Pagi itu, seorang sahabat datang ke ruang kerja saya. Ia langsung mengambil buku Kita Bisa Menulis yang sengaja saya bawa khusus untuknya. Ia telah memesan buku itu sejak lama. Kemudian, di sorenya, beberapa paragraf tertulis mengomentari pertemuan pagi tadi. Buat saya ini bagus sekali. Terima kasih Mas Dhimas Wisnu Mahendra sudah meluangkan waktunya untuk menuliskan rendezvous tadi pagi.
Review Buku Kita Bisa Menulis: Ndak Perlu Ndakik-Ndakik Menulis

Pembaca buku dan Penyuluh Antikorupsi Kak Johana Lanjar Wibowo memiliki keluangan waktu untuk membuat pandangannya kepada buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah. Buat saya ini adalah sesuatu yang manikam. Terima kasih banyak atas tulisannya ini.
Berikut pandangannya.
Jangan Puji Anak karena Kecerdasannya
“Wah kamu pintar, Nak.”
*
Berbicara tentang buku Kita Bisa Menulis, maka tak bisa dilepaskan dengan salah satu buku yang menjadi referensi saya di sana.
Buku itu berjudul Mindset, Mengubah Pola Pikir untuk Perubahan Besar dalam Hidup Anda yang ditulis oleh Carol S Dweck, Ph.D.
Baca Lebih Banyak
Seolah Ada yang Mau Tumpah, Larik-Larik Persaksian Buku Kita Bisa Menulis
Sebagai pembaca, bila sudah pernah memiliki pengalaman menulis sebelumnya, kita juga bisa mengikuti tur tanpa harus memulainya dari awal. Semua titik wisata dapat dinikmati walaupun tidak secara berurutan. Buku ini meyakinkan kita bahwa semua orang bisa menulis dan bisa mulai dari mana saja.
Nufransa Wira Sakti, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Pajak
Review Buku: Saya Setuju, Kita Bisa Menulis
Beberapa waktu lalu ada salah satu pembaca buku membuat review, reviu, telaahan, atau resensi buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah. Nama penanya adalah Salman Cakil. Saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepadanya.
Langsung saja kita baca ulasannya. Semoga bermanfaat mengenal buku ini lebih dalam.
Review Buku Kita Bisa Menulis: Memang Tak Seperti Bernapas
Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan tulisan review buku Kita Bisa Menulis dari penulis produktif sekaligus pegawai Direktorat Jenderal Pajak bernama Eko Novianto yang biasa dikenal dengan sebutan Ekonov.
Saya mengucapkan terima kasih atas resensinya ini. Sangat bermanfaat sekali buat calon pembaca buku ini. Tidak perlu berpanjang kalam, mari kita simak narasinya.
Menikmati Buku Ini di Atas Kereta Api Menuju Yogyakarta
Buku Kita Bisa Menulis (KBM), Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah ini diluncurkan pada 1 September 2022. Tim kami membuka pemesanan Pre Order mulai 1—13 September 2022.
Buku datang dari penerbit sebelum tanggal 13 September 2022 sehingga kami bisa langsung mengirimkan kepada para pemesan buku. Respons pembaca sangat luar biasa. Foto-foto buku itu datang dan telah diterima oleh para pemesan dikirim kepada saya. Satu, dua, tiga testimoni bermunculan tanpa diminta. Ini yang kami syukuri.
Ada Rasa Cinta yang Dilalui, Sebuah Kata Pengantar

Menulis layaknya istri kedua bagi seorang Riza Almanfaluthi. Komitmennya untuk membuat buku ini dalam waktu dua bulan telah membuatnya asyik mencumbu kata dengan penuh cinta lalu memadukannya menjadi kalimat sehingga akhirnya terwujud buah hati berbentuk buku. Menulis dengan cinta adalah gambaran yang cocok baginya.
Semua yang dituliskannya berdasarkan pengalaman lebih dari dua puluh tahun, mulai dari pendekatan, pembelajaran, serta praktik nyata dalam dunia penulisan. Pembaca buku ini sangat beruntung karena Riza rela untuk berbagi istri keduanya. Buah cinta dalam buku ini sangat terlihat dari setiap bab yang menggambarkan perjalanan sebuah penulisan dari sekelumit ide sampai menjadi tulisan bahkan berbonus teknik penyuntingan serta publikasi.
Daftar Isi Buku Kita Bisa Menulis, Belajar kepada Mereka yang Tak Menyerah
Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis
Kemarin buku ini luncur ke khalayak ramai, tepatnya pada 1 September 2022. Kemudian sahabat-sahabat saya bertanya bagaimana saya bisa membagi waktu, di tengah kesibukan menangani pekerjaan utama di kantor, untuk dapat menerbitkan buku ini.
Salah satu faktor utama buku tentu konten atau isinya. Jadi yang terpenting adalah naskah bukunya ada atau tidak. Kalau saya perkirakan itu memakan 80% soal buku adalah naskahnya. Jadi PR-nya adalah bagaimana bisa membuat naskahnya.
Continue reading Cerita Sedikit tentang Buku Kita Bisa Menulis










