka satu-satu. Untuk kaucari warna jembatan nirwana. Di jantung orang yang sedang jatuh cinta.

***
Riza Almanfaluthi
dedaunan di ranting cemara
11 Mei 2018

Advertisement

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.