Tersebutlah Aku


Tersebutlah aku ujung pinsil yang patah
dan tak sanggup menulis kata bisu
pada kertasmu yang rela bicara 1000 bahasa.

Tersebutlah aku ujung pinsil yang kalah
dan tak cukup melukis senja ungu
pada kanvasmu yang tulus meniada 1000 cahaya.

***
Riza Almanfaluthi
Dedaunan di ranting cemara
Rinai hujan, 15 Januari 2018

Advertisements

Tinggalkan Komentar:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s