Yang Berlarian di Kepala


Duhur itu, mobil kami bergerak meninggalkan pusat kota Timika. Kami berencana menuju Kuala Kencana. Ini kota yang dibangun Freeport sebagai tempat keberadaan kantor mereka dan perumahan para pegawainya.

Letaknya 20 km dari tempat kami menginap atau sekitar setengah jam perjalanan.  “Sampai di sana nanti kita ke alun-alun dan supermarketnya,” kata Mas Alef. Di sepanjang perjalanan itu Mas Alef banyak bercerita tentang Kuala Kencana dan Tembagapura. Kota yang disebut terakhir ini masih empat jam perjalanan dari Timika. Di sana adalah tempat tambang dan mes pekerja PT Freeport Indonesia.

Continue reading Yang Berlarian di Kepala

Anakku Ganteng Seperti Orang Pantai


Bersama Mama Tua dan Agus yang sedang menangis.

 

Setelah bersilaturahmi dengan Kepala Badan Pengeloaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Pegunungan, Kepala BPKAD Kabupaten Jayawijaya, dan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Wamena, saya diajak untuk mengunjungi salah satu honai yang ada di pinggiran Wamena.

Di sana ada mumi yang dipertunjukkan kepada kami dengan salah seorang pemuda berpakaian adat Papua. Tentunya lengkap dengan hiasan taring babi di hidungnya. Mumi berusia ratusan tahun ini merupakan warisan budaya Suku Dani di Lembah Baliem.

Continue reading Anakku Ganteng Seperti Orang Pantai